Tokyo Jihen Bubar!

To every good thing there has to be an end
(Lambrtzism)

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Kira-kira 2 bulan yang lalu aku gagal nonton konser Tokyo Jihen Discovery Tour dan sempat bertanya-tanya kapankah akan nonton konser mereka, tiba-tiba saja datang kabar mengejutkan dari official website mereka di SR Nekoyanagi Honsen. Pada tanggal 11 Januari 2012, TOKYO JIHEN menyatakan BUBAR nanti pada tanggal 29 Februari 2012, tepat saat konser terakhir Tokyo Jihen yang akan diadakan di Nippon Budokai Tokyo.

Sebagai salam perpisahan untuk para penggemar, Tokyo Jihen merencanakan menggelar konser terakhir yang diberi nama Tokyo Jihen Live Tour 2012 Domestique Bon Voyage. Konser Domestique Bon Voyage hanya diselenggaran di 3 kota pada bulan Februari 2012 yaitu, Yokohama (14 & 15 ), Osaka (21 & 22), Tokyo (28 & 29). Dengan sangat menyesal aku tak bisa menonton konser perpisahan mereka karena jadwal konser diselenggarakan pada hari kerja. Cutiku sudah habis buat mudik pulkam Desember kemarin dan sisa satu hari sudah kurencanakan dipakai untuk nonton konser terbatas member Le Ciel nanti tanggal 23 Februari. :cry: Belum lagi sistem penjualan tiket konser perpisahan mereka ini menggunakan sistem undian, hanya yang beruntung akan mendapatkan tiket tersebut.
Selain konser, Tokyo Jihen juga berencana merilis album live best mereka yang berjudul LIVE BEST SELECTION ALBUM Tokyo Collection pada tanggal 12 Februari 2012.

Semoga suatu hari nanti Shiina Ringo akan membentuk Tokyo Jihen kembali dengan anggota baru Dai Sanki (Fase ke-3), seperti saat Shiina Ringgo menghidupkan kembali Tokyo Jihen dengan Dai Niki (Fase ke-2).
Turut berduka cita dengan sesama fans Tokyo Jihen.

Flying Swords of Dragon Gate dan sedikit latar sejarah

Kolaborasi sutradara/produser Tsui Hark dan bintang laga Jet Li sudah cukup dikenal oleh para pecinta film martial arts lewat seri Wong Fei-hung era 1990-an. Kali ini Tsui Hark kembali mengajak Jet Li dalam pembuatan karya terbarunya yang dilabeli oleh Tsui Hark sebagai re-imagine film produksi tahun 1992 New Dragon Gate Inn yang diproduseri oleh Tsui. New Dragon Gate Inn sendiri merupakan remake film Dragon Gate Inn produksi 1967 yang diisutradarai oleh sutradara legendaris Taiwan, King Hu. Kalau melihat setting film Flying Swords of Dragon Gate yang diambil 3 tahun setelah peristiwa terbakarnya Penginapan Gerbang Naga pada ending New Dragon Inn, film ini lebih cocok disebut sebagai sequel tak langsung dari New Dragon Inn daripada sebutan re-imagining. Tsui Hark menyatakan bahwa teknik 3D yang digunakan dalam film ini akan membuka interpretasi baru dalam film bergenre wuxia, namun sayangnya aku harus cukup puas nonton versi 2D-nya karena jadwal nontonnya 3D terlalu mepet buatku. Continue reading ‘Flying Swords of Dragon Gate dan sedikit latar sejarah’

Children Who Chase Lost Voices from Deep Below – A Tribute from Makoto Shinkai

Ketika mendapatkan kabar bahwa Makoto Shinkai kembali berkarya membuat film animasi, dalam hati aku bersorak riang, “Welcome back Shinkai-sensei!” Bayangkan saja, karya terakhir Shinkai yang berjudul 5 centimeters per second rilis tahun 2007, butuh penantian 4 tahun untuk menonton karya panjang Shinkai yang berikutnya. Sayangnya film yang judul aslinya Hoshi wo Ou Kodomo (anak pengejar bintang) hanya diputar dengan layar terbatas. Malah bioskop jaringan TOHO dekat tempat tinggalku tak menayangkan film ini, sedangkan kalau aku mau nonton mesti pergi ke pusat kota yang agak jauh. Alhasil, aku cuma menunggu keluarnya DVD originalnya saja untuk di sewa. Apakah kali ini Makoto Shinkai kembali membuat para “Galau-ers” kembali menggalau setelah menonton film karyanya? Continue reading ‘Children Who Chase Lost Voices from Deep Below – A Tribute from Makoto Shinkai’

Wild 7 – Tujuh biker jagoan

Calling the fallen angel
Rolling on cold asphalt

Pertama kali tahu tentang film ini justru dari band rock terkenal L’Arc~en~Ciel, gara-gara mereka merilis single [CHASE] yang dijadikan theme song film ini. Tadinya aku merasa lucu dengan lirik lagu [CHASE] yang tertulis diatas. Setelah nonton barulah aku tahu maksudnya. Fallen angel yang di maksud adalah 7 jagoan dalam film ini merupakan mantan bandit, sedangkan bait kedua berhubungan dengan aksi mereka di jalanan. Ya…. mereka bertujuh adalah para biker yang menunggang 7 motor keren. Setelah tahu film ini akan diputar, langsung saja aku mencari info ceritanya dan ternyata film ini merupakan versi live action adaptasi manga berjudul sama yang anime-nya pernah populer di tahun 70-an. Continue reading ‘Wild 7 – Tujuh biker jagoan’

K-On! The Movie

Sewaktu menonton serial K-On season 2 yang berakhir menggantung dan dilanjutkan dengan pengumuman akan dibuatnya versi The Movie, cuma satu pendapatku: rumah produksinya mau cari untung mumpung serialnya ngetop. Benarkah demikian? Tapi tetap saja aku ingin nonton dan penasaran, seperti apa sih K-On! The Movie ini. Continue reading ‘K-On! The Movie’

Entah kapan bisa nonton konser Tokyo Jihen

Mungkin postingan ini boleh dikategorikan sebagai curhat terselubung, gara-gara gagal nonton konser Tokyo Jihen Live Tour 2011 Discovery di Nagoya :D Continue reading ‘Entah kapan bisa nonton konser Tokyo Jihen’

20th L’Anniversary Concert in Nagoya

Bagian depan Nippon Gaishi Hall siang hari, sebelum ramai dipadati fans di sore hari

Ketika Laruku berencana menggelar tour nasional memperingati ulang tahun 20 tahun terbentuknya band mereka setelah konser besar di Ajinomoto Stadium Tokyo, aku langsung ambil ancang-ancang untuk menonton langsung di kota terdekat yaitu Nagoya. Untuk itu aku harus memastikan perolehan tiket terlebih dahulu, yaitu dengan cara menjadi anggota Le Ciel, fans club resmi Laruku. Sebagai member Le Ciel, para anggota memperoleh kesempatan untuk memesan tiket sebelum dijual bebas ke masyarakat. Dengan membayar iuran anggota plus biaya masuk, jadilah aku member Le Ciel, dan benar saja beberapa minggu kemudian ada email dari Le Ciel yang menawarkan pembelian tiket konser 20th L’Anniversary sebelum dijual bebas. Nonton sendiri tentunya terasa sepi, sehingga aku menawarkan pada teman blogger yang juga penggemar Laruku Apratz yang berdomisili di Tokyo untuk nonton konser bareng sekaligus kopdaran antar blogger. Beliau setuju untuk nonton Laruku bareng di Nagoya dan jadilah aku memesan 2 tiket konser untuk konser hari pertama 2 November 2011. Continue reading ’20th L’Anniversary Concert in Nagoya’

Detective Conan The Movie 15: Quarter of Silence

Masih berminat nonton Detective Conan layar lebar? Entah kenapa, menurutku semakin besar angka the movie-nya justru semakin membuatku malas nonton di bioskop dan tak terlalu penasaran untuk nonton di media lainnya. Malah akhir-akhir ini serial TV-nya juga sudah jarang kuikuti lagi. Tapi ya sudah, toh aku sudah mengikuti serial Conan hingga belasan tahun (film ke-15 berarti riwayat anime Detective Conan sudah memasuki tahun ke-15) walaupun sudah tidak kontinyu seperti dulu. Mengenai judul, maksud dari judul Quarter disini adalah 15 menit, dihubungkan dengan batas waktu yang dimiliki korban tertimbun longsoran salju untuk hidup sebelum akhirnya tewas kedinginan jika terlambat ditemukan. Continue reading ‘Detective Conan The Movie 15: Quarter of Silence’

Marilah kita berkeluarga

Postingan ini khusus untuk memenuhi permintaan seseorang yang bilang ingin tahu arti lirik dari lagu Fukuyama Masaharu yang berjudul Kazoku ni Narou yo. Tentu saja terjemahan lirik yang saya tulis dibawah ini hanyalah semacam bentuk terjemahan bebas a la Toumei Ningen. Lagu ini sendiri ditulis oleh Fukuyama setelah terjadinya bencana tsunami di daerah Tohoku Jepang tanggal 11 Maret 2011 lalu, dimana Fukuyama merasakan betapa ikatan keluarga sangat dibutuhkan dalam situasi pasca bencana (baik bencana kecil maupun besar) untuk saling memberikan dukungan satu sama lain. Masih lekat dalam ingatanku membaca berita di koran pasca bencana tsunami Tohoku, betapa cukup banyak wanita dewasa di Jepang menyatakan ingin bersuami karena ingin mendapatkan sosok suami dan ayah bagi anak mereka untuk berbagi dalam keadaan suka dan duka. Continue reading ‘Marilah kita berkeluarga’

Usagi Drop (Live Action)

Cukup banyak film yang bercerita tentang orang tua dadakan yang setengah terpaksa mengurus anak kecil, dari awalnya ogah-ogahan sampai akhirnya lambat lain berubah menjadi sosok orang tua yang sesungguhnya. Lihat saja contohnya film Hollywood Three Men and a Baby beserta sequelnya, lalu di belahan benua asia juga ada Speedy Scandal (Korea). Biarpun temanya diulang-ulang beberapa kalipun, asalkan digarap dengan menarik tentunya film dengan cerita seperti ini bsa dijadikan film hiburan buat tontonan keluarga. Usagi Drop (kadang diterjemahkan menjadi Bunny Drop) sendiri merupakan film layar lebar hasil adaptasi manga berjudul sama karya Yumi Unita yang juga telah diangkat menjadi serial anime dengan judul yang sama pula. Aku sendiri belum membaca manga ataupun menonton anime Usagi Drop, sehingga review ini murni hanya berdasarkan tontonan film live action saja. Continue reading ‘Usagi Drop (Live Action)’

Next Page »


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 26 other followers