Posts Tagged 'ost'

K-On! Real Live Compilation

Lagi nggak mood bikin review anime K-On! Buat gantinya, aku bikin postingan ini saja. Walaupun secara plot dan cerita, K-On! masih kurang luar biasa sebagai sebuah anime, tetapi jika ditinjau dari segi musikalitas kukira anime bertema kelompok musik ini patut diacungi jempol. Lagu-lagu yang dibawakan oleh grup fiksi Houkago Tea Time alias After School Tea Time yang mewarnai anime 12 episode (plus 1 special episode) bagus dari segi aransemen musiknya. Selain laku dipasaran*), ending theme song Don’t Say Lazy juga berhasil meraih penghargaan Best Theme Song dalam Animation Kobe Award 2009. Kesuksesan ini dilanjutkan dengan perilisan CD single khusus image character’s song) yang menampilkan masing-masing karakter anime dengan seiyuu (pengisi suara) sebagai vokalis. Hampir seluruh lagu diciptakan dan diaransemen oleh Hyakkoku Hajime. Mengenai siapa vokalis Houkago Tea Time yang lebih cocok antara Mio dan Yui, Arm-suhu juga telah membahasnya di postingan ini
Continue reading ‘K-On! Real Live Compilation’

OST part 2: Dorama

Melanjutkan postingan lagu-lagu slow OST anime, kali ini aku menampilkan lagu-lagu yang menjadi OST drama Jepang yang cukup membuatku terkesan. Walaupun drama Jepang akhir-akhir ini mulai disaingi drama korea, termasuk TV Jepang sendiri, tapi soundtrack yang menghiasi dorama (serial drama TV Jepang) masih memiliki kekuatan tersendiri untuk ikut bersaing dan membuat rating drama-nya ikut meningkat. Karena aku sangat jarang nonton drama TV, beberapa daftar lagu dibawah ini malah kuambil dari drama yang tidak ku tonton sampai habis. Berbeda dengan postingan OST anime sebelumnya, walaupun lagu-lagu OST dibawah ini tidak jauh bercerita tentang cinta, tidak semuanya berirama slow dan mellow.

Love Story wa Totsuzen ni by Oda Kazumasa
Salah satu OST dorama favorit-ku sepanjang masa dan menempati urutan 8 single paling laku sepanjang masa di Jepang. Drama yang ceritanya mengalir cepat tanpa banyak adegan tarik ulur (hanya 11 episode) ditambah dengan OST yang menggugah semangat untuk menonton serial drama-nya hingga habis. Sori, nggak ketemu versi MV asli lagunya di youtube, tapi lumayan buat mengenang jaman baheula.

True Love by Fujii Fumiya
Bagi penggemar dorama lawas buatan tahun 90-an, siapa yang nggak tahu lagu ini? Kalau ingat cerita cinta antara Kakei dan Narumi dari drama Ordinary People aka Asunaro Hakusho (kertas putih Asunaro), pasti nggak bakalan lupa sama lagu keren yang dibawakan penyanyi pop ballad terkenal Jepang ini. Asal tahu saja, drama ini yang membuat nama Kimura Takuya meroket jadi bintang ngetop untuk pertama kalinya.

Sora mo Toberu Hazu by Spitz
Lagu ini dikenal luas berkat serial drama Hakusen Nagashi yang ditayangkan oleh Fuji TV. Memang lagunya bagus dengan balutan musik pop yang enak didengar dan gampang dimengerti, tapi terus terang saja lagu ini merupakan lagu Spitz nomor dua yang paling kusuka setelah lagu Robinson yang punya gaya musik lebih atraktif. Ngomong-ngomong, lagu yang berarti “ke langit pun pasti bisa terbang” ini merupakan lagu wajib non-official (tak resmi) yang sering dibawakan oleh para murid yang baru lulus sekolah. Mungkin karena lirik lagunya mengemukakan semangat untuk meraih masa depan.

Sign by Mr. Children
Pertama kali dengar lagu ini, aku malah belum nonton drama Orage Days yang menjadikan lagu sign sebagai theme song-nya. Dramanya sendiri cukup bagus dan tak bertele-tele seperti drama kebanyakan (lagi-lagi cuma 11 episode) dan lagu sign cukup mewakili isi film yang menceritakan tentang gadis tuli yang berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat.

Ai wo Komete Hanataba wo by Superfly
Lagu ini merupakan theme song dorama Edison no Haha (Ibunya si Edison) yang ditayangkan oleh TBS yang pernah kutonton bagian awalnya doang. Lagunya enak dengan suara melengking Ochi Shiho diiringi dengan iringan irama slow-rock plus orkestra.

Kimagure Romantic by Ikimono-gakari
Aku belum pernah menonton drama yang menjadikan lagu ini sebagai theme song-nya yaitu Celeb to Binbo Taro (Selebritis dan Taro si kere) yang dibintangi oleh Aya Ueto. Tapi lagunya sendiri penuh semangat dan lucu, apalagi kalau melihat klip videonya yang menarik dengan menampilkan penyanyi Ikimono-gakari Kiyoe-chan yang imut dalam tema permainan RPG.

Sebenarnya daftarnya masih bisa diperpanjang, namun untuk sementara cukup sekian dulu.

OST part 1: Slow OST from Anime

Postingan kali ini sebenarnya kurang nyambung sama tema blog, tapi bisa disambung sedikit (paksa) karena isinya membahas lagu Jepang dan semuanya diambil dari OST (Original Soundtrack) lagu-lagu anime yang pernah aku tonton. Yang menjadi virus penggoda adalah postingan jensen yang membahas lagu mendayu-dayu, hanya saja yang aku bahas kali ini adalah lagu-lagu mendayu hasil OST anime. Terus terang saja aku bukan orang yang suka-suka amat sama lagu mendayu, tetapi lagu-lagu berikut ini memang bisa membuat hati penggemar metal sedikit lumer.
Hanya sekedar sharing kenikmatan di kuping.

Crucify My Love by X Japan
Legenda Visual Kei ini bukan hanya membawakan lagu cadas doang, tapi sekali-kali juga membawakan lagu slow yang menyentuh. Lagu Crucify My Love bisa didengar dalam OVA Rurouni Kenshin cerita Kenshin bertemu dengan istrinya Tomoe dalam bentuk alunan instrumental piano dan cello. Jika ingin mengunduh satu album koleksi balad mereka silahkan berkunjung ke halaman J-music rare album.

One More Time, One More Chance by Yamazaki Masayoshi
Lagu ini sebenarnya lagu lumayan lama, malah pernah dijadikan soundtrack film Jepang akhir tahun 1997/1998. Bagi yang menonton film anime 5 centimeters per second karya Makoto Shinkai akan mendapatkan sensasi yang mendalam serta terbawa dalam suasana yang diciptakan animasi diiringi dengan lagu keren ini. Bisa diunduh diatas dalam bentuk file RAR.

Garnet by Oku Hanako
Seperti kebanyakan judul film/buku/lagu/nama penyanyi yang lumayan panjang, biasanya orang Jepang suka menyingkatnya menjadi sebuah kata pendek seperti Laruku (L’arc en Ciel) dan Bokuchu (Bokutachi to Chuuzaisan no 700 nichi sensou). Film Toki wo Kakeru Shojo (cewek yang melompati waktu) buatan tahun 2006 ini juga biasa disingkat menjadi Tokikake, walaupun tetap saja bagi penonton yang non-jepang terbiasa menyebut dengan judul bahasa Inggrisnya, The Girl who Leapt through Time. Yang pernah menonton kemungkinan besar terkesan dengan lagu yang dibawakan oleh Oku Hanako dengan piano berjudul Garnet ini pada ending film.

Kataritsugu koto by Hajime Chitose
Penggemar serial anime Blood+ dijamin nggak bakalan melewatkan lagu ending pertama ini. Vokal Hajime yang penuh falseto dengan gaya nyanyi rada-rada nyerempet enka ini benar-benar unik dan membuatku mencari lagu ini untuk diunduh. Sebenarnya ada 2 lagu ending Blood+ yang menjadi favoritku, yang lain adalah Cry No More oleh Mika Nakashima yang bergaya R&B Gospel yang bisa diunduh disini.

Konya mo Hoshi ni Dakarete by Ayaka
Lagu ini sudah dibahas pada postingan anime The Sky Crawlers sebelumnya. Ayaka menyanyikannya dengan piano dan hanya diiringi dengan manisnya bersama permainan biola. Manis dan menyentuh, itulah komentarku. Yang mau liat klip sekaligus liriknya bisa karaokean dengan file youtube dibawah ini.

Kimi wo Nosete by Inoue Azumi
Tambahan terakhir ini untuk menghormati komposer hebat yang selalu berada dibelakang layar seluruh anime Ghibli yang dibuat oleh Hayao Miyazaki yaitu Joe Hisaishi. OST Laputa: Castle in the Sky ini sanggup membuat penonton tersentuh pada akhir film yang memang memiliki cerita dan pembuatan yang luar biasa. Entah karena pengaruh filmnya yang hebat atau memang lagu Kimi wo Nosete ini sendiri yang bagus, silahkan dengar dan tebak sendiri. Toh Laputa kutempatkan sebagai film karya Miyazaki dengan rating paling tinggi bersama Spirited Away. O iya, lagu ini merupakan lagu favoriteku dari seluruh OST anime karya Miyazaki.

Bagi yang ingin menambahkan daftar isi lagu diatas, silahkan mengisi di kolom komentar. Kalau bisa sekalian link buat mendengarkannya :mrgreen:


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: