Posts Tagged 'dance'

Fancy Dance – Komedi Pendeta Zen

Seperti yang telah diceritakan pada tulisan sebelumnya, Fancy Dance adalah film layar lebar pertama karya sutradara Masayuki Suo yang dibuat pada tahun 1989 menyusul film-film dokumenter dan semi-porno yang telah dirintis diawal karir Suo untuk menapakkan kakinya sebagai sutradara berkelas dikemudian hari. Fancy Dance sendiri merupakan film adaptasi dari manga shojo karya Reiko Okano yang mengisahkan suka duka kehidupan para pendeta Zen pada masa training mereka di dalam kuil Buddha.
Continue reading ‘Fancy Dance – Komedi Pendeta Zen’

Shall We Dansu? – Dansa sang salaryman

Quote: Mou ichi do, Jinsei ni koi site miyou
(Marilah sekali lagi mencintai kehidupan)

Film ini adalah salah satu film Jepang karya non-Akira Kurosawa yang mampu membuatku sangat terkesan. Ada beberapa alasan yang membuatku menobatkan film ini masuk ke dalam jajaran film Jepang favorite versi ku, baik secara teknis film maupun secara non teknis. Secara teknis, film ini bagus sekali dan merupakan salah satu jendela yang mengubah pandanganku terhadap realitas kehidupan sosial kemasyarakatan Jepang (sebelumnya aku terlampau silau dengan pemaparan versi animanga dan dorama yang terlalu stereotype). Secara non-teknis? Film ini adalah film Jepang pertama yang kutonton ketika aku berada di Jepang. Kemudian, aku menonton film ini bukan di bioskop ataupun lewat DVD player biasa, melainkan dalam sebuah theater kecil perpustakaan daerah kota Fujinomiya. Betul, anda tak salah baca. Theater kecil dalam perpustakaan tersebut mampu menampung penonton sekitar 20 orang dan setiap minggunya mereka memiliki jadwal pemutaran film. Perpustakaan pusat Fujinomiya (ada dua perpustakaan daerah, yang satu lagi perpustakaan barat Fujinomiya) selain menyediakan koleksi buku, koran, majalah dan macam-macam bahan bacaan, juga memiliki koleksi piringan hitam/kaset/MD/CD musik dan DVD film. Pengunjung bisa mendengarkan musik atau menonton film langsung di dalam blok-blok ruang audio visual perpustakaan (jarang kosong sih) atau juga meminjamnya dengan menggunakan kartu anggota. Fasilitas lain adalah ruang nonton film yang telah kusebutkan diatas.
Continue reading ‘Shall We Dansu? – Dansa sang salaryman’


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: