Posts Tagged 'dexter'

Another season with a brand new story

Bulan September biasanya memang menjadi awal penayangan season baru serial TV di USA dan sekitarnya. 4 buah serial TV yang biasa kuikuti setiap minggu sampai sekarang juga mulai menayangkan episode terbaru mereka dibulan September. Diawali oleh penayangan episode perdana season 5 oleh serial Supernatural pada 10 September 2009 dan diakhiri oleh episode terbaru season 4 serial milik stasiun TV Canada yang berjudul Little Mosque on the Prairie pada 28 September 2009.

Supernatural
Kali ini serial Supernatural memasuki akhir dari penayangannya dengan menampilkan musuh terbesar dua bersaudara Winchester yaitu Lucifer. Nikmatilah petualangan akhir Dean dan adiknya Sam dalam season pamungkas ini, sebab kreator serial Eric Kripke sudah beberapa kali menyatakan kalau rancangan dasar serial ini mencakup 5 season. Setelah menyaksikan episode 1 hingga 3, aku merasakan kalau season kali ini akan lebih berfokus pada hubungan persaudaraan Dean dan Sam serta perselisihan mereka dengan Lucifer dalam mencegah Apocalypse. O iya, Misha Collins pemeran Malaikat Castiel kali ini naik pangkat menjadi regular cast.

Heroes
Sebenarnya aku agak kecewa dengan ending season 3 volume 4: Fugitive tahun lalu. Cara mereka menghidupkan kembali karakter Nathan benar-benar tak masuk akal. Mengapa para penulis melupakan cara mereka menghidupkan karakter Noah Bennet lewat transfusi darah Claire? Sangat bodoh kalau para penulis tak mengidahkan cerita dalam episode-episode sebelumnya, karena serial ini memiliki cerita berkelanjutan.
Tapi bagaimanapun juga serial ini masih cukup menarik untuk diikuti dengan ditampilkannya tokoh-tokoh baru dengan kekuatan berbeda, untuk mendampingi tokoh-tokoh Heroes reguler yang terus terang saja developing character-nya mulai membosankan.

Dexter
Sang serial killer favorite pemirsa kembali beraksi. Kali ini Dexter harus membagi perhatiannya antara hobi membunuh, kerja di laboratorium kepolisian dan kewajiban sebagai kepala keluarga. Dexter yang telah memiliki seorang istri cantik, 2 anak tiri, dan satu anak kandung yang masih bayi agak kesulitan mengatur waktunya. Masih cukup menarik untuk disimak lebih lanjut season ke 4 yang dimulai 27 Oktober 2009 kemarin.

Little Mosque on the Prairie
Ketika menyadari tokoh Reverend Magee telah angkat kaki dari serial ini, aku benar-benar kecewa. Tokoh pendeta favorite ku telah diganti dengan karakter pendeta baru yang bernama Rev. Thorne. Mengecewakan memang, namun tokoh Thorne yang sinis dan terkesan mirip gaya Chandler dalam serial Friends ternyata lumayan juga. Mungkin dia dimasukkan ke dalam serial untuk menambal sikap muslim-phobia Fred Tupper yang mulai lunak sejak season ke 3 tahun lalu. Mulai tahun ini, celetukan lucu dan segar Rev. Magee akan diganti dengan celetukan sinis dan offensive milik Rev. Thorne. Syukurlah tokoh J.J. yang menyebalkan itu telah disingkirkan karena mengganggu suasana serial sitcom ini menjadi drama romantis di tahun lalu.

Dexter – Sosok Serial Killer yang Unik

Adaptasi Novel: Darkly Dreaming Dexter oleh Jeff Lindsay
Genre: Drama, Komedi Satir
Tayang Perdana: Oktober 2006
Pemain: Michael C. Hall (Dexter), Jennifer Carpenter (Debra), Julie Benz (Rita)

dex1

“You can’t be a killer and a hero. It doesn’t work that way!”
(Ice truck killer, season 1 episode 12)

Perkenalkan: Dexter Morgan, bujangan, berpenampilan menarik, kulit putih, petugas forensik spesialis “bloodstain pattern analysis” (what a profession!). Siapa yang menyangka kalau Dexter yang bekerja disiang hari di kantor kepolisian Miami akan berubah menjadi pembunuh berantai berdarah dingin dimalam hari. Bagi para pecandu kisah serial killer tentu membayangkan sosok bujangan keren, kulit putih, anti-sosial, broken-home, orang tua abusive dan karakteristik umum serial killer lainnya. Tapi Dexter bukanlah serial killer biasa dan ciri-ciri umum serial killer pada umumnya justru hanya terlihat fisiknya saja. Dilihat dari segi mental dan latar belakangnya, Dexter terlihat normal, punya hubungan sosial yang baik di lingkungannya, adik perempuan yang menyayangi dan terlihat sangat tergantung padanya, pacar tetap yang cakep, datang dari keluarga baik-baik. Dengan deskripsi cerita sampai disini saja, tentu anda akan membayangkan Dexter sebagai sebuah serial TV yang sangat menarik untuk diikuti.

Ketika umur 3 tahun, Dexter diadopsi oleh keluarga Morgan sebagai anak mereka. Dexter memperoleh ayah Harry Morgan seorang detektif kepolisian Miami yang disegani, ibu bernama Doris dan adik perempuan Deborah yang biasa dipanggil Debra dalam kondisi keluarga bahagia. Ketika mulai beranjak dewasa Harry mendapatkan Dexter memiliki kecenderungan psikopat. Karena semakin sulit dikendalikan, Harry awalnya mengijinkan Dexter untuk hanya membunuh hewan, hingga pada akhirnya Harry sadar kalau pada suatu saat Dexter dewasa tak akan bisa mengendalikan dirinya lebih jauh lagi. Harry memutuskan untuk mendidik dan melatih Dexter untuk menjadi vigilante yang hanya diperbolehkan membunuh orang-orang yang sudah dipastikan layak untuk dibunuh, ketika kebutuhan biologisnya untuk membunuh muncul. Kebanyakan korban Dexter sendiri malahan mempunyai kepribadian yang sama dengan Dexter, yaitu sesama serial killer.

Metode pembunuhan tanpa meninggalkan jejak rancangan Harry ini disebut dengan Code of Harry oleh Dexter. Karena training inilah hubungan Harry dan Dexter terlihat lebih akrab dimata Debra, sehingga Debra menganggap ayahnya lebih menyayangi Dexter si anak sempurna. Tentu saja Debra tidak tahu menahu dengan latihan dan sisi psikopat Dexter, belum lagi larangan Harry untuk membuka rahasianya pada siapa saja termasuk keluarga dekatnya. Harry adalah seorang detektif berpengalaman yang mengetahui ciri-ciri umum serial killer, sehingga dia mulai mengajari Dexter untuk mulai menerapkan cara hidup keseharian yang normal untuk menjauhkan kesan anti-sosial, dan hal lainnya yang mengacu pada sosok serial killer.

Tema serial ini sangat kontroversial. Jangankan di Indonesia, di Amerika sendiri walaupun mendapat pujian kritikus dan memenangkan Emmy Award tetap saja banyak orang yang memperdebatkan isi dan pesan serial TV ini. Ada pihak yang menunding serial ini ingin memberi pemakluman atas tindakan serial killer dan menunjukkan empati pada kekerasan yang dilakukan si serial killer. Karena itu jangan harap serial ini akan diputar di dunia pertelevisian Indonesia. Satu-satunya jalan hanya lewat DVD bajakan. Itu juga kalau anda tidak keberatan dan muak dengan banyaknya adegan sadis seperti mutilasi dan cipratan darah yang mewarnai serial ini.

Adalah novel laris berjudul Dark Dreaming Dexter karya Jeff Lindsay (sudah terbit terjemahan Indonesianya) yang menjadi pijakan pembuatan season 1 serial Dexter ini, walaupun season 2 dan selanjutnya sudah tidak mengikuti sequel novel karya Jeff Lindsay lagi. Sebagaimana novelnya, dalam serial ini juga Dexter berperan sebagai narator cerita. Season 1 banyak menampilkan adegan flashback mengenai hubungan Dexter dan ayahnya, pengaruh wejangan Harry terhadap Dexter hingga training yang diterima Dexter. Dexter ditampilkan sebagai orang tanpa emosi (Dexter menyebutnya “empty”) yang menjalani kehidupan sosialnya sebagai topeng sosok psikopat sesuai ajaran ayahnya. Selain itu juga ditampilkan hubungan Dexter dan adiknya Debra, seorang polisi yang berambisi untuk masuk jajaran detektif elit Miami Vice, juga hubungan Dexter dengan Rita, janda beranak dua korban mantan suami abusive yang digambarkan Dexter sebagai kamuflase sosial sosok serial killer dirinya. Season 1 ini juga mengetengahkan perburuan Dexter terhadap serial killer pintar berjuluk Ice Truck Killer yang terlihat sangat mengenal Dexter luar dalam termasuk masa lalu Dexter yang membuat dirinya menjadi monster pembunuh. Memasuki season 2, cerita lebih berfokus pada perburuan “Bay Harbor Butcher” yang tak lain tak bukan merupakan alter ego Dexter sebagai serial killer.

Bagi anda yang menyukai musik latin terutama irama Afro-Cuban tentu akan sangat menikmati iringan lagu berirama latin dengan banyak perkusi dan alat musik tiup disepanjang serial Dexter. Nilai lebih lainnya dalam film ini selain cerita drama misteri yang menarik, humor satir penuh ironi yang ditawarkan juga bisa membuat anda tersenyum pahit, bahkan tertawa masam. Entah berapa kali aku dibuat tertawa dengan perasaan tak enak pada adegan tertentu, terutama oleh kalimat satir dari narasi yang dibawakan oleh tokoh utamanya Dexter.

Dibawah ini adalah trailer serial Dexter untuk season 3.


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: