Rurouni Kenshin Saishuushou: The Final

Plot

Sosok pemuda misterius pedagang senjata ilegal datang dari kota Shanghai China untuk mencari Hittokiri Battosai.
Di Tokyo, Himura Kenshin (Satoh Takeru) sudah meninggalkan masa lalunya sebagai Hittokiri Battosai dan hidup damai di rumah Kamiya Kaoru (Takei Emi) bersama teman-temannya. Kedamaian Kenshin mulai terusik oleh teror terhadap teman-temannya, dimulai dengan terbakarnya restoran Akabeko.

Kenshin akhirnya sadar kalau yang datang mencarinya adalah Yukishiro Enishi (Arata Mackenyu), pemuda dari masa lalu yang muncul untuk membalas dendam. Masa lalu Kenshin yang selalu menghantuinya selama ini dan meninggalkan luka silang di pipi kirinya.

Continue reading ‘Rurouni Kenshin Saishuushou: The Final’

Nenek dan Polisi

Hari minggu siang hujan lebat, kami baru saja pulang dari makan siang di daerah Anjo dan berniat mau ke Toyoake karena ada janji bertemu dengan pihak real estate apartemen.

Ketika melewati pertigaan di depan Rumah Sakit Yachiyo, seperti biasa aku menghentikan mobil di depan zebra cross karena ada seorang nenek menyebrang jalan. Si nenek terlihat sudah tua sekali, rambut putih peraknya kena angin yang bertiup lumayan kencang, berjalan bertatih-tatih sambil membawa payung. Kelihatan sekali si nenek kebingungan, selain jalannya pelan terlihat kepalanya menoleh kesana kemari dengan raut muka bingung.

Refleks aku berkomentar, “Itu nenek kenapa? Nyasar kali ya?”
Istri malah lebih sigap, dia turun hujan-hujanan dan menghampiri si nenek dan bertanya, “Nenek gak papa?”

Berhubung si nenek lelet sekali gerakannya, aku berinisiatif memajukan mobil untuk menghalangi agar mobil lain yang mau lewat terpaksa bergerak agak memutar menghindari posisi si nenek.

Si nenek malah bercerita di tengah hujan kalau dia mencari alamat saudaranya yang ada di sekitar sana. Beliau bilang terakhir kali berkunjung sekitar 50 tahun yang lalu, lalu bilang umurnya sudah 94 tahun.
Aku kaget juga mendengarnya. Terang saja beliau nyasar, bangunan di sekitar Yachiyo Hospital terlihat lumayan modern, tak terlihat tanda-tanda bangunan yang usianya 50 tahun lebih.

Continue reading ‘Nenek dan Polisi’

The Call

Akhir-akhir ini mulai sering nemu film Korea genre thriller yang bikin ilfil. Penyebabnya adalah terlalu banyak plot twist dalam satu film. Kadang ada film yang plot twistnya tumpang tindih hingga 4-5 kali atau lebih.

Plot twist kalau lebih dari 2 kali bakal bikin plot twist pertama dan kedua bisa kehilangan maknanya. Ujung-ujungnya plot twist berikutnya malah terasa hambar dan tak lagi menarik. Ini juga terjadi pada film Korea yang berjudul The Call yang kutonton via kanal Netflix.

Premis awal sebenarnya cukup menarik, tentang Seo-Yeon (Park Shin-Hye) dari masa sekarang terhubung dengan Yoong Sook (Jeon Jong-Seo) di masa 20 tahun sebelumnya via telepon. Plot yang mirip dengan film Hollywood yg berjudul Frequency (terhubung via radio amatir) maupun drama Korea serial Signal (via walkie-talkie).

SPOILER.

Pada pertengahan film, para penonton dikasih plot twist yang cukup mengejutkan. Ternyata salah satu dari sosok yang saling berhubungan itu adalah serial killer. Kenapa saya sengaja kasih spoiler di sini? Karena plot twist pertama itu sudah tidak penting lagi ketika bertubi tubi plot twist berikutnya muncul yang menyebabkan “plot twist” di awal sudah tidak dianggap plot twist lagi.

Bahkan ketika plot twist ketiga, keempat dst muncul, sudah tak ada greget dan lewat begitu saja. Lalu ketika di bagian ending masih dikasih satu plot twist lagi, aku sudah tak peduli sama sekali pada cerita maupun nasib para karakter dalam film saking sudah kehilangan selera.
Too much plot twits will kill the movie.

The Hardy Boys (2020 TV Series)

Era aku duduk di bangku SMP adalah masa-masa aku sedang gila membaca. Selain buku cerita silat (Kho Ping Hoo, Chin Yung, dll) dan genre petualangan (Lima Sekawan, buku karya Karl May, dll), salah satu buku fiksi yang kugemari saat itu adalah buku dengan genre detektif. Secara masih usia SMP, tentu saja aku paling suka buku detektif remaja dan favoritku saat itu adalah serial Trio Detektif. Kebetulan ketika buku Trio Detektif yang ada sudah habis kubaca, aku mendapatkan pinjaman beberapa buku serial detektif lain dari perpustakaan yang bertitel The Hardy Boys.

Sayangnya aku merasa kurang cocok dengan buku The Hardy Boys. Gaya berceritanya terlalu mengglorifikasi American dream dan maskulinitas, tokoh duo bersaudara Hardy juga tipikal anak muda kulit putih di Amerika, belum lagi cerita misterinya terlalu simpel dan gampang ditebak anak SMP sekalipun. Terus terang saja aku merasa Trio Detektif terlalu bagus untuk dibandingkan dengan The Hardy Boys ini karena Trio Detektif lebih imajinatif dan membumi buat imajinasi anak SMP kala itu. Belakangan aku baru tahu kalau buku yang kubaca itu serial The Hardy Boys era 1950an-1970an karena ternyata serial The Hardy Boys terbit dalam 3 edisi waktu dengan gaya penulisan, latar belakang tokoh dan kondisi latar Amerika berbeda dengan era yang semakin modern. Buku-buku yang kubaca masih terasa aroma rasialis orang kulit putih di Amerika.

Ketika serial The Hardy Boys buatan Hulu tayang, aku iseng menontonnya demi kenangan masa SMP. Bagaimanakah kualitasnya dibanding novel yang diadaptasi?

Continue reading ‘The Hardy Boys (2020 TV Series)’

Caught in Time

Pada era pertengahan 1980an hingga 1990an, dunia perfiman Hongkong sempat booming film bertema drama crime-thriller dengan plot perseteruan polisi dengan bandit yang dikejarnya. Walaupun dunia perfilman Hongkong kebanjiran banyak film kelas B dengan plot serupa, setidaknya ada beberapa film yang menjadi legenda seperti The Killer besutan John Woo, City on Fire buatan Ringo Lam, Running Out of Time karya Johnnie To hingga akhirnya booming genre ini memudar dengan banjirnya beragam film bertema Kung Fu modern dengan tokoh pendekar seperti Wong Fei-hung sampai Ip Man. Sempat ada satu dua film yang laku di pasaran sekaligus meraih penghargaan festival di awal era tahun 2000an seperti misalnya Internal Affairs karya Andrew Lau dan Alan Mak, Divergence buatan Benny Chan hingga Beast Stalker garapan Dante Lam, hanya saja sinema Hongkong sudah jarang memproduksi film bertema sejenis.

Akhir-akhir ini beberapa sineas Hongkong mulai pindah jalur dan berkiprah di dunia perfilman RRC mainland yang punya pangsa penonton yang lebih besar dan mereka mulai membuat film berbahasa Mandarin. Termasuk diantaranya sutradara senior Johnnie To (Drug Lord), Dante Lam (Operation Mekong dan Operation Red Sea) sampai Andrew Lau (The Captain) dan kali ini giliran yunior mereka Lau Ho-Lung menggarap film Mainland pertamanya. Dengan mengajak koleganya aktor Hongkong terkenal Daniel Wu, bagaimanakah hasil besutan film Mainland pertama Lau Ho-Lung?

Continue reading ‘Caught in Time’

Thank You and Goodbye Sammy and Dean! 15 tahun bersama serial Supernatural

Saya masih ingat ketika pertama kali nonton episode pertama serial Supernatural pada tahun 2006 di apartemen kecilku di Fujinomiya Shizuoka. Waktu itu saya sama sekali tak menyangka akan mengikuti terus menerus nonton serial ini hingga 15 tahun lamanya. Saat itu serial yang mengisahkan petualangan dua kakak beradik Winchester dalam menghadapi setan dan monster ini sudah habis menayangkan season pertamanya hingga saya bisa nonton maraton seluruh episode season 1 via internet.

Jared Padalecki sebagai Sam (kiri) dan Jensen Ackles sebagai Dean (kanan) dalam season 1.

Hal pertama yang mengesankan dari Supernatural adalah hubungan persaudaraan antara 2 tokoh utama si sulung Dean dan adiknya Sam Winchester. Walaupun kakak beradik dan saling menyayangi satu sama lain, keduanya adalah sosok yang sangat bertolak belakang. Brotherhood mereka berdua adalah tulang punggung serial ini hingga bisa bertahan hingga 15 tahun tayang. Jensen Ackles dan Jared Padalecki yang masing-masing memerankan Dean dan Sam memiliki chemistry yang unik, mereka berdua cocok dan saling melengkapi satu sama lain. Dengan munculnya Castiel, brotherhood duo Winchester mendapat sokongan menjadi trio hunter, apalagi aktor Misha Collins yang berperan sebagai Castiel bisa langsung klop, nempel dengan duet Jensen dan Jared.

Trio hunter setelah duo Wichester dilengkapi dengan kedatangan Castiel
Continue reading ‘Thank You and Goodbye Sammy and Dean! 15 tahun bersama serial Supernatural’

Enola Holmes

Plot

Enola Holmes (Millie Bobby-Brown), adik bungsu Mycroft (Sam Claflin) dan Sherlock Holmes (Henry Cavill) memanggil pulang kedua abangnya ke kampung halaman karena ibu mereka menghilang. Masalahnya keduanya bukannya membantu Enola mencari ibu mereka tapi malah ikut “mengurus” Enola. Terutama Mycroft yang ingin Enola masuk sekolah putri untuk belajar etiket.
Enola yang tak sudi diatur akhirnya kabur untuk mencari ibunya ke London. Dalam perjalanan, Enola bertemu Tewkesbury (Louis Partridge) seorang bangsawan muda yang juga sedang kabur dari keluarganya. Dimulailah petualangan Enola di London.

Continue reading ‘Enola Holmes’

Strike: The Silkworm

Plot

Seorang pengarang buku yang kepopulerannya sedang mengalami masa surut, hilang hingga 10 hari. Tak ada yang mencarinya karena si pengarang Owen Quine memang sering “menghilang” demi menghabiskan waktunya bersama perempuan lain. Hanya istri dan anaknya saja yang ribut mencari.

Leonora Quine sang istri sudah melapor ke polisi, untuk ke sekian kalinya. Berhubung Owen sudah biasa menghilang berhari-hari dan muncul sendiri, laporan Leonora tak dianggap serius sehingga Leonora berpaling pada Cormoran Strike untuk mencari suaminya.

Cormoran melihat menghilangnya Owen ada hubungan dengan draft tulisan Owen berjudul Bombyx Mori, yang rencananya ingin diterbitkan sebagai novelnya yang terbaru. Bombyx Mori rupanya berisi cerita tentang sekte sesat pemuja setan, lengkap dengan deskripsi ritual penyiksaan, pelecehan seksual, hingga pembunuhan brutal berdarah-darah.
Masalahnya, Bombyx Mori berisi karakter-karakter yang berdasarkan orang-orang dekat Owen yang ada di kehidupan nyata termasuk istrinya, agennya, editornya, penerbitnya, termasuk pacar gelapnya, dengan Owen sebagai tokoh utama.

Kasus mencari orang hilang mendadak berubah menjadi kasus pembunuhan, ketika Cormoran berhasil menemukan Owen Quine, sayangnya sudah jadi mayat dalam keadaan termutilasi, mirip dengan kondisi tokoh utama Bombyx Mori yang tewas mengerikan di akhir cerita.

Continue reading ‘Strike: The Silkworm’

Strike: The Cuckoo’s Calling

Sebenarnya sudah sudah lama tahu soal novel yang menampilkan tokoh detektif swasta Cormoran Strike ketika membaca review buku Alisarbi di lapak blog beliau, hanya saja saya baru tahu kalau novel karya Robert Galbraith ini dibuat adaptasi dalam bentuk serial TV oleh salah satu kanal televisi Inggris BBC One. Bahkan saya tidak tahu kalau serial ini sudah sampai buku kelima yang akan terbit September tahun 2020 mendatang.

Tapi setidaknya saya sekarang bisa menonton serial TV adaptasinya yang hingga kini sudah selesai tayang hingga buku ketiga. Satu novel Cormoran Strike diadaptasi untuk satu musim tayang serial TV dan itu berarti musim pertama serial ini mengadaptasi novel pertama yang berjudul The Cuckoo’s Calling.

Plot

Cormoran Blue Strike (Tom Burke) adalah seorang detektif kurang beruntung berkaki buntung. Mantan polisi militer Inggris ini adalah veteran perang yang dibebas tugaskan setelah kakinya diamputasi akibat terkena bom sewaktu bertugas di Afghanistan. Setelah kembali menjadi warga sipil, Strike membuka biro detektif swasta berbekal skill dan pengalamannya sebagai penyidik polisi militer Inggris, Walau punya kemampuan mumpuni, Strike kurang beruntung dalam bisnis detektifnya. Terlibat hutang dan sulit mendapatkan klien membuat hidup Strike terpuruk. Bahkan untuk mendapatkan sekretarispun, Strike hanya mampu membayar pegawai magang.
Datang lah Robin Ellacott (Holliday Grainger) yang dikirim agen pekerja magang untuk menjadi sekretarisnya. Diluar dugaan, Robin menunjukkan kalau dia punya bakat dan kemampuan investigasi. Dengan cepat Robin beradaptasi dengan tugas-tugas penyidikan kantor Strike, bukan hanya tugas sekretaris sehari-hari saja.

Akhirnya datang kasus besar untuk ditangani Strike walaupun awalnya terlihat hanya sekadar kasus bunuh diri biasa, itupun kejadiannya sudah lewat 3 bulan. Yang datang meminta bantuan adalah John Bristow, adik angkat Charlie teman karibnya sewaktu kecil. Adik angkat paling bungsu mereka adalah super model Lula Landry yang tewas jatuh dari balkon apartemen dan polisi sudah menetapkan Lula bunuh diri. Hanya saja John menganggap kematian Lula adalah kasus pembunuhan, bukan bunuh diri.

Sebenarnya Strike awalnya menganggap penyelidikan kasus kematian Lula sebagai kasus easy money, tanya sana sini sedikit, duit masuk kas, selesai. Apalagi polisi terlihat ogah membantu karena kasus sudah ditetapkan sebagai kasus bunuh diri, toh udah lewat 3 bulan juga. Strike juga menerima kasus lebih dikarenakan gak enak karena keluarga Bristow adalah keluarga teman karibnya, bukan karena polisi bego gak bisa menangani kasus.
Hanya saja, Strike mulai melihat detail celah kecil mencurigakan yang membuatnya menyelidiki kasus bunuh diri Lula lebih mendalam.

Continue reading ‘Strike: The Cuckoo’s Calling’

The Old Guard

Plot

Empat tentara bayaran yang disewa untuk membebaskan tahanan teroris di Sudan, disergap oleh sepasukan bersenjata hingga tewas. Tanpa dinyana, mereka berempat malah hidup kembali dan balik membantai pasukan yang menyergap mereka. Ternyata mereka berempat manusia abadi yang tak bisa mati, semacam para tokoh immortal dari serial Highlander.

Dipimpin oleh seorang wanita yang dipanggil Andy (Charlize Theron), Nicky (Luca Marinelli), Joe (Marwan Kenzari) dan Booker (Matthias Schoenaerts) sudah hidup melewati usia ratusan hingga ribuan tahun.
Dibelahan dunia lain, seorang marinir bernama Nile (KiKi Layne) tewas di Afganistan ketika sedang bertugas. Nile juga hidup kembali tanpa luka sedikitpun dan muncul dalam mimpi Andy berempat. Rupanya para manusia abadi ini terkoneksi secara spiritual satu sama lain.

Andy memerintahkan ketiga kawannya untuk mencari orang yang telah menjebak mereka di Sudan, sedangkan dia sendiri datang menjemput Nile yang sedang kebingungan.

Continue reading ‘The Old Guard’

Ando-kun

Live Traffic


%d bloggers like this: