Posts Tagged 'woo'

The Best of 5 Films by John Woo

johnwoo14

Bagi para penggemar film eksyen, siapa yang tidak kenal nama sutradara John Woo? Woo dikenal luas dunia perfilman sejak kolaborasinya dengan aktor Chow Yuen-Fat memiliki gaya penyutradaraan yang khas sehingga sutradara sekelas Quentin Tarantino dan Sam Raimi juga turut mengaguminya. Walaupun hingga sekarang Woo masih aktif sebagai sutradara namun banyak pihak mulai menilai kalau masa emas John Woo mulai pudar.

Berikut ini adalah 5 film terbaik versi pilihan saya pribadi yang telah menonton sebagian besar film-film John Woo sejak A Better Tomorrow, baik yang dibuat di Hongkong maupun setelah Woo hijrah ke Hollywood. Menurut saya, kelima film dibawah ini cukup membuat sosok John Woo layak untuk dinobatkan sebagai salah satu sutradara eksyen terbaik.

1. The Killer (1989)
Film penuh balutan kekerasan ini juga sarat dengan drama perseteruan sekaligus persahabatan unik antara tokoh polisi dan kriminal buruannya. Anehnya film ini kurang sukses secara komersil di Hongkong, tapi sukses besar dan banyak dipuji oleh kritikus diluar China.

Film ini bercerita mengenai pembunuh bayaran yang diperankan Chow Yuen-Fat dalam usahanya mengumpulkan uang demi operasi transplantasi mata seorang penyanyi (Sally Yeh) yang buta akibat perbuatan Chow. Danny Lee berperan sebagai polisi yang memburu si pembunuh bayaran.

Adegan paling berkesan:
– Chow dan Danny Lee saling menodongkan senjata didepan Sally yang buta sambil ngobrol berlagak bagaikan dua sahabat baik.
– Adegan pertempuran klimaks didalam gereja sangat sulit untuk dilupakan.

2. Bullet in the Head (1990)
Film ini dianggap John Woo sebagai karyanya paling personal yang dipengaruhi oleh Deer Hunter dan Apocalypse Now. Film ini juga kurang laku di Hongkong seperti halnya The Killer, karena menghadirkan adegan kekacauan yang dialegorikan dengan peristiwa Tiananmen yang tidak suka dibahas oleh masyarakat China pada saat itu. Secara kualitas, anda sebaiknya menonton sendiri untuk mengetahui mengapa saya memasukkannya ke urutan dua.

Bersetting pada sekitar kerusuhan Hongkong tahun 1967, berkisah mengenai tiga sekawan (Tony Leung, Jackie Cheung, dan Waise Lee) yang hidup dikawasan miskin di Hongkong. Karena dicari polisi akibat membunuh orang, mereka bertiga melarikan diri ke Vietnam yang sedang dilanda perang sambil mencari peruntungan lewat bisnis penyelundupan. Di Vietnam, hubungan tiga sahabat ini mengalami pasang surut akibat perebutan harta berupa kepingan emas.

Adegan paling berkesan:
– Ketiga sahabat berlomba berkejar-kejaran dengan sepeda ontel sambil tertawa-tawa di dermaga.
– Adegan Jackie Cheung dan Tony Leung dipaksa menembak sesama tahanan perang.
– Adegan bersarangnya peluru di kepala seorang tokoh dan menjadi judul film ini.

3. Hard Boiled (1992)
Ini adalah film terakhir John Woo sebelum hijrah ke Hollywood pada era 1990-an. Kalau mengesampingkan cerita dan lainnya serta hanya fokus pada adegan eksyen, inilah film yang cocok untuk bertengger di nomor satu dengan adegan eksyen gila-gilaannya. Dijamin 30 menit adegan akhir penyanderaan di rumah sakit akan membuat anda duduk tegang menyimak tanpa ingin jeda sebentar ke toilet.

Bercerita tentang dua tokoh polisi berlainan latar belakang dan sifat dalam usaha mereka meringkus penyelundup senjata. Chow Yuen-Fat memerankan polisi biasa yang awalnya怀kepengen jadi musisi jazz lalu terobsesi menuntaskan kasus penyelundupan sedangkan polisi mata-mata yang menyamar sebagai anggota geng penyelundup senjata dibawakan oleh Tony Leung.

Adegan paling berkesan:
Tentu saja adegan penyanderaan di rumah sakit, terutama adegan non-stop 2 menit 42 detik yang menampilkan Chow dan Tony berdebat penuh emosi tentang polisi membunuh polisi sambil bahu membahu melawan musuh.

4. A Better Tomorrow (1986)
Film inilah yang memulai genre jagoan mafia-mafiaan yang mempengaruhi secara luas dunia perfilman Hongkong sekaligus membuat nama Chow Yuen-Fat melesat ngetop bagaikan roket. Jas terusan panjang yang dipakai Chow dalam film juga ikut-ikutan ngetren dalam dunia fashion anak muda. Yang membuat film yang dikenal di Indonesia dengan judul Gangland Boss ini nangkring dalam lima besar adalah gaya filmnya yang stylish. Sayangnya gaya stylish ini tidak dilanjutkan oleh sequelnya A Better Tomorrow II yang bergaya lebih mirip opera sabun.

Film diawali dengan kisah dua anggota triad (mafia China) yang diperankan Chow dan Ti Lung. Chow cacat kakinya akibat usahanya membalas perbuatan triad lain menjebak Ti Lung hingga Ti Lung masuk penjara. Beberapa tahun kemudian, Ti Lung bebas dari penjara dan bertemu dengan adik kandungnya (dibawakan oleh Leslie Cheung) seorang polisi yang seret karirnya akibat latar belakang abangnya yang terkait mafia. Selain itu juga Ti Lung bertemu kembali dengan Chow yang berkaki pincang dan bekerja sebagai tukang cuci mobil bos triad baru.

Adegan paling berkesan:
– Chow bercerita kepada anggota triad yang masih hijau tentang dirinya yang dipaksa minum air kencing.
– Chow membalaskan dendam sehingga menyebabkan kakinya pincang.

5. Face/Off (1997)
Satu-satunya film Hollywood garapan John Woo yang sukses baik secara komersil maupun tanggapan positif para kritikus film barat. Dalam film ini, John Woo benar-benar dibebaskan oleh para produser untuk menggarap film tanpa dihalang halangi sebagai mana film sebelumnya.

Detektif Sean Archer (John Travolta) melacak dan menangkap kriminal sinting Castroy (Nicholas Cage). Sayangnya setelah Cage tertangkap, rencana pengeboman tetap dilanjutkan oleh adik Castroy, yakni Polux. Untuk mengungkapkan kasus secara tuntas, Archer bersedia menjalani operasi wajah dan menyamar sebagai Castroy untuk mendekati Polux. Celakanya Castroy yang asli berhasil lolos dan malah menjalani operasi wajah menjadi Archer sehingga polisi dan kriminal saling berganti identitas.

Adegan paling berkesan:
– Ketika Archer palsu dan Castroy palsu saling menodongkan senjatanya sambil melihat wajah masing masing lewat pantulan cermin.
– Bagiku akting Cage lebih keren daripada Travolta, terutama pada adegan Cage merasakan antara marah dan frustasi akibat polisi yang mengejarnya sebagai penjahat, padahal dirinya adalah polisi yang menyamar.


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: