Posts Tagged 'western'

Appaloosa – Genre koboy klasik Amerika

Sutradara: Ed Harris
Produksi: New Line Cinema ( 2008 )
Genre: Koboy – Western
Pemain: Ed Harris, Viggo Mortensen, Renee Zellwegner, Jeremy Irons

Sebetulnya saya agak malas membahas film Hollywood, akan tetapi untuk film Amerika yang cukup menarik dan jarang ada yang meresensinya dalam bahasa Indonesia tentu saja akan kubahas. Toh menulis film Hollywood bukanlah hal tabu bagiku, apalagi film ini adalah film koboy yang jarang dieksploitasi oleh sineas Amerika akhir-akhir ini.

Film dibuka dengan adegan marshal (jabatan semacam polisi) kota kecil Appaloosa yang datang ke ranch milik pemimpin geng koboy bernama Randall Bragg (Jeremy Irons) untuk menangkap anak buahnya yang didakwa membunuh dan memperkosa warga. Bragg bukan hanya menolak menyerahkan anak buahnya, bahkan dia juga membunuh sang marshal dan 2 orang deputinya.

Adegan selanjutnya beralih pada kedatangan 2 orang sahabat Everett Hitch (Ed Harris) dan Virgil Cole (Viggo Mortensen) ke kota Appaloosa. Hitch sendiri adalah veteran perang lulusan West Point yang berdua bersama Cole berprofesi sebagai petugas hukum bayaran. Oleh dewan pemimpin kota Appaloosa, duo koboy ini dikontrak untuk menyingkirkan Bragg beserta gengnya. Hitch meminta kekuasaan hukum penuh atas kota Appaloosa berada ditangannya, termasuk menjadi marshal baru dengan Cole sebagai deputi. Ketika ketegangan antara mereka berdua dengan geng Bragg semakin intens, kekompakan duet Hitch-Cole mulai terganggu dengan kedatangan wanita penggoda bernama Allie French (Renee Zellweger).

Film ini merupakan karya kedua Ed Harris selaku sutradara berdasarkan buku laris bertema western karya Robert B. Parker yang berjudul sama. Appaloosa mencoba untuk mengembalikan gaya bercerita koboy klasik Amerika yang sempat tergilas koboy spaghetti italia. Koboy klasik Amerika memang lebih menitik beratkan drama dan intrik antar tokoh dari pada aksi dan adu tembak (contoh: High Noon dan Warlock), dan Ed Harris cukup berhasil membawa film koboy ini ke gaya klasik dengan baik.

Kekuatan utama Appaloosa adalah karakter para tokoh utama dan intrik hubungan antar mereka. Dialog serta adu akting para pemainnya benar-benar dimanfaatkan sutradara Ed Harris dalam menghadirkan film koboy berkelas. Beruntung sekali 4 tokoh utama dimainkan oleh aktor dan aktris watak yang mampu membawakan peran dengan pas, terutama Renee Zellweger dan Viggo Mortensen. Gaya genit nan menggoda (sekaligus berhasil membuatku sebal) Zellweger benar-benar menambah hangat suasana. Zellweger mampu membawakan peran seorang wanita yang terlihat lemah ditengah kerasnya dunia wild west tetapi kuat dengan senjata pesona dan daya pikat yang mampu menaklukkan koboy gagah bersenjata pistol. Mortensen sendiri terlihat sangat cool sebagai koboy yang notabene “hanya” menjabat sebagai deputi. Saya jadi teringat dengan pembawaan Val Kilmer yang bermain sebagai Doc Holiday dalam film Tombstone. Lance Henriksen hanya muncul sebentar, tapi kehadirannya mampu mencuri perhatian.

Akting Ed Harris dan Jeremy Irons sendiri sebenarnya tidaklah mengecewakan, hanya saja karakter yang mereka bawakan menimbulkan sedikit kritikan untuk penulis skenario. Tokoh Hitch terlalu sentimentil untuk ukuran seorang veteran perang dan koboy berpengalaman, hal ini terlihat beberapa kali pada adegan Hitch “curhat” dengan Cole. Sedangkan karakter yang dibawakan Jeremy Irons kurang dikembangkan terlalu dalam. Dia muncul diawal film sebagai pemimpin geng yang kejam dan berpengaruh, tapi entah kenapa belakangan malah muncul bagaikan businessman. Perubahan karakterisasi tokoh antagonis ini malah lewat begitu saja.

Secara keseluruhan, film ini bagaikan air pemuas dahaga film koboy old-fashion yang jarang muncul. Paling cuma remake film 3:10 from Yuma-nya Russel Crowe dan The Assassination of Jesse James-nya Brad Pitt yang masuk kategori koboy klasik bagus akhir-akhir ini.

Rating: 3.5/5


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: