Posts Tagged 'osaka'

Nara-Kyoto-Osaka 2009 (bagian dua)

Melanjutkan kisah sebelumnya pada bagian satu yang menceritakan tentang kunjungan ke Nara.

IMG_0115Setelah bermalam di manga cafe yang terletak di daerah Dotonbori Osaka, kami berdua memulai perjalanan hari kedua menuju kota tua Kyoto yang menjadi pusat perhatian utama para turis yang datang ke Jepang. Ini adalah kali ketiga bagiku datang ke Kyoto setelah kunjungan sebelumnya pada tahun 2007 dan 2008. Ternyata aku masih belum bosan untuk jalan-jalan ke kota tua ini. Tujuan utama perjalanan ini adalah 清水寺 (Kiyomizudera), kuil Buddha yang terkenal dengan keberadaannya diatas pilar dan terletak diatas bukit yang memungkinkan pemandangan kota Kyoto. Tetapi sebelum itu, kami terlebih dahulu mengunjungi 東映太秦映画村 (Toei Uzumasa Eigamura atau kampung film Toei Uzumasa) dan 二条城 (Nijou-jou alias kastil Nijou).

IMG_0110Studio film milik Toei di daerah Uzumasa yang didirikan demi kepentingan pembuatan film genre Jidaigeki ini cukup menarik perhatian para turis karena menampilkan berbagai macam setting untuk situasi jaman samurai dari bangunan, jalan, sungai, jembatan hingga pasar. Benar-benar beruntung ketika berkunjung ke Eigamura, mereka sedang mengadakan pertunjukan yang dibintangi oleh seorang aktor yang cukup terkenal di dunia perfilman genre Jidaigeki, yaitu Fukumoto Seizo. Malah sempat foto bareng dengan si aktor yang masih berpakaian samurai. Setelah makan siang, perjalanan dilanjutkan ke kastil Nijou.

Gerbang masuk utama Ninomaru Gouten

Gerbang masuk utama Ninomaru Gouten

Kastil Nijou dikenal sebagai tempat tinggal resmi Shogun Tokugawa selama menjalankan tugasnya di ibu kota kekaisaran Kyoto untuk mendampingi tempat tinggal resmi Kaisar Jepang di Kyoto (Kyoto Gosho). Kompleks Nijoujou sangat luas tak kalah dari Kyoto Gosho hingga membuat kakiku kesemutan untuk mengelilinginya, dimulai dari gerbang utama, bangunan utama Ninomaru Gouten, Honmaru Gouten hingga tamannya yang luas. Hal yang paling menarik dari Ninomaru Gouten adalah lantai burung bul-bul yang akan berderit walaupun cuma diinjak pelan.
Taman disekitar Ninomaru Gouten

Taman disekitar Ninomaru Gouten

Konstruksi demikian dibuat untuk mencegah penyusup menyelinap masuk ketempat tinggal Shogun tanpa ketahuan. Kalau misalnya musuh Shogun mengirim seorang Ninja yang ingin membunuh sang Shogun, dipastikan dia harus mengirim Ninja dengan ilmu meringankan tubuh yang sangat mumpuni untuk menghindari jebakan lantai berderit. Selain itu gedung ini memiliki beberapa pintu rahasia tempat pengawal Shogun bersembunyi melindungi Shogun secara diam-diam.

2 Maiko dan gerbang depan kompleks, Nioumon atau Akamon

2 Maiko dan gerbang depan kompleks, Nioumon atau Akamon

Menjelang sore kami berdua bergerak menuju 祇園 (Gion), daerah pusat yang terkenal dengan banyak Maiko di Kyoto. Maiko adalah murid Geisha yang sedang berada dalam masa training. Karena sewa Geisha per jam sangat mahal, rata-rata hanya Maiko yang bertugas melayani tamu dengan diawasi langsung oleh Geisha yang men-training-nya. Sayang sekali, Maiko hanya bekerja pada malam hari, sehingga sulit ditemukan (lagi pula mereka bekerja didalam Machiya). Kami hanya melihat 3 Maiko saja, 2 orang ketika berada di Kiyomizudera (sepertinya diundang untuk sesi foto) dan 1 orang ketika berkeliaran di daerah Hanamikoji pada malam hari setelah pulang dari Kiyomizudera.

Salah satu dari koi Uranai no Ishi (Batu peramal cinta)

Salah satu dari sepasang Koi Uranai no Ishi (Batu peramal cinta)

Kiyomizudera yang berarti kuil air murni merupakan kuil Buddha yang dibangun “tanpa paku” dan berada diatas bukit dengan susunan pilar pada konstruksi dasar bangunan. Terus terang saja, Kiyomizudera merupakan tempat favoritku jika berkunjung ke Kyoto terutama sewaktu menikmati matahari terbenam disana sambil memandang kota Kyoto dari atas bukit. Di sebelah kompleks kuil terdapat jinja (kuil Shinto) bernama Jishu Jinja yang didedikasikan bagi dewi cinta dan jodoh. Disana akan ditemukan sepasang batu peramal cinta yang berjarak sekitar 18 meter. Silahkan baca di wikipedia tentang legenda dibalik Kiyomizudera kalau tertarik.

Kiyomizudera di waktu senja

Kiyomizudera di waktu senja

Setelah menikmati matahari terbenam di atas beranda Kiyomizudera, kami turun dari atas bukit setelah hari gelap dan sempat berputar-putar disekitar daerah Gion sebelum pulang kembali ke Osaka dan menginap di Manga Cafe daerah Dotonbori seperti hari sebelumnya. Malam itu benar-benar capek sehingga semua fasilitas Manga Cafe seperti makan eskrim dan minum sof drink/kopi/coklat, main PlayStation, serta Internet tak terlalu menarik perhatian. Setelah mandi, langsung tidur terkapar untuk mempersiapkan hari esok perjalanan ke 大阪城 (Osaka-Jou alias Kastil Osaka).

Bersambung: bagian akhir, Osaka Castle.


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: