Posts Tagged 'detective'

Detective Conan The Movie 15: Quarter of Silence

Masih berminat nonton Detective Conan layar lebar? Entah kenapa, menurutku semakin besar angka the movie-nya justru semakin membuatku malas nonton di bioskop dan tak terlalu penasaran untuk nonton di media lainnya. Malah akhir-akhir ini serial TV-nya juga sudah jarang kuikuti lagi. Tapi ya sudah, toh aku sudah mengikuti serial Conan hingga belasan tahun (film ke-15 berarti riwayat anime Detective Conan sudah memasuki tahun ke-15) walaupun sudah tidak kontinyu seperti dulu. Mengenai judul, maksud dari judul Quarter disini adalah 15 menit, dihubungkan dengan batas waktu yang dimiliki korban tertimbun longsoran salju untuk hidup sebelum akhirnya tewas kedinginan jika terlambat ditemukan. Continue reading ‘Detective Conan The Movie 15: Quarter of Silence’

Detective Conan The Movie 14: The Lost Ship in The Sky

Detective Conan the movie yang ke 14 ini sebenarnya sudah nangkring di kios rental DVD sejak bulan lalu, tapi aku sendiri sedang tidak mood nonton karena ada masalah keluarga. Kalaupun nonton, aku juga agak malas menulis resensi film ataupun menulis postingan di blog yang satu lagi. Karena minggu kemarin aku sudah nonton film Conan yang ini, kusempatkan untuk menulis reviewnya kali ini.
Continue reading ‘Detective Conan The Movie 14: The Lost Ship in The Sky’

Detective Dee and the Mystery of the Phantom Flame

Setelah film Reign of Assassins, datang lagi sebuah film wuxia yang dibalut cerita misteri. Berbeda dengan Reign of Assassins yang fiktif, kisah Detective Dee and the Mystery of the Phantom Flame (disingkat saja menjadi Detective Dee) diangkat berdasarkan tokoh nyata yang ceritanya berdasarkan novel fiksi berjudul sama karya Liu Qianyu. Sang detective dalam kisah ini sendiri adalah seorang petinggi pemerintahan jaman dinasti Tang bernama Di Renjie yang memang terkenal sebagai tokoh cerdik pandai yang banyak akalnya. Tingginya kemampuan analisis dan deduksi Di Renjie membuat banyak pengarang memfiksikan tokoh ini dalam posisi sebagai seorang detective.
Continue reading ‘Detective Dee and the Mystery of the Phantom Flame’

The Most Conan Movie

Bulan April tahun ini, Detective Conan the movie terbaru yang berjudul The Lost Ship in the Sky mulai tayang di bioskop-bioskop Jepang. Dengan ini, sudah 14 film layar lebar Detective Conan telah dibuat oleh Toho Cinema. Untuk menyambut penayangan seri ke 14 Detective Conan, aku memutuskan untuk memilih 4 buah film layar lebar Detective Conan yang paling menarik perhatianku dari seluruh 13 film yang pernah kutonton.
Continue reading ‘The Most Conan Movie’

Detective Conan The Movie 13: The Raven Chaser

Judul asli: 名探偵コナン漆黒の追跡者 (Meitantei Konan Shikkoku no Tsuisekisha)
Produksi: Toho (2009)
Sutradara: Yasuichiro Yamamoto

Akhirnya sempat juga menulis resensi film layar lebar Conan keluaran tahun 2009 ini dan aku merasa lumayan puas dengan the movie ke 13 jika melirik 2 film layar lebar Conan sebelumnya secara berturut-turut. Harap maklum, karena baik the movie 11 maupun 12 mengalami penurunan kualitas baik secara cerita misteri, suspense maupun petualangan jika dibandingkan dengan the movie sebelumnya. Kali ini Conan kembali berhadapan dengan musuh bebuyutannya Kuro Sosiki (Organisasi Hitam) beserta para gembong utamanya Gin, Vodka dan tentu saja Vermouth. Sekedar info, The Raven Chaser ini juga merupakan penampilan terakhir Kamiya Akira yang mengisi suara Meitantei Mouri Kogoro untuk Detective Conan The Movie, karena kontrak Kamiya berakhir pada tahun ini. Pada Detective Conan The Movie 14 tahun depan, Koyama Rikiya akan mengisi suara Kogoro (dimulai sejak serial anime episode 553).
Continue reading ‘Detective Conan The Movie 13: The Raven Chaser’

Detective Conan OVA 9

Ini cuma sekedar postingan numpang lewat.
conan
Wajah Conan dengan muka Shinichi plus kaca mata

Barusan aja aku nonton Detective Conan OVA 9 yang judulnya 10 nen go no Houjin alias stranger in 10 years. Ceritanya cukup unik karena mengambil perspektif apa yang akan terjadi jika Conan dalam 10 tahun mendatang tidak dapat mengembalikan kondisi tubuhnya seperti semula. Seperti apa yang diulas oleh Ai Habara, Conan telah meminum berkali-kali antidote APTX 4869 hingga akhirnya kebal terhadap pengaruh antidote. Sejak SMP atau 5 tahun terakhir, antidote yang diminum oleh Conan sama sekali tak berpengaruh karena tubuhnya imune terhadap antidote sehingga Conan sudah tak bisa lagi kembali ke tubuh semula. Conan tetap tumbuh bersama dengan para sahabat kelompok detektif ciliknya hingga kelas 2 SMA. Ran dan Sonoko telah menjadi dewasa dan berusia 27 tahun disertai cerita Ran dilamar oleh Dr. Araide. Heiji bersama Kazuha muncul di TV dan bertengkar sampai sang pembawa acara bertanya tentang hari pernikahan mereka. Hingga Kogoro Mouri yang semakin tenggelam dalam lautan alkohol akibat patah hati karena artis pujaannya Yoko Okino akan segera menikah.
shounen
Kelompok detektif remaja ki-ka Mitsuhiko, Genta, Ayumi didepan Conan

Karena cuma OVA, waktu tayangnya juga pendek tak sampai 30 menit. Walaupun demikian aku justru dapat melihat sisi lain yang menarik dari serial ini. Sepertinya cukup menarik untuk melihat perjalanan Conan dan teman-teman detektif ciliknya yang telah tumbuh remaja. Paling tidak sangat bagus untuk selingan serial Conan yang mulai membosankan akhir-akhir ini. Aku harap Aoyama Gosho dapat membuat sebuah cerita spin off yang cukup panjang dari sekedar OVA ditambah dengan sebuah film Detective Conan the movie yang mengisahkan tentang alternative dimension dimana Conan menjadi dewasa tanpa bisa kembali ke tubuh semulanya. Sambil menanti alur utamanya diselesaikan oleh Aoyama Gosho, bukankah cerita Conan dalam setting alternative dimension ini merupakan sebuah penyegaran.

Detective Conan The Movie 12: Full Score of Fear

Judul asli: 名探偵コナン戦慄の楽譜 (Meitantei Konan Senritsu no Gakufu)
Produksi: Toho ( 2008 )
Sutradara: Taiichiro Yamamoto

Terus terang saja aku kecewa dengan film layar lebar Detective Conan kedua belas kali ini. Selain misteri yang dibahas tidak terlalu bikin penasaran, thriller yang dikemas kurang seru, tokoh yang diajukan oleh penulis cerita juga kurang mantap. Jadinya film ini jatuhnya biasa saja, tidak ada hal yang istimewa untuk Detective Conan The Movie kali ini. O iya, aku sebenarnya sudah nonton tahun kemarin sekitar bulan Juni (tanpa teks), karena takut terjadinya salah pengertian bahasa terpaksa nonton ulang film yang sama dengan teks terjemahan.

Film dibuka dengan adegan pengeboman akademi musik Doumoto yang banyak melahirkan pemusik-pemusik klasik Jepang kelas dunia, mulai dari penyanyi soprano, violist, hingga pianis. Korban yang tewas tidak berhenti begitu saja melainkan dilanjutkan dengan pembunuhan musisi yang berhubungan dengan akademi musik Doumoto lainnya hingga total pengeboman berjumlah tiga. Disetiap tempat kejadian ditemukan flute (sejenis suling) masing-masing bagian kepala (head joint), tubuh (body) dan bagian kaki (foot joint) dari satu flute utuh.

Kejadian ini dilanjutkan dengan serangan terhadap penyanyi soprano terkenal yang juga penyanyi utama akademi musik Doumoto menjelang Doumoto Concert. Conan yang bersama teman-temannya yang menghadiri acara tentu tak mau tinggal diam. Mulailah Conan menyelidiki seluruh kejadian dibalik keterlibatan akademi musik Doumoto untuk mencegah terjadinya bencana yang lebih besar didepan matanya.

Film kali ini sama membosankannya dengan the movie sebelumnya Jolly Roger in the Deep Azure. Jangankan untuk menyaingi keistimewaan Detective Conan The Movie terbaik yang pernah saya tonton The Panthom of Baker Street, untuk sekedar sama bagusnya dengan Countdown to Heaven saja masih kalah kelas. Satu-satunya adegan menarik yang saya lihat adalah latihan paduan suara anak-anak SD Teitan tempat Conan dan teman-temannya sekolah. Lucu juga melihat betapa anak SD nyanyi di kritik oleh penyanyi soprano professional. Conan sendiri di”bantai” karena dirinya “onchi” (tone-deaf alias pekak nada) hehehe…… 😀

Menurut kabar terbaru, bulan april 2009 bakalan keluar Detective Conan The Movie: The Raven Chaser yang akan menampilkan kembali musuh berat Conan yakni Kuro Sosiki (Organisasi Hitam) yang sudah lama hilang dari peredaran cerita. Semoga the movie yang akan datang tidak mengecewakan.

[Edit] The Raven Chaser sudah ditulis resensinya di link ini

Rating: 2.5/5


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: