Archive for the 'Random Post' Category

Nonton 4DX

Lama juga aku tidak mengunjungi blog ini, apalagi mengisinya dengan tulisan. Maklumlah, aku sempat mudik pulang ke Indonesia selama 3 mingguan dan sejak kembali ke Jepang penyakit malas ngeblog kumat. OK, kali ini aku cuma ingin membahas pengalaman nonton film di bioskop dengan teknologi 4DX.

Pertama soal istilah, apa itu 4DX? Menurut penuturan wikipedia, 4DX adalah teknologi perfilman yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan Korea Selatan untuk menggabungkan tontonan dengan efek di lingkungan sekitar. Singkatnya, sambil menonton film, penonton juga bisa merasakan sensasi kejadian di dalam film secara langsung dengan bantuan teknologi khusus seperti misalnya kursi yang bergerak secara mekanik sesuai dengan gerakan adegan dalam film, bau yang keluar untuk mendukung suasana, efek cipratan air pas adegan basah-basahan, hawa panas ketika adegan yang melibatkan api berkobar dan lain-lain.

Tadinya aku bermaksud menonton film 4DX di Nagoya yaitu di bioskop Korona World dengan tiket seharga 3100 yen (1800 yen untuk HTM, 300 yen untuk efek 3D, dan 1000 yen untuk 4DX). Tapi sejak tayangan perdana film 4DX Iron Man 3 di sana, aku belum sempat juga merasakan sensasi 4DX di bioskop Jepang.
Eh…. Ternyata malah aku merasakannya di dalam negeri, tepatnya ketika pulang mudik kemarin sewaktu menonton film Percy Jackson: Sea of Monsters di bioskop Blitz Grand Indonesia.

Kesannya?
Yah, karena ini pengalaman nonton pertama kali, tentu saja aku merasakan sensasi nonton yang berbeda dengan nonton film biasanya. Yang cukup menyenangkan adalah efek bau-bauan bunga sewaktu adegan di hutan dan hawa panas sewaktu adegan melibatkan api. Entah kenapa aku kurang bisa merasakan percikan air ketika adegan film sedang bersetting di laut, mungkin akunya yang kurang sensitif terhadap cipratan air. Sedangkan yang agak mengganggu menurutku gerakan kursi mekanik yang cenderung mengganggu keasyikan nonton. Beberapa kali hentakan kursi membuat kacamata 3D yang kukenakan miring ke kanan-kiri terbentur sandaran kursi sehingga mengganggu konsentrasi nonton.

Yang pasti, nonton 4DX untuk pertama kali cukup menyenangkan. Setidaknya aku pengen nonton film 4DX lagi, tentunya nonton film yang berbeda. Kayaknya sih aku lebih memilih nonton pas sedang mudik lagi, habisnya harga tiket 4DX di Indonesia cuma setengah harga tiket nonton 4DX di Jepang. HTM 4DX di Blitz cuma Rp. 150.000 di hari libur, bandingkan dengan nonton di Korona World Nagoya yang kalau di kurs rupiah bisa mencapai Rp. 310.000-an.

Stupid Movie

Stupid movies made by stupid directors, played by stupid actors, for stupid audiences. Sometimes I am glad for being stupid enough, so I can enjoy to watch some of that stupid movies. For me, being a stupid audience is a gift and a curse altogether and it makes me feel the humanity of being not smart.

Latar Mitologi The Lord of the Ring

Postingan kali ini lebih bersifat sebagai penyegar ingatan saya pribadi dan sarana persiapan sebelum nonton trilogi terbaru buatan Peter Jackson yaitu The Hobbit. Mungkin para pembaca sekalian yang sudah menonton trilogi film The Lord of the Ring (TLOTR) maupun pernah membaca novel karya J.R.R. Tolkien tersebut banyak mengetahui latar belakang mitologi Middle Earth yang menjadi sentral cerita, atau malah belum tahu tentang latar ceritanya. Di sini saya ingin membuat ringkasan tentang latar belakang mitologi Middle Earth, terutama tentang makhluk-makhluk yang menghuninya. Seperti yang telah diketahui, J.R.R. Tolkien banyak mengambil dari campuran mitologi biblikal, mitologi Inggris kuno (Anglo-Saxon), Nordik, Jerman kuno, Persia hingga mitologi Yunani/Romawi sebagai dasar dari mitologi Middle Earth. Yang namanya ringkasan tentunya banyak sekali hal yang disingkat dan dibuat sesederhana mungkin agar gampang dimengerti, apalagi sebagian besar isi tulisan ini diambil dari buku The Silmarillion yang isinya banyak berbentuk syair. Bagi yang ingin mengetahui lebih mendalam dan detail tentang sejarah Middle Earth, bisa langsung mengunjungi link ke wikipedia yang saya sediakan. Atau jauh lebih baik lagi jika membeli dan membaca buku The Silmarillion.

Continue reading ‘Latar Mitologi The Lord of the Ring’

Empat Opas – Pertemuan di Kotaraja

Tulisan review novel silat ini sebenarnya tulisan lama yang pernah dimuat dalam blog lama-ku yang sudah dihapus. Kali ini sengaja ku edit dan diposting lagi di sini sekaligus persiapan untuk review film yang merupakan adaptasi dari buku ini. Serial empat opas atau dalam bahasa aslinya Shi Da Ming Bu (四大名捕) merupakan novel bergenre wuxia karya pengarang cerita silat yang cukup terkenal yaitu Wen Rui-An. Serial ini sudah beberapa kali diadaptasi dalam bentuk media lain terutama serial drama TV. Adaptasi lainnya berbentuk komik Manhua hasil karya komikus China Andy Seto. Buku yang kubaca ini merupakan hasil terjemahan Tjan ID.

Empat opas mengetengahkan kisah petualangan 4 orang pemuda yang berprofesi sebagai opas (petugas hukum kerajaan semacam polisi) bawahan seorang petinggi kerajaan bernama Zhuge Zeng-wo dan bersetting pada masa dinasti Song. Keempat opas ini merupakan rekrutan dan didikan langsung dari Tuan Zhuge dan urutan mereka dihitung berdasarkan siapa saja yang terlebih dahulu ikut dibawah bimbingan Tuan Zhuge. Buku Pertemuan di kotaraja dibagi menjadi 5 bab dimana masing-masing satu bab mengetengahkan perjalanan satu opas dalam menguak misteri dan kasus kriminal. Bab ke-5 atau yang terakhir merupakan pemecahan kasus besar yang melibatkan ke-4 opas yang berkumpul dan bekerja sama satu sama lain. Masing-masing empat bab awal menggali sosok personal opas sekaligus juga sebagai babak perkenalan tokoh utama.
Continue reading ‘Empat Opas – Pertemuan di Kotaraja’

Entah kapan bisa nonton konser Tokyo Jihen

Mungkin postingan ini boleh dikategorikan sebagai curhat terselubung, gara-gara gagal nonton konser Tokyo Jihen Live Tour 2011 Discovery di Nagoya 😀 Continue reading ‘Entah kapan bisa nonton konser Tokyo Jihen’

Tiga tahun Toumei Ningen

Flow like water


Tepat tanggal 25 Juli 2011, blog Toumei Ningen berusia tiga tahun dan itu berarti selama tiga tahun saya eksis menulis review film dalam satu blog yang sama ini. Postingan ini adalah postingan ke 150, jadinya selama tiga tahun sudah 150 tulisan yang saya terbitkan, dan itu berarti kira-kira 50 tulisan per tahun. 50 tulisan per tahun adalah jumlah yang sedikit, sangat-sangat sedikit dibanding banyak blogger yang mengkhususkan dirinya menulis review film, tambah lagi saya juga menyisipkan beberapa review musik dan tulisan random. Tapi yang membuat saya senang adalah blog ini tahan cukup lama kalau mengingat saya sudah beberapa kali berganti alamat blog. Continue reading ‘Tiga tahun Toumei Ningen’

The Social Network, another story.

Setelah selesai nonton film The Social Network, tiba-tiba aku teringat dengan sebuah situs jejaring sosial lain yang menurutku kisah tokoh developernya menarik untuk diangkat ke layar lebar. Namanya mixi dan mungkin orang diluar Jepang kurang kenal dengan mixi. Akan tetapi di Jepang sendiri, mixi adalah situs jejaring sosial paling banyak dipakai oleh orang Jepang, mengalahkan pemakaian facebook sekalipun. Hingga kini, mixi terhitung meraih pasar pengguna sekitar 80 persen dari total pemakai situs jaringan sosial di Jepang. Aku jadi berandai-andai jika seandainya kisah ini diangkat ke layar lebar, bakalan seperti apakah jadinya. Namanya juga berandai-andai, mari kita lihat kira-kira bagian apa saja yang menarik untuk ditampilkan. Continue reading ‘The Social Network, another story.’


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: