Posts Tagged 'in'

Up in the Air – Traveling and Connecting

Life is better with company. Everybody needs a co-pilot
(Ryan Bingham)

Film ini adalah film pertama ditahun ini yang kutonton untuk mendapatkan nilai 4.5/5 dariku. Tak berlebihan memang, karena film ini menampilkan sebuah film utuh yang hampir tiada cacat. Sutradara film ini Jason Reitman boleh dibilang masih bau kencur kalau melihat jumlah film yang dihasilkannya, tapi jika melihat kualitas film yang diarahkannya, anda pasti akan terkesan dengan kemampuannya. Oh ya, kalau melihat nama keluarganya anda mungkin sudah bisa menebak kalau Jason masih punya hubungan keluarga dengan sutradara film komedi terkenal Ivan Reitman. Jason memang anak lelaki satu-satunya Ivan Reitman yang mengikuti jejak ayahnya untuk menjadi sutradara. Film ini adalah adaptasi novel karya Walter Kirn dengan judul yang sama.

Perkenalkan sang tokoh utama Ryan Bingham (George Clooney), seorang motivator ulung umur 30-an tahun yang bekerja sebagai career transition counselor (bingung menerjemahkannya). Pekerjaan utamanya adalah menjadi konsultan bagi para karyawan yang baru dipecat supaya menemukan karir baru lainnya untuk dirintis kembali. Tentu saja sebelum memberikan konsultasi, tugas Ryan yang paling penting adalah memecat karyawan tersebut karena bos masing-masing tak punya nyali melakukannya. Untuk melakukan tugasnya, Ryan harus sering terbang (disebut sebagai flyer) kesana kemari keliling USA sehingga boleh dibilang kalau rumahnya adalah pesawat terbang dan keluarga terdekatnya adalah kru pesawat, dengan target pribadi untuk terbang hingga mencapai total jarak 100 juta mil.
Continue reading ‘Up in the Air – Traveling and Connecting’

Lost in Translation – Lost in Deja Vu

Catatan: Tadinya aku ragu untuk memasukkan tulisan ini ke blogspot yang memuat unek-unekku. Karena berhubungan dengan film, kuputuskan untuk mempostingnya disini.

Sutradara: Sofia Coppola
Produksi: Focus Features ( 2003 )
Pemain: Bill Murray, Scarlett Johansson

Pertama kali aku menonton film ini pada tahun 2004 lewat VCD di Indonesia dengan kondisi mengerti bahasa Inggris, melihat teks terjemahan bahasa Indonesia dan buta bahasa Jepang. Memang film yang mengisahkan tentang 2 orang asing yang kesepian sekaligus merasa terisolasi di tempat yang sama sekali asing sangat menarik untuk disimak. Masih ingat dibenakku seluruh adegan bahasa Jepang sengaja dibiarkan tanpa terjemahan sehingga lebih terasa lost in translation yang diinginkan oleh sang sutradara. Kondisi bentrok budaya antar timur dan barat juga sangat terasa walaupun dulu aku kurang mengerti mengapa Jepang dipilih, toh masih ada budaya timur lain dengan bahasa dan tulisan sama sekali berbeda seperti misalnya China, Korea atau Thailand.
Continue reading ‘Lost in Translation – Lost in Deja Vu’


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: