Posts Tagged 'varg veum'

Varg Veum – The Next Sequels of Norwegian Detective

Sejak menonton film pertamanya Bitter Flowers yang dirilis ke bioskop-bioskop pada tahun 2007, aku mulai tertarik untuk mencari dan menonton 5 sequel drama detektif Norwegia ini. Harap maklum, aku lumayan suka dengan film misteri dan kisah detektif asah otak model beginian. Dua film awal dirilis seperti halnya film biasa ke bioskop, tapi 4 sequel terakhir diproduksi dan dirilis langsung lewat DVD. Film pertama yang diarahkan oleh sutradara Norwegia berdarah Pakistan Ulrik Imtiaz Rolfsen telah kubahas sebelumnya dilink ini. Seluruh film menampilkan aktor Norwegia Trond Espen Seim sebagai detektif swasta Varg Veum dan Bjorn Floberg sebagai Inspektur Polisi Hamre.

2nd Movie: Varg Veum – Sleeping Beauty
Judul asli: Varg Veum – Tornerose
Sutradara: Erik Richter Strand
vargroseSinopsis singkat: Veum diminta oleh untuk pasangan Halle untuk menemukan anaknya Lisa yang lari dari rumah. Setelah memulangkan Lisa ke rumah orang tuanya, Veum bertemu dengan tetangga keluarga Halle yaitu pasangan Werner yang juga kehilangan anaknya Peter dan meminta Veum untuk mencari anak mereka juga. Rupanya larinya Lisa dari rumah berhubungan erat dengan menghilangnya Peter. Tak lama kemudian Peter ditemukan tewas. Siapakah yang membunuh Peter?

Bergantinya sutradara memang membuat film terasa lain. Entah kenapa, hawa misteri dan suspense di film pertama banyak yang menguap di film kedua ini. Ketegangan dan misteri diganti dengan drama yang berjalan dengan agak lamban. Padahal sayang sekali jika misteri berbelit dalam film ini tidak terlalu memancing penasaran para penonton. Kebetulan sekali sinematografernya sama (kayaknya sama untuk seluruh film) dan sinematografinya lumayan enak untuk dilihat.

Rating: 3/5
————————————————————–
3rd Movie: Varg Veum – Yours Until Death
Judul asli: Varg Veum – Din Til Døden
Sutradara: Erik Richter Strand
vargtillSinopsis singkat: Veum disewa oleh Jonas Andresen untuk menemukan mobilnya yang dikabarkannya dicuri oleh istrinya Wenke. Pasangan Andresen sendiri sedang berada dalam proses perceraian. Mobil tersebut ternyata telah dijual oleh Wenke ke bengkel milik Pedersen. Masalahnya mobil sengketa pasangan Andresen tersebut dipakai untuk merampok. Jadilah Veum terjebak diantara perseteruan perceraian pasangan Andresen, kasus perampokan dan ditambah lagi Veum mulai tertarik dan berkencan dengan Wenke.

Perasaan agak membosankan dari film kedua masih terasa di sequel ketiga ini. Aku tidak tahu alasan dibalik perilisan film ketiga ini (juga keempat lima dan enam) bukan di bioskop melainkan direct to DVD. Yang pasti bila pendapatku ditanyakan mengenai film sequel kedua, jawaban negatifku mungkin dijadikan acuan untuk menghentikan rilis bioskop (untung aku cuma amatiran). Padahal secara cerita sebenarnya lebih menarik dibandingkan yang kedua karena melibatkan emosi tokoh utama Varg Veum, hanya saja jatuhnya jadi biasa saja mirip kasus film kedua. Kurang tegang dan misterinya juga kurang bikin penasaran. Kelihatannya sutradara Erik Richter Strand kembali gagal dalam membangun ketegangan dan misteri kasus yang ditangani oleh Varg Veum. Apakah ini dikarenakan kurang suksesnya sang sutradara mencoba men-drama-kan film misteri detektif? Entah kenapa beberapa kritikus Norwegia memuji film ini lebih baik dari film pertama Bitter Flowers. Satu-satunya hal yang lebih dibandingkan yang pertama dalam film ini adalah tensi adu akting yang menarik antara duet Seim dan Floberg.

Rating: 3.25/5
—————————————————————————————-
4th Movie: Varg Veum – Fallen Angel
Judul asli: Varg Veum – Falne Engler
Sutradara: Morten Tyldum
vargfallenSinopsis singkat: Veum bertemu dengan mantan kekasihnya Rebecca yang telah menikah dengan sahabat karibnya Jacob, seorang vokalis band terkenal. Jacob curiga kalau Rebecca selingkuh dan meminta Veum untuk menyelidikinya. Kobaran asmara masa lalu membuat Veum justru melakukan affair dengan Rebecca. Celakanya setelah acara one night stand dengan Veum, Rebecca terbunuh dan polisi menemukan sisa sperma Veum pada mayat Rebecca. Selain itu juga berturut-turut ditemukan korban lain yang tewas dengan cara yang sama dengan kematian Rebecca.

Sequel keempat ini menyelamatkan keinginanku untuk menonton lebih lanjut hingga film terakhir setelah tadinya aku mulai berangsur tak tertarik lagi. Lagi-lagi mungkin dikarenakan pergantian sutradara kembali. Kasus kali ini sekali lagi melibatkan emosi Varg Veum karena korban adalah kenalan dekatnya. Misteri yang diusung cukup membuat penasaran, malahan aku sempat salah menebak motif pembunuhannya hingga dua kali. Dalam film ini, misteri siapa pembunuhnya tidak terlalu menarik perhatian karena sosok pembunuhnya terlalu cepat diungkapkan. Justru motif pembunuhnyalah yang membuatku penasaran. Selain itu juga tensi adu akting antara Seim dan Floberg jauh berkurang dibanding film sebelumnya. Mungkin karena sang sutradara ingin mengurangi porsi drama dari sequel kedua dan tiga sebelum menambah unsur suspense.

Rating: 3.25/5


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: