Posts Tagged 'praire'

Little Mosque on the Praire – Serial Kanada dengan tema masyarakat muslim

Ide cerita: Zarqa Nawaz
Produksi: CBC Television Canada
Pemain: Zaib Shaikh (Amaar), Carlo Rota (Yasir), Sitara Hewitt (Rayyan), Manoj Sood (Baber), Arlene Duncan (Fatima), Sheila McCarthy (Sarah)

Banyak serial komedi situasi menarik tapi sangat jarang ada serial komedi yang menempatkan tema keagamaan sebagai menu utama, apalagi agama Islam yang menjadi sorotan masyarakat barat sejak peristiwa runtuhnya WTC pada tanggal 11 September 2003. Serial buatan Kanada ini justru berani mengangkat tema komunitas muslim beserta problematikanya di dalam komunitas barat pada umumnya, Amerika utara pada khususnya. Cerita LMotP bersetting di sebuah kota kecil Mercy (kota fiksi) di Kanada.

mosque

Sinopsis
Cerita diawali dengan tokoh imigran asal Lebanon bernama Yasir Hamoudi yang menyediakan ruangan disebelah kantornya untuk difungsikan sebagai masjid. Yasir yang berprofesi sebagai kontraktor adalah tokoh yang selalu mencari jalan kompromi untuk menyelesaikan masalah, termasuk masalah yang berhubungan dengan agama yang dianutnya dengan lingkungan sekitarnya. Keluarga Hamoudi terdiri dari Yasir sendiri, istrinya Sarah seorang wanita bule yang masuk Islam ketika menikah dengan Yasir, dan anak perempuan mereka Rayyah seorang dokter muda yang berusaha keras menerapkan prinsip Islam dalam kehidupannya.

Amaar seorang mantan pengacara memutuskan untuk mengubah haluan hidupnya dari profesinya sebagai pengacara di kota Toronto dengan menerima tawaran menjadi imam sebuah masjid kecil disebuah kota kecil bernama Mercy. Tawaran menjadi imam baru masjid Mercy itu tak lain diajukan oleh Yasir melalui iklan di surat kabar.

Tokoh jamaah masjid Mercy yang menghiasi serial ini diantaranya adalah:
– Fatima, wanita imigran Nigeria yang membuka kedai Fatima Café. Fatima memiliki anak bernama Jamal yang sering kesal kalau dipaksa ibunya bermain congklak.
– Baber, tokoh muslim konservatif yang keras, seorang duda imigran (india/pakistan?) yang hidup bersama anak remaja perempuannya.
– Layla, anak Baber yang kadang merasa serba salah dengan sikap ayahnya dan keinginan mengikuti gaya hidup anak muda barat di lingkungan sekitar.

Tokoh non-muslim:
– Pendeta Duncan MaGee, seorang pendeta gereja Anglican yang liberal pemilik lahan yang menyewakan kantor kontraktor Yasir beserta masjid Mercy
– Walikota Ann Popowicz, Walikota perempuan yang memimpin kota Mercy sekaligus atasan Sarah yang bekerja sebagai PR (Public Relation) dikantor walikota.
– Fred Tupper. Pemilik dan pembawa acara talk-show utama radio lokal dengan tema bahaya kaum muslim terhadap komunitas kota. Seorang tokoh sinis dan selalu memandang negatif terhadap komunitas masjid Mercy termasuk memanggil mereka sebagai teroris, tetapi anehnya sering datang ke Fatima Café dimana komunitas masjid Mercy sering berkumpul. Kelihatannya naksir dengan si janda Fatima.
– Joe, petani lokal yang terlihat suka ikut-ikutan terutama dengan sikap Fred sehingga bisa dianggap sebagai “side-kick” nya Fred.

Hingga tulisan ini dibuat , LMotP telah memasuki musim tayang ke tiga. Serial komedi ini sangat digemari di Kanada dan mulai menular ke tetangganya Amerika Serikat yang berencana (seperti biasa) membuat remake dengan setting Amerika. Humor yang ditampilkan kebanyakan mengenai pertentangan antara persepsi hukum islam oleh muslim konservatif dan muslim liberal dikombinasikan dengan kesalah pahaman budaya antara timur-barat. Banyak isu mengenai islam yang ditampilkan dalam serial ini ikut memberi orang barat sedikit pemahaman tentang aplikasi islam dalam masyarakat. Misalnya saja masalah hijab (jilbab dan burkha), pembatas sholat antara pria dan wanita, masalah terorisme, poligami, puasa Ramadhan dan Idul Adha, hingga feminisme muslim.

Walaupun dengan mengambil tema sentral permasalahan masyarakat muslim di Kanada, serial ini tetaplah serial komedi. Ambillah nilai positif dari cerita dan temanya, jangan dipikirkan dengan serius cara penyelesaian konflik yang dibuat lucu-lucuan. Namanya juga serial komedi.


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: