Archive for the 'Buku' Category

Kho Ping Hoo, asimilasi budaya dan kawin campur. Sebuah opini.

Kho Ping Hoo (KPH) dikenal luas di Indonesia sebagai pengarang buku cerita silat (cersil). Mayoritas karyanya mengambil kisah kepahlawanan para pendekar di negeri Tiongkok. Selain itu KPH juga membuat beberapa judul dan serial cersil dengan latar Jawa seperti serial Badai Laut Selatan, Perawan Lembah Wilis dan Darah Mengalir di Borobudur.

Di antara sekian banyak karyanya dengan latar belakang Tiongkok dan Jawa, KPH pernah membuat 2 judul cersil dengan tokoh campuran Tionghoa dan Jawa dimana tokoh-tokoh berbeda etnis dan budaya tersebut terlibat hubungan asmara. Keduanya berjudul Kilat Pedang Membela Cinta (KPMC) dan Sejengkal Tanah Sepercik Darah (STSD), ditulis pada tahun 1981 dan terbit bersamaan pada tahun 1982.

Continue reading ‘Kho Ping Hoo, asimilasi budaya dan kawin campur. Sebuah opini.’

Jian Ke Xing (Hikmah Pedang Hijau)

Cover terjemahan Jian Ke Xing terbitan Jepang, alih bahasa oleh Okazaki Yumi

JIAN KE XING (劍客行)

Swordsman’s Journey

Hikmah Pedang Hijau

Novel ini adalah novel wuxia panjang pertama yang ditulis seluruhnya oleh Gu Long hingga habis pada tahun 1961 (ada yang bilang 1962). Walau ada beberapa novel wuxia lain yang ditulis sebelumnya oleh Gu Long, novel-novel tersebut biasanya ada bagian yang ditulis ghostwriter, kalau bukan karya kolaborasi dengan penulis lain.

Pada tahun 1964, penerbit Minxiang mencetak ulang novel ini dengan judul Wuqing Bijian (Pedang Hijau Tanpa Perasaan) dan mungkin judul ini yang dipakai oleh penyadur dengan terjemahan Hikmah Pedang Hijau.

Plot

Pendekar pedang geledek Zhan Yutian tewas menggenaskan secara misterius. Sebelum mati, Zhan Yutian masih sempat mewariskan pedang dan sebuah kantong misterius pada putra satu-satunya Zhan Bai. Kantong tersebut berisi benda-benda kecil yang diyakini Zhan Bai milik orang-orang yang mengeroyok dan membunuh ayahnya.

Awalnya Zhan Bai hanya memiliki ilmu silat biasa saja hingga akhirnya mewarisi kitab pusaka berisi ilmu maha sakti peninggalan tokoh sakti masa lalu Zhiyan Langjun (Pria Ganteng Bermata Satu).

Dengan menguasai ilmu paling sakti sejagad, diiringi para cewek cantik jelita yang semuanya naksir dan tergila-gila padanya, mulailah kisah Zhan Bai si jago muda menuntaskan dendam dan menjadi jago nomor satu.

Continue reading ‘Jian Ke Xing (Hikmah Pedang Hijau)’

Golok Bulan Sabit (Yuan Yue Wen Dao)

Cover novel Yuan Yue Wen Dao jilid pertama

小楼一夜听春雨

xiǎo lóu yí yè tīng chūn yǔ

Mendengarkan hujan musim semi pada suatu malam di loteng kecil.

Itulah syair 7 huruf yang terukir di golok melengkung milik Qingqing.

Sebuah novel Wuxia karya Gu Long.

Plot

Spoiler Alert!!!


Secara garis besar, buku Golok Bulan Sabit ini terbagi menjadi 3 bagian yaitu,

  1. Ding Peng, seorang pemuda yang masih hijau yang berambisi meraih nama besar, baru saja berhasil menaklukkan 3 pendekar ternama dengan pedangnya. Ilmu pedangnya sebenarnya tak istimewa, tapi ada satu jurus dahsyat warisan ayahnya yang mampu mengalahkan 3 jago pedang ternama. Liu Ruosong si jago pedang ke-4 yang ditantang Ding Peng menggunakan cara licik. Ding Peng tertipu, dipermalukan, ilmu pedangnya dicuri, malah Ding Peng dituduh mencuri ilmu pedang warisan ayahnya.
  2. Ding Peng merasa ingin mati. Di saat ingin bunuh diri, Ding Peng bertemu Qingqing yang mengaku sebagai siluman rase. Keduanya jatuh cinta, menikah dan hidup di lembah tempat Qingqing dan keluarga siluman rasenya berada. Ding Peng belajar dan berlatih ilmu golok warisan keluarga Qingqing selama 4 tahun hidupnya di dalam lembah.
  3. Petualangan Ding Peng dan Qingqing di dunia persilatan, membalas dendam dan menuntaskan ambisi Ding Peng menjadi jago nomor satu dunia persilatan.
Continue reading ‘Golok Bulan Sabit (Yuan Yue Wen Dao)’

Ando-kun

Live Traffic


%d bloggers like this: