Posts Tagged 'serial'

Samurai High School

Judul asli: サムライ・ハイスクール (Samurai Haisukuuru)
Produksi: NTV (Nippon Television)
Jumlah episode: 9
Pemain: Miura Haruma, Watanabe Anne, Shirota Yuu


Cukup lama juga aku tak pernah nonton serial TV Jepang alias Dorama sampai habis (terakhir, aku nonton Densha Otoko). Kalaupun nonton, biasanya jarang-jarang sampai selesai. Jika ditanya penyebabnya, kebanyakan dari dorama memiliki ceritanya klise, membosankan dan bertele-tele (tidak semuanya sih, tapi kebetulan yang kutonton emang yang seperti itu). Yah, tentu saja tak se-bertele-tele drama korea yang panjangnya saja bikin aku males nonton hanya dari sekedar melihat jumlah episodenya. Dorama kebanyakan hanya memiliki jumlah episode pendek, paling belasan episode karena diputar per musim (samurai High School sendiri merupakan dorama musim gugur). Kebetulan aku nonton sampai habis dan relatif menyukainya, disini aku membuat tulisan resensi dorama ini.
Continue reading ‘Samurai High School’

New TV Serial: FlashFoward vs The Forgotten

Akhir-akhir ini jadwal nonton filmku tergerus dengan kesibukan di kampus, kalaupun ada waktu yang terselip lebih kupakai untuk nonton serial TV yang selalu kuikuti setiap minggunya dari pada menonton film layar lebar. Belum lagi kini ada serial TV baru yang mulai masuk tontonan serial regularku.
Sebenarnya ada 3 serial baru yang menambah koleksi tontonan serial TV setelah Supernatural, Heroes, Little Mosque in the Prairie hingga Dexter. Kali ini aku hanya akan membahas serial FlashForward dan The Forgotten yang sudah tayang 7 episode lebih, sedangkan serial V yang baru tayang 2 episode akan dibahas nanti setelah cukup banyak episode tayangannya untuk dibuat resensinya.

FlashForward

Plot Cerita:
Pada suatu hari, diasumsikan manusia di seluruh dunia tiba-tiba saja jatuh pingsan mendadak selama 2 menit 17 detik dan pada saat tak sadarkan diri, masing-masing individu mendapatkan visi tentang masa depan diri pribadi pada 6 bulan yang akan datang (disebut dengan nama FlashForward). Mengetahui salah satu bagian dirinya di masa depan menyebabkan perubahan mendadak bagi masing-masing individu. Fenomena apakah yang menyebabkan orang-orang dapat melihat masa depan? Apakah ini suatu hikmah dari yang maha kuasa? atau mereka menjadi korban suatu eksperimen rahasia? Sang tokoh utama agen FBI Mark Benford (Joseph Fiennes) dan rekan-rekannya mendapatkan tugas untuk menyelidiki fenomena tersebut. Belum lagi masing-masing dari anggota tim harus berurusan dengan FlashForward yang mereka dapatkan selama jeda pingsan 137 detik serta interaksi dengan orang-orang yang mendapatkan visi masa depan yang saling berhubungan.
Continue reading ‘New TV Serial: FlashFoward vs The Forgotten’

Another season with a brand new story

Bulan September biasanya memang menjadi awal penayangan season baru serial TV di USA dan sekitarnya. 4 buah serial TV yang biasa kuikuti setiap minggu sampai sekarang juga mulai menayangkan episode terbaru mereka dibulan September. Diawali oleh penayangan episode perdana season 5 oleh serial Supernatural pada 10 September 2009 dan diakhiri oleh episode terbaru season 4 serial milik stasiun TV Canada yang berjudul Little Mosque on the Prairie pada 28 September 2009.

Supernatural
Kali ini serial Supernatural memasuki akhir dari penayangannya dengan menampilkan musuh terbesar dua bersaudara Winchester yaitu Lucifer. Nikmatilah petualangan akhir Dean dan adiknya Sam dalam season pamungkas ini, sebab kreator serial Eric Kripke sudah beberapa kali menyatakan kalau rancangan dasar serial ini mencakup 5 season. Setelah menyaksikan episode 1 hingga 3, aku merasakan kalau season kali ini akan lebih berfokus pada hubungan persaudaraan Dean dan Sam serta perselisihan mereka dengan Lucifer dalam mencegah Apocalypse. O iya, Misha Collins pemeran Malaikat Castiel kali ini naik pangkat menjadi regular cast.

Heroes
Sebenarnya aku agak kecewa dengan ending season 3 volume 4: Fugitive tahun lalu. Cara mereka menghidupkan kembali karakter Nathan benar-benar tak masuk akal. Mengapa para penulis melupakan cara mereka menghidupkan karakter Noah Bennet lewat transfusi darah Claire? Sangat bodoh kalau para penulis tak mengidahkan cerita dalam episode-episode sebelumnya, karena serial ini memiliki cerita berkelanjutan.
Tapi bagaimanapun juga serial ini masih cukup menarik untuk diikuti dengan ditampilkannya tokoh-tokoh baru dengan kekuatan berbeda, untuk mendampingi tokoh-tokoh Heroes reguler yang terus terang saja developing character-nya mulai membosankan.

Dexter
Sang serial killer favorite pemirsa kembali beraksi. Kali ini Dexter harus membagi perhatiannya antara hobi membunuh, kerja di laboratorium kepolisian dan kewajiban sebagai kepala keluarga. Dexter yang telah memiliki seorang istri cantik, 2 anak tiri, dan satu anak kandung yang masih bayi agak kesulitan mengatur waktunya. Masih cukup menarik untuk disimak lebih lanjut season ke 4 yang dimulai 27 Oktober 2009 kemarin.

Little Mosque on the Prairie
Ketika menyadari tokoh Reverend Magee telah angkat kaki dari serial ini, aku benar-benar kecewa. Tokoh pendeta favorite ku telah diganti dengan karakter pendeta baru yang bernama Rev. Thorne. Mengecewakan memang, namun tokoh Thorne yang sinis dan terkesan mirip gaya Chandler dalam serial Friends ternyata lumayan juga. Mungkin dia dimasukkan ke dalam serial untuk menambal sikap muslim-phobia Fred Tupper yang mulai lunak sejak season ke 3 tahun lalu. Mulai tahun ini, celetukan lucu dan segar Rev. Magee akan diganti dengan celetukan sinis dan offensive milik Rev. Thorne. Syukurlah tokoh J.J. yang menyebalkan itu telah disingkirkan karena mengganggu suasana serial sitcom ini menjadi drama romantis di tahun lalu.

Royal Tramp 2008

Judul lain: The Duke of Mount Deer, Lu Ding Ji, Pangeran Menjangan.
Produser: Zhang Jizhong
Pemain: Huang Xiaoming, Wallace Chung
Jumlah seri: 45 episode (Hongkong cutted version), 50 episode (versi RRC)

“It does not matter whether a cat is black or white. A cat that catches mice is a good cat.”(quoted from Deng Xiaoping)

royaltrampNovel wuxia alias cerita silat (cersil) yang diadaptasi menjadi serial ini merupakan novel terbaik karya Jin Yong menurut versiku. Bagaimana tidak? intrik, plot cerita dan terutama penokohan sangatlah unik bila dibandingkan dengan cersil karya Jin Yong maupun penulis terkenal lainnya seperti Gu Long, Liang Yusheng, Wen Ruian dkk. Bagi anda yang gemar membaca cersil karya penulis China seperti kawanan diatas maupun penulis lokal seperti Kho Ping Hoo, tentu akan mendapatkan ciri-ciri tokoh utama yang hampir pasti mirip. Lihatlah tokoh Guo Jing (Legend of Condor Heroes), Li Mubai (Crouching Tiger Hidden Dragon) dan Chen Jialuo (Holy Book and Sword) yang punya karakter pendekar sejati dan berbudi luhur alias orang gagah didunia persilatan. Atau karakter jago silat tangguh tanpa tanding seperti Yang Guo (Return of the Condor Heroes), Zhang Wuji (Heaven Sword and Dragon Sabre), maupun Li Xunhuan si pisau terbang (Flying Dagger series) akan terpatri dibenak anda sebagai tipe jagoan utama cersil yang sudah lazim. Tokoh pintar, licik penuh tipu muslihat biasanya diasosiasikan dengan musuh besar sang jagoan seperti halnya tokoh Yang Kang (musuh dalam selimut sekaligus saudara angkat Guo Jing dalam Legend of Condor Heroes) sampai Seng Kun (si licik dalam Heaven Sword and Dragon Sabre).

Dalam cersil ini, tokoh utama justru ditampilkan berkebalikan dengan ciri khas tokoh utama cersil seperti biasa, malah cenderung satu tipe dengan sifat musuh besar jagoan. Anda akan mendapatkan sang protogonis Wei Xiaobao yang pemalas, serakah, licik, tukang main perempuan, hobi judi, bermulut manis, tukang sogok, penuh dengan tipu muslihat. Sampai-sampai kategori khas jagoan utama yang jago silat pun tak dimiliki olehnya karena Wei Xiaobao sama sekali tak berbakat belajar ilmu silat. Satu-satunya kemampuan bela diri yang dimilikinya hanyalah ilmu melarikan diri. Dengan plot yang terbalik dibandingkan apa yang biasanya kita dapatkan dalam cersil, parodi dunia nyata dengan karakter yang abu-abu justru membuatku jatuh cinta serta menempatkan cersil ini sebagai the best wuxia novel that I ever read.

Plot cerita
Setting cerita dimulai dari jaman dinasti Qing, ketika suku bangsa Manchu menguasai daratan China. Wei Xiaobao, anak pelacur tanpa ayah yang jelas dari rumah bordil di Yangzhao, merantau ke kota raja Beijing ketika masih kecil dan masuk ke kota terlarang tempat tinggal kaisar sebagai kasim gadungan. Tanpa sengaja Xiaobao bertemu dengan kaisar Kangxi yang seusia dengannya dan Xiaobao yang tak tahu menahu dengan status sang kaisar cilik, berteman sebagai mana layaknya anak kecil lainnya. Cerita terus berlajut dengan Xiaobao sadar dengan status sahabat karibnya dan kondisi Wei Xiaobao pun berubah menjadi bawahan kepercayaan kaisar Kangxi.

Dilain cerita, Wei Xiaobao bertemu dengan kelompok anti-Manchu Tiandihui dan menjadi murid tunggal ketuanya Chen Jinnan, malah kemudian menjadi ketua cabang Tiandihui. Sejak itu Xiaobao menjalankan perannya sebagai agen ganda yaitu bawahan yang loyal bagi teman karibnya kaisar Manchu Kangxi sekaligus mata-mata dalam istana bagi Tiandihui. Dengan akal liciknya, mulut manis, tipu daya serta keberuntungannya yang besar, Xiaobao mampu menyelesaikan berbagai tugas berat yang diembankan oleh kaisar Kangxi dengan sukses sekaligus dilain pihak menyelamatkan para anggota Tiandihui dari kejaran pasukan kerajaan Manchu. Dalam petualangannya, Wei Xiaobao yang playboy berhasil memperistri 7 wanita cantik dengan akal bulusnya dan memperoleh 3 anak.

Akhirnya kaisar Kangxi mengetahui status Xiaobao dalam Tiandihui dan memaksa Xiaobao memilih antara dirinya sebagai teman atau Tiandihui. Satu-satunya karakter Wei Xiaobao yang baik dan menjadi kelemahannya adalah loyalitas. Xiaobao ingin sekali bisa loyal terhadap Kangxi sekaligus loyal kepada gurunya Chen Jinnan yang sudah dianggap sebagai ayahnya sendiri, dan itu pula yang menyebabkan Xiaobao rela menjadi agen ganda. Xiaobao akhirnya sadar kalau dinasti Qing yang notabene bangsa Manchu dan Tiandihui yang ingin mengembalikan kekuasaan China ditangan suku bangsa Han tak bisa disatukan bagaikan air dan api.

wxbwives_bed
Wei Xiaobao dan 7 istri cantiknya

Sebenarnya novel wuxia ini sudah beberapa kali diadaptasi menjadi film layar lebar maupun serial TV. Yang terkenal diantaranya adalah film layar lebar Royal Tramp dengan Stephen Chow sebagai Wei Xiaobao dan serial TV The Duke of Mount Deer versi tahun 1984 dengan Tony Leung sebagai Xiaobao dan Andy Lau sebagai kaisar Kangxi (pernah disiarkan Indosiar dengan judul Pangeran Menjangan). Seperti juga halnya dengan cersilnya, produser Zhang Jizhong menggarap serial ini dengan penekanan pada tipu muslihat Xiaobao dan intrik yang melingkupinya, sehingga adegan laga tidak terlalu banyak dan malah boleh dikatakan kurang seru. Dalam beberapa hal versi 2008 ini memiliki irama penceritaan yang sama dengan versi 1984-nya Tony Leung-Andy Lau yang lebih berfokus pada hubungan persahabatan aneh antara kaisar Kangxi dengan Wei Xiaobao. Yang patut disayangkan, petualangan Xiaobao di Rusia dengan putri Sophia justru hanya diberikan berupa potongan kecil. Padahal kalau porsinya diperbesar dengan mengurangi beberapa adegan konyol yang tak penting tentu menambah daya tarik serial ini.

HeZhuoYan081Kelebihan serial ini tentu sudah bisa ditebak, yaitu kasting aktris pemeran 7 istri Xiaobao semuanya cakep dengan ciri khas masing-masing. Ada yang cakep judes, cakep anggun, cakep matang, cakep innocent, cakep imut, semuanya ada. Walaupun demikian karakter favorite ku tetaplah pemeran Shuang-erl (He Zhuoyan) yang cakep imut. :mrgreen: Selain itu juga desain kostum, sinematografi serta set dekorasi nya yang memukau patut mendapat pujian karena detailnya. Musical score nya juga lumayan memikat. Mungkin yang agak mengganggu adalah akting beberapa pemeran utamanya. Huang Xiaoming yang berperan sebagai Wei Xiaobao agak kaku pada awalnya, tetapi menjelang pertengahan terlihat dia sudah bisa menghayati karakter Wei Xiaobao. Wallace Chung sendiri terlihat kurang berwibawa dalam membawakan peran Kangxi. Justru yang mencuri perhatian adalah dua aktor cilik yang memerankan Xiaobao dan kaisar Kangxi kecil.

Salah satu isu yang dicoba untuk diangkat oleh Jin Yong dalam cersil karyanya yang terakhir ini adalah patutkah suku bangsa minoritas menjadi penguasa negeri dan memerintah suku mayoritas. Kebanyakan cersil (termasuk karya Jin Yong sebelumnya) memposisikan suku bangsa Manchu sebagai penjajah suku mayoritas Han di daratan China. Berdasarkan sejarah China yang tercatat, Kangxi termasuk salah satu kaisar yang berhasil memerintah China dengan sukses dan membuat rakyatnya aman makmur sentosa hingga jaman cucunya kaisar Qianlong (Kangxi merancang banyak pembangunan hingga diantaranya masih berlanjut sampai jaman cucunya memerintah). Walaupun ayah Kangxi seorang kaisar Manchu, ibunya berasal dari campuran suku bangsa Han bermarga Tong. Akan tetapi tetap saja hal ini belum memuaskan para pemberontak anti-Qing.

Sebetulnya kondisi Indonesia cukup mirip dengan China, yaitu memiliki banyak suku yang tersebar di seluruh negeri. Sadarkah anda kalau sejak memproklamirkan kemerdekaan, Indonesia hampir selalu dipimpin oleh presiden dari suku mayoritas? Mungkin posisi Sukarno mirip dengan kaisar Kangxi yang ibunya masih turunan suku berbeda. Pernah ayahku bercerita ketika beliau masih sekolah di kota Yogyakarta awal tahun 1960-an, banyak orang Jawa yang mengatakan Mohammad Hatta sebagai tukang nebeng Sukarno 😆 . Padahal menurutku yang pernah membaca beberapa karya tulis duo proklamator itu, isi pikiran Hatta jauh lebih rasional, maju dan rapi perencanaannya dibandingkan dengan kolega proklamatornya. Jaman sekarang juga masih banyak yang mengkampanyekan pemimpin yang putra daerah, alias turunan suku mayoritas (jadi ingat jaman kampanye Habibie yang mengklaim dirinya masih turunan bangsawan Jawa). Bagaimana dengan anda sendiri? Setujukah anda jika misalnya Indonesia dipimpin oleh orang yang asli suku Dayak, Asmat atau suku minoritas lainnya? Atau paling tidak, untuk pemimpin tingkat propinsi lah.

Kutipan Deng Xiaoping tentang kucing diatas dijadikan opini Wei Xiaobao pada akhir novel untuk mengungkapkan visi Jin Yong tentang kepemimpinan.

Relevansi Sejarah
Dalam petualangannya Wei Xiaobao banyak bertemu dengan tokoh yang akan berperan dalam sejarah dinasti Qing, khususnya pada masa pemerintahan kaisar Kangxi. Diantaranya yang sangat terkenal adalah:

Oboi, jenderal Manchu yang berkuasa mewakili Kangxi yang masih kecil dan membuat Kangxi menjadi kaisar boneka. Xiaobao membunuhnya untuk membantu Kangxi meraih kekuasaannya secara mutlak.
Wu Sangui, mantan jenderal dinasti Ming yang berkhianat dan berencana memberontak untuk mengambil alih kekuasaan dari tangan dinasti Qing. Xiaobao membantu Kangxi dengan cara mengadu domba antar rekan Wu Sangui, sehingga kekuatan militer Wu Sangui menjadi lemah.
Chen Yuanyuan, wanita paling cantik seantero China pada jamannya dan menjadi ibu salah satu istri Xiaobao.
Li Zhicheng, pemberontak yang meruntuhkan dinasti Ming dan mengangkat dirinya menjadi kaisar baru, walaupun akhirnya harus turun tahta dengan cepat karena dikalahkan oleh bangsa Manchu.
Putri Changping, putri kaisar terakhir dinasti Ming yang menjadi guru salah satu istri Xiaobao dan Xiaobao sendiri.
Shi Lang, Laksamana yang menghancurkan sisa-sisa kekuasaan jenderal dinasti Ming di Taiwan. Shi Lang yang namanya kurang dikenal direkomendasikan oleh Xiaobao kepada kaisar Kangxi dan memimpin angkatan laut Manchu dalam menaklukkan Taiwan.
Zheng Keshuang, raja terakhir kerajaan Tungning turunan jenderal dinasti Ming (Koxinga) penguasa Taiwan.
Putri Sophia, anak perempuan Tsar Russia yang dibantu oleh Xiaobao mengkudeta saudara tirinya Peter I.

Supernatural – Serial Horor Thriller yang bikin penasaran

“Saving people, hunting things… The family business”
(Dean Winchester, Season one episode Wendigo)

Ide Cerita: Eric Kripke
Genre: Drama, Horor, Thriller, Action
Tayang perdana: The WB Television Network (2005)
Pemain: Jared Padalecki (Sam Winchester) dan Jensen Ackles (Dean Winchester)

SupernaturalSudah cukup banyak aku menonton bermacam-macam genre serial TV, baik yang bertema drama keluarga, sains fiksi, komedi, eksyen, cerita detektif, hingga yang rada nyerempet seks. Akan tetapi sangat jarang ada serial drama misteri horror yang sanggup menarik perhatianku menonton hingga berpanjang-panjang lebih dari 2 musim. Sebelum menonton serial Supernatural, mungkin serial TV terakhir bergenre seperti ini yang masuk hitunganku “penonton setia” adalah serial lawas Friday the 13th: The Series. Sisanya kebanyakan sudah agak bosan sehabis menonton season pertama, lalu berhenti menonton setelah season kedua dimulai. Serial Supernatural ini sudah memasuki musim kelimanya dan masih tetap menarik untuk terus diikuti.

Serial Supernatural pertama kali ditayangkan di USA pada tahun 2005 lewat saluran televisi The WB Television Network (sekarang The CW Television Network) mengetengahkan kisah perjalanan dua orang abang adik keluarga Winchester dalam menghadapi berbagai kasus yang melibatkan hal-hal gaib. Keluarga Winchester adalah keluarga Hunter, dimana Hunter dalam serial ini merupakan profesi sukarela tanpa upah yang berpetualang keliling negeri dalam usahanya menyelidiki gejala-gejala supranatural dan membasminya bila mengganggu ketentraman masyarakat.

Dean Winchester adalah anak sulung dari pasangan John dan Mary Winchester yang memiliki karakter bergaya seenak perutnya, suka ngomong ceplas ceplos, perayu wanita, takut naik pesawat (jadi ingat B.A. dalam The A Team) dan yang paling menarik adalah hobi Dean yang tergila-gila pada musik Classic Rock (musik rock tahun 1970-an dan 80-an). Bertolak belakang dengan karakter adiknya Sam Winchester yang pendiam, teliti dan sering menganggap serius hal yang dianggap abangnya remeh. Ibu mereka Mary tewas ketika Sam masih berumur enam bulan akibat dibunuh setan bermata kuning dan sejak itu John mereka membawa kedua anaknya berpetualang mencari setan yang membunuh Mary sembari melatih Dean dan Sam berbagai keterampilan yang dibutuhkan seorang Hunter. Sejak kecil Dean dan Sam sudah dilatih keras oleh ayahnya untuk menjadi Hunter yang handal dari training menggunakan senjata api, ilmu bela diri tangan kosong hingga pengetahuan mengenai berbagai hal dunia gaib.

Dean-Sam
Akibat kehidupan nomaden sejak kecil, Dean dan Sam tumbuh besar sambil beradaptasi dengan gaya hidup Hunter. Bagi Dean, hidup sebagai Hunter terlihat bagaikan suatu petualangan mengasyikkan dan menjalaninya tanpa keluhan, malah Dean menganggapnya sebagai bisnis keluarga. Selain itu juga Dean masih menyimpan dendam yang sama seperti ayahnya terhadap setan bermata kuning yang telah membunuh ibunya, karena ketika ibunya tewas Dean telah berumur empat tahun dan melihat sendiri betapa ibunya tewas terpaku diatas langit-langit rumah. Berbeda dengan Sam yang masih bayi ketika ibunya tewas sehingga rasa dendamnya kurang mendalam. Selain itu juga bagi Sam yang serius, hidup sebagai Hunter membuat keinginannya melanjutkan sekolahnya semakin jauh dari harapan hingga pada akhirnya Sam bertengkar dengan ayahnya ketika Sam memutuskan untuk pergi ke Universitas Stanford mengejar impiannya masuk fakultas hukum.

Musim pertama serial ini mengisahkan sang ayah John menghilang tanpa kabar sehingga menyebabkan Dean terpaksa berkunjung ke Stanford dan mengajak Sam untuk ikut serta mencari ayahnya. Bukannya jejak sang ayah ditemukan, malah pacar Sam yang bernama Jessica tewas dengan kondisi yang sama dengan kematian Mary Winchester, yaitu terpaku dilangit-langit kamar lalu terbakar. Tak punya pilihan lain, Sam akhirnya mengikuti Dean sambil mencari jawaban mengapa Jessica mengalami nasib yang sama dengan ibunya bertahun-tahun yang lalu dengan harapan bila bertemu ayahnya, seluruh pertanyaan akan terjawab.

Serial ini dihiasi dengan kemunculan makhluk-makhluk supranatural baik yang jaman dulu maupun modern seperti arwah penasaran, Vampire, Werewolf, Zombie, Jin hingga makhluk gaib yang jarang didengar oleh telinga orang-orang Indonesia seperti Wendigo, Trickster, Rougarou dan Shapeshifter. Hobi berat Dean akan musik Classic Rock terpapar jelas pada beberapa hal yang menghiasi film ini. Misalnya saja banyak judul episode yang menggunakan judul lagu lawas yang pernah dibawakan oleh para grup Rock terkenal seperti Rolling Stone, Led Zeppelin, Boston, Black Sabbath, AC/DC, Metallica, Kansas dll, selain juga menampilkan lagu-lagu mereka disepanjang serial. Hal lain yang menjadi ciri khas adalah kebiasaan duo Winchester dalam menyamar (sebagai Dokter, agen FBI, pendeta, petugas asuransi, dll) dengan nama alias yang menggunakan nama personil Rocker seperti misalnya Dr. James Hetfield (nama vokalis Metallica), agen FBI Tyler dan Perry (anggota grup Aerosmith), Pendeta Father Simmons dan Frehley (anggota grup KISS), Detektif Page dan Plant (anggota grup Led Zeppelin), dll.

Hal yang membuat serial ini tetap menarik dan memiliki unsur ketegangan yang stabil adalah alur cerita yang memang telah dirancang dari awal dengan baik, sehingga cerita season dua, tiga dan empat masih menyambung dengan season-season sebelumnya. Sepertinya memang cerita utama sudah ditetapkan dari awal sehingga alurnya tetap berkelanjutan. Ditengah-tengah alur utama, barulah disisipkan beberapa kasus tambahan yang bertujuan memperkuat karakterisasi tokoh maupun menambah bumbu cerita utama. Menurut kabar, dari awalnya memang Eric Kripke sang kreator cerita telah menyiapkan serial Supernatural untuk diselesaikan dalam lima musim. Jika masih ada musim keenam, ada kemungkinan serial ini akan menjadi membosankan seperti kasus serial Smallville.

Selain itu juga hubungan dua karakter tokoh utama yang dibawakan oleh Jensen Ackles dan Jared Padalecki yang bertolak belakang sangat menarik, terutama ketika mereka berdua beradu argumen. Hubungan antara dua saudara ini menjadi salah satu daya tarik. Kita bisa melihat betapa hanya Dean yang dibiarkan Sam untuk memanggil dirinya Sammy (walaupun awalnya Sam agak enggan karena dengan demikian Dean terkesan masih menganggap Sam sebagai anak kecil). Unsur humor ditambahkan lewat karakter Dean yang sering bertingkah seenaknya , gaya hidup bebas dan selera humornya yang kasar dengan porsi yang cukup ngepas (kecuali dalam beberapa episode tertentu yang memang cenderung diarahkan ke genre komedi). Dengan semakin bertambahnya season, karakter tokoh perlahan-lahan mengalami perubahan yang cukup signifikan, dimana Dean terlihat semakin serius dan Sam menunjukan sisi gelap kepribadiannya. Hal ini wajar karena tuntutan cerita memang mengharuskan perubahan demikian. Beberapa karakter pendukung yang muncul dalam beberapa episode di setiap musim turut memeriahkan suasana, terutama tokoh-tokoh cewek yang muncul sebagai penghangat suasana ditengah gersangnya perjalanan Winchester Brothers dalam menghadapi makhluk supranatural. Tapi jangan disangka tokoh-tokoh cewek ini hanya sekedar tempelan, justru karakter mereka cukup kuat untuk menentukan arah jalan cerita selanjutnya.

Jika season pertama mengemukakan tema mencari ayah mereka yang menghilang tanpa kabar, season kedua lebih terfokus pada usaha mereka memburu setan mata kuning yang telah membunuh Mary Winchester. Season ketiga bercerita mengenai terbukanya pintu gerbang neraka (Devil’s Gate) oleh setan mata kuning sehingga menyebabkan banyak setan dalam neraka lepas ke dunia. Season keempat mengetengahkan alasan mengapa setan bermata kuning membunuh ibu Winchester Brothers dan juga alasan atas usaha setan mata kuning membuka Devil’s Gate. Musim keempat semakin menarik dengan kemunculan malaikat (angel of God) yang memiliki peran dan rencana mereka sendiri. Tentu saja konsep malaikat dalam film ini agak berbeda jika dibandingkan dengan konsep kemalaikatan umumnya.

Seru dan bikin penasaran.

Dexter – Sosok Serial Killer yang Unik

Adaptasi Novel: Darkly Dreaming Dexter oleh Jeff Lindsay
Genre: Drama, Komedi Satir
Tayang Perdana: Oktober 2006
Pemain: Michael C. Hall (Dexter), Jennifer Carpenter (Debra), Julie Benz (Rita)

dex1

“You can’t be a killer and a hero. It doesn’t work that way!”
(Ice truck killer, season 1 episode 12)

Perkenalkan: Dexter Morgan, bujangan, berpenampilan menarik, kulit putih, petugas forensik spesialis “bloodstain pattern analysis” (what a profession!). Siapa yang menyangka kalau Dexter yang bekerja disiang hari di kantor kepolisian Miami akan berubah menjadi pembunuh berantai berdarah dingin dimalam hari. Bagi para pecandu kisah serial killer tentu membayangkan sosok bujangan keren, kulit putih, anti-sosial, broken-home, orang tua abusive dan karakteristik umum serial killer lainnya. Tapi Dexter bukanlah serial killer biasa dan ciri-ciri umum serial killer pada umumnya justru hanya terlihat fisiknya saja. Dilihat dari segi mental dan latar belakangnya, Dexter terlihat normal, punya hubungan sosial yang baik di lingkungannya, adik perempuan yang menyayangi dan terlihat sangat tergantung padanya, pacar tetap yang cakep, datang dari keluarga baik-baik. Dengan deskripsi cerita sampai disini saja, tentu anda akan membayangkan Dexter sebagai sebuah serial TV yang sangat menarik untuk diikuti.

Ketika umur 3 tahun, Dexter diadopsi oleh keluarga Morgan sebagai anak mereka. Dexter memperoleh ayah Harry Morgan seorang detektif kepolisian Miami yang disegani, ibu bernama Doris dan adik perempuan Deborah yang biasa dipanggil Debra dalam kondisi keluarga bahagia. Ketika mulai beranjak dewasa Harry mendapatkan Dexter memiliki kecenderungan psikopat. Karena semakin sulit dikendalikan, Harry awalnya mengijinkan Dexter untuk hanya membunuh hewan, hingga pada akhirnya Harry sadar kalau pada suatu saat Dexter dewasa tak akan bisa mengendalikan dirinya lebih jauh lagi. Harry memutuskan untuk mendidik dan melatih Dexter untuk menjadi vigilante yang hanya diperbolehkan membunuh orang-orang yang sudah dipastikan layak untuk dibunuh, ketika kebutuhan biologisnya untuk membunuh muncul. Kebanyakan korban Dexter sendiri malahan mempunyai kepribadian yang sama dengan Dexter, yaitu sesama serial killer.

Metode pembunuhan tanpa meninggalkan jejak rancangan Harry ini disebut dengan Code of Harry oleh Dexter. Karena training inilah hubungan Harry dan Dexter terlihat lebih akrab dimata Debra, sehingga Debra menganggap ayahnya lebih menyayangi Dexter si anak sempurna. Tentu saja Debra tidak tahu menahu dengan latihan dan sisi psikopat Dexter, belum lagi larangan Harry untuk membuka rahasianya pada siapa saja termasuk keluarga dekatnya. Harry adalah seorang detektif berpengalaman yang mengetahui ciri-ciri umum serial killer, sehingga dia mulai mengajari Dexter untuk mulai menerapkan cara hidup keseharian yang normal untuk menjauhkan kesan anti-sosial, dan hal lainnya yang mengacu pada sosok serial killer.

Tema serial ini sangat kontroversial. Jangankan di Indonesia, di Amerika sendiri walaupun mendapat pujian kritikus dan memenangkan Emmy Award tetap saja banyak orang yang memperdebatkan isi dan pesan serial TV ini. Ada pihak yang menunding serial ini ingin memberi pemakluman atas tindakan serial killer dan menunjukkan empati pada kekerasan yang dilakukan si serial killer. Karena itu jangan harap serial ini akan diputar di dunia pertelevisian Indonesia. Satu-satunya jalan hanya lewat DVD bajakan. Itu juga kalau anda tidak keberatan dan muak dengan banyaknya adegan sadis seperti mutilasi dan cipratan darah yang mewarnai serial ini.

Adalah novel laris berjudul Dark Dreaming Dexter karya Jeff Lindsay (sudah terbit terjemahan Indonesianya) yang menjadi pijakan pembuatan season 1 serial Dexter ini, walaupun season 2 dan selanjutnya sudah tidak mengikuti sequel novel karya Jeff Lindsay lagi. Sebagaimana novelnya, dalam serial ini juga Dexter berperan sebagai narator cerita. Season 1 banyak menampilkan adegan flashback mengenai hubungan Dexter dan ayahnya, pengaruh wejangan Harry terhadap Dexter hingga training yang diterima Dexter. Dexter ditampilkan sebagai orang tanpa emosi (Dexter menyebutnya “empty”) yang menjalani kehidupan sosialnya sebagai topeng sosok psikopat sesuai ajaran ayahnya. Selain itu juga ditampilkan hubungan Dexter dan adiknya Debra, seorang polisi yang berambisi untuk masuk jajaran detektif elit Miami Vice, juga hubungan Dexter dengan Rita, janda beranak dua korban mantan suami abusive yang digambarkan Dexter sebagai kamuflase sosial sosok serial killer dirinya. Season 1 ini juga mengetengahkan perburuan Dexter terhadap serial killer pintar berjuluk Ice Truck Killer yang terlihat sangat mengenal Dexter luar dalam termasuk masa lalu Dexter yang membuat dirinya menjadi monster pembunuh. Memasuki season 2, cerita lebih berfokus pada perburuan “Bay Harbor Butcher” yang tak lain tak bukan merupakan alter ego Dexter sebagai serial killer.

Bagi anda yang menyukai musik latin terutama irama Afro-Cuban tentu akan sangat menikmati iringan lagu berirama latin dengan banyak perkusi dan alat musik tiup disepanjang serial Dexter. Nilai lebih lainnya dalam film ini selain cerita drama misteri yang menarik, humor satir penuh ironi yang ditawarkan juga bisa membuat anda tersenyum pahit, bahkan tertawa masam. Entah berapa kali aku dibuat tertawa dengan perasaan tak enak pada adegan tertentu, terutama oleh kalimat satir dari narasi yang dibawakan oleh tokoh utamanya Dexter.

Dibawah ini adalah trailer serial Dexter untuk season 3.


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: