Archive for the 'Resensi Anime dan Manga' Category

Your Name (Kimi no Na wa)

a-kiminona

Plot

Mitsuha Miyamizu dan Taki Tachibana entah bagaimana caranya, saling bertukar tubuh secara random. Awalnya mereka berdua kebingungan dan menganggap semuanya mimpi sampai akhirnya mereka sadar kalau pertukaran tubuh itu benar adanya. Supaya kehidupan mereka berdua sehari-hari tak mengalami kekacauan, Mitsuha dan Taki saling bertukar info lewat buku catatan maupun pesan di smartphone mereka masing-masing. Hasilnya mereka menjadi terbiasa dan mulai menikmati pertukaran peran.

Hingga pada suatu hari mereka menyadari sesuatu yang fatal akan terjadi.

Continue reading ‘Your Name (Kimi no Na wa)’

Attack on Titan – Live Action

Plot:
Sejak kemunculan para raksasa yang dipanggil titan, manusia hampir punah karena habis dimakan oleh titan. Manusia yang tersisa membangun tiga tembok tinggi untuk melindungi mereka dari serangan titan. Selama 100 tahun tidak ada tanda-tanda serangan titan sekalipun sehingga keberadaan titan mulai dianggap sebagai legenda. Eren (Haruma Miura), Mikasa (Kiko Mizuhara) dan Armin (Kanata Hongo) tinggal di balik tembok terluar. Mereka menyaksikan betapa satu titan paling besar berhasil menjebol tembok terluar dan membuat banyak titan lain leluasa masuk dan memakan manusia yang tinggal di balik tembok terluar. Trio Eren, Mikasa dan Armin harus menghadapi kenyataan betapa tinggal di balik tembok tinggi tidaklah membuat eksistensi manusia menjadi aman. Continue reading ‘Attack on Titan – Live Action’

The Liar and His Lover

Judul asli: Kanojo wa, Uso wo Aisugite

Plot:
Perkenalkan Aki Ogasawara, seorang pencipta lagu terkenal merangkap komposer and arranger untuk Crude Play, band nomer satu paling terkenal di Jepang. Aki hidup dalam depresi hingga dia bertemu dengan seorang anak SMA berusia 16 tahun bernama Riko. Dari awal bertemu, Aki sengaja menyembunyikan identitas aslinya termasuk nama dan pekerjaan aslinya kepada Riko. Kencan dengan Riko mulai mengubah hidup Aki jadi lebih ceria dan mulai memiliki semangat hidup, hingga situasi menyebabkan Aki mau tak mau harus berterus terang pada Riko. Continue reading ‘The Liar and His Lover’

Saint Seiya: Legend of Sanctuary

Plot:

Lima Bronze Saint (Pegasus Seiya, Dragon Shiryu, Cygnus Hyoga, Andromeda Shun dan Phoenix Ikki) bertekad menjadi ksatria pelindung Kido Saori yang terlahir sebagai titisan dewi Athena. Demi keselamatan Athena, kelima Bronze Saint tak punya pilihan lain kecuali menyantroni Sanctuary dan harus melewati 12 kuil zodiak, bertarung dengan 12 Gold Saint yang merupakan ksatria terkuat.
Continue reading ‘Saint Seiya: Legend of Sanctuary’

When Marnie Was There

Sejak berdiri tahun 1985, Film-film buatan Studio Ghibli didominasi oleh produk buatan duo sutradara Hayao Miyazaki dan Isao Takahata. Ketika mereka berdua mulai beranjak tua, perlahan-lahan Studio Ghibli mulai mencari sutradara muda berbakat untuk menggantikan kedua sutradara legenda Ghibli tersebut. Hingga kini, baru 2 sutradara muda yang diberikan oleh Studio Ghibli untuk menggarap film mereka hingga dua kali yaitu Goro Miyazaki dan Hiromasa Yonebayashi. Film Yonebayashi yang pertama adalah Arrietty yang dirilis pada tahun 2010 dan When Marnie Was There adalah film Studio Ghibli kedua yang digarap oleh Yonebayashi. Film yang berjudul asli Omoide no Marnie ini menjadi istimewa karena ini adalah film pertama Studio Ghibli yang tidak memberikan kredit sama sekali pada duo Miyazaki-Takahata. Biasanya ada saja campur tangan mereka berdua dalam film-film buatan Ghibli, kali ini Yonebayashi benar-benar diberikan keleluasaan penuh. Yonebayashi malah ikut menulis skenario yang diadaptasi dari novel When Marnie Was There buah karya penulis cerita anak-anak asal Inggris Joan G. Robinson. Bagaimanakah hasilnya?

Continue reading ‘When Marnie Was There’

Kaguya-hime no Monogatari

Isao Takahata is back! Sutradara legendaris Studio Ghibli yang ini memang agak pelit membuat film anime jika dibandingkan rekannya sesama pendiri Studio Ghibli, Hayao Miyazaki. Sebagai sutradara, produktivitas Miyazaki telah menelurkan 9 film anime layar lebar untuk Studio Ghibli. Bandingkan dengan Takahata yang “hanya” menyutradarai 5 film hingga sekarang. Film terakhir Takahata yang berjudul My Neighbors The Yamadas dibuat 14 tahun yang lalu dan Takahata memulai proses pembuatan film Kaguya-hime sendiri sejak tahun 2005, yang berarti Takahata butuh 8 tahun untuk menyelesaikan Kaguya-hime. Waktu yang cukup panjang untuk membuat sebuah film animasi bukan? Akan tetapi Paku-san (panggilan akrab Takahata) merupakan sutradara yang perfeksionis seperti halnya Miya-san (panggilan akrab Miyazaki). Detail produksi, dari membuat story-board hingga proses editing akhir, semuanya dikerjakan melalui supervisi langsung oleh Paku-san. Karena itu, jangan kaget kalau misalnya mereka berdua sering kelelahan selesai menggarap satu proyek film anime, mengingat usia mereka yang sudah cukup lanjut (Paku-san 78 tahun, Miya-san 72 tahun). Oleh karena itu, aku benar-benar menantikan karya terakhir Paku-san yang satu ini, terlebih setelah melihat trailer Kaguya-hime yang menampilkan animasi unik yang belum pernah kulihat sebelumnya. Bagaimanakah hasilnya?
Continue reading ‘Kaguya-hime no Monogatari’

Kaze Tachinu

Para penggemar film-film animasi Studio Ghibli tentunya sudah terbiasa dengan pattern dua sutradara legendaris Ghibli. Hayao Miyazaki dikenal dengan film-filmnya yang berbau fantasi, terkadang supranatural. Counterpart-nya di Ghibli Isao Takahata lebih dikenal lewat film-filmnya yang bergaya neo-realism, natural dan lebih humanis. Tahun ini Studio Ghibli meluncurkan 2 film karya sutradara andalannya, tapi genre yang dipilih justru terbalik. Takahata membuat Kaguya Hime no Monogatari yang didasarkan pada legenda cerita rakyat Jepang, sedangkan Miyazaki memilih membuat film Kaze Tachinu yang bergaya neo-realism tanpa embel-embel supranatural. Untuk pertama kali Hayao Miyazaki membuat film biografi dan yang dipilihnya kali ini adalah Jiro Horikoshi, desainer pesawat Zero yang menjadi andalan angkatan perang Jepang jaman perang dunia kedua, termasuk diantaranya sukses berperan dalam menghancurkan pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbor, Hawaii.

Peringatan, beberapa bagian review kali ini berisi spoiler.

Continue reading ‘Kaze Tachinu’


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: