Posts Tagged 'linda'

Linda Linda Linda – 3 hari girl band dadakan

Sutradara: Nobuhiro Yamashita
Genre: Drama, musikal, remaja
Produksi: Covers & Co Japan (2005)
Pemain: Bae Do-na, Yuu Kashii, Aki Maeda, Shiori Sekine

lindaposterKetika menonton film ini, tanpa sadar aku teringat pada film-film produksi dalam negeri yang suka mengambil tema yang tak jauh dari cerita hantu dan komedi seks. Kalaupun ada yang mengambil tema diluar “pakem” favorit, tema film yang diambil justru terlalu berat untuk ditonton oleh orang-orang muda maupun kalangan remaja. Hasilnya para remaja Indonesia mengalihkan perhatian mereka pada film-film produksi Hollywood seperti Twilight. Film Linda Linda Linda ini seharusnya bisa menjadi contoh bagaimana membuat film remaja dengan cerita ringan tapi cukup menarik untuk disaksikan.

Sebuah girl band (grup band yang seluruh anggotanya cewek) SMU terancam bubar 3 hari sebelum pertunjukan terakhir mereka diajang festival budaya di sekolah mereka. Pemain gitar yang tangannya cidera dan vokalis yang bertengkar dengan pemain keyboard menjadi penyebabnya. Setelah sang vokalis keluar, pemain keyboard Kei (Yuu Kashii) yang menjadi band leader sementara memutuskan untuk tetap melanjutkan rencana mereka untuk manggung. Pemain bass Nozomi (Shiori Sekine) dan drummer Kyoko (Aki Maeda) mendukung keputusan Kei, walaupun dalam waktu tiga hari mereka harus mencari pemain gitar dan vokalis baru sekaligus berlatih untuk persiapan pertunjukan. Akhirnya diputuskan Kei pindah peranan menjadi pemain gitar sehingga tinggal posisi vokalis yang masih lowong. Ketika mereka bertiga sedang berembug tentang penentuan vokalis, dengan enaknya Kei bilang siapapun cewek pertama yang lewat depan gerbang sekolah yang mulai sepi akan diminta untuk menjadi vokalis anyar band mereka. Dengan mengesampingkan mantan vokalis sebelumnya yang lewat, muncul pelajar asing dari Korea Selatan yang bernama Son (Bae Doo-na). Seketika itu juga mereka bertiga mengajak dan membujuk Son untuk bergabung dengan girl band mereka.

Setelah Son setuju bergabung, kwartet ini mulai memilih lagu dan berlatih memainkannya. Karena hanya memiliki waktu 3 hari saja, mereka memilih untuk membawakan lagu cover version band Punk Rock terkenal The Blue Hearts yang diantaranya berjudul Linda Linda daripada menciptakan lagu original sendiri. Masalah dimulai dari Kei si pemain keyboard yang tidak biasa memainkan gitar. Tetapi yang lebih parahnya lagi adalah masalah Son yang tidak bisa berbahasa Jepang dengan lancar. Waktu pendek selama tiga hari membuat mereka berempat berjuang keras supaya penampilan terakhir di festival budaya sekolah tidak menjadi ajang yang memalukan. Akibatnya mereka begadang semalaman dan kurang tidur. Bagaimanakah hasil akhir dari usaha mereka?

lindalindalinda

Kalau membaca sinopsis singkat diatas, film ini kelihatan sekali mengambil tema dan alur yang sangat sederhana. Tetapi sederhana bukanlah berati tidak menarik. Memang ada film Indonesia seperti Bukan Bintang Biasa yang mengambil tema remaja yang bergelut dengan seni, hanya saja cerita dan alur yang diambil terlalu mengawang-awang. Ada pula film Hollywood yang mengambil tema drama remaja pemusik, namun lagi-lagi dengan cerita yang kurang membumi. Lihatlah film ini, para remaja tokoh utama film ini tidak berniat nge-band untuk tampil dipanggung sebesar Tokyo Budokan yang hanya ada didalam mimpi mereka. Mereka hanya ingin tampil di ajang festival budaya sekolah yang levelnya hanya untuk menghibur teman-teman satu sekolah. Kisah cinta dalam film ini hanyalah bumbu pemanis belaka karena hampir tak terlalu mempengaruhi plot cerita yang lebih berfokus pada hubungan antara anggota band. Mungkin hanya cerita hubungan malu-malu mau antara Kyoko dengan cowok taksirannya Kazuya yang agak mendominasi cabang plot romantisasi anggota band.

Awalnya film ini berjalan agak lamban, tapi seiring dengan masuknya tokoh siswi Korea yang pemalu menjadi vokalis membuat film berangsur menjadi lebih menarik. Tokoh Son yang tidak lancar berbahasa Jepang berusaha untuk tidak mengecewakan teman-temannya dengan cara berlatih menyanyi lagu Jepang sendiri di karaoke. Lucu juga adegan Son dengan bahasa Jepangnya yang pas-pasan mendebat pegawai karaoke untuk mendapatkan sewa karaoke box yang lebih murah. Belum lagi usaha mati-matian Son menyanyi lagu Jepang di karaoke hingga akhirnya dengan setengah putus asa banting setir nyanyi lagu Korea 😆

Permainan aktris Korea Bae Doo-na sebagai Son memang menjadi daya tarik utama film ini karena keunikan karakter si pelajar asing. Tanpa tokoh Son dan gaya kikuk Bae Doo-na dalam membawakannya, mungkin Linda Linda Linda hanya akan menjadi film remaja yang biasa-biasa saja. Shiori Sekine dan Aki Maeda yang membawakan peran pemain bass dan drummer memang aslinya adalah pemusik, sehingga mereka tidak canggung bermain alat-alat musik dalam film ini. Berbeda dengan Yuu Kashii atau Yuu Odagiri (setelah menikah dengan pemeran Kamen Rider Kuuga, Joe Odagiri) yang aslinya aktris dan model. Paling tidak, penampilan cewek-cewek cute ini membuat susana lebih meriah. Yang agak mengejutkan, mungkin penampilan cameo Kenichi Matsuyama (L dalam Death Note) yang berperan sebagai Maki, cowok yang naksir Son dan “nembak” si siswi Korea pake bahasa Korea :mrgreen:

Judul film ini diambil dari judul lagu band Punk Rock populer Jepang The Blue Hearts, yang terkenal pada akhir 1980-an. Ada 3 lagu milik The Blue Hearts yang dinyanyikan oleh grup tokoh utama dalam film yaitu, Linda Linda, Boku no Migi Te dan Owaranai Uta. Tokoh Son si pelajar Korea yang memberi nama grup mereka berdasarkan nama The Blue Hearts, yaitu Paran Maum (The Blue Heart dalam bahasa Korea). Paran Maum sendiri merilis CD single mereka menyertai album OST Linda Linda Linda yang digarap oleh gitaris The Smashing Pumpkins, James Iha. Bagi penggemar film drama musikal, Linda Linda Linda bisa menjadi pilihan menarik untuk melewatkan waktu.

Rating: 3/5

Trailer

Paran Maum mini concert – Linda Linda and Owaranai Uta


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: