Posts Tagged 'anime'

Kokurikozaka Kara – Proyek Ghibli pembuktian Miyazaki

Debut penyutradaraan Goro Miyazaki, putra sutradara legenda anime sekaligus salah satu pendiri Studio Ghibli Hayao Miyazaki, dalam film perdananya Tales from Earthsea mendapatkan tanggapan pedas dari para kritikus. Bagaimana cara Goro menebus kritik tersebut dalam film keduanya? Produser sekaligus salah satu dari 3 pendiri Studio Ghibli, Toshio Suzuki masih mempercayai Goro dalam menggarap adaptasi manga Kokurikozaka Kara karya Tetsuo Sayama dan Chizuru Takahashi. Malah kali ini Hayao, sang Miyazaki senior sendiri teribat langsung sebagai penulis skenario yang berkolaborasi dengan Keiko Niwa, sebagaimana mereka berdua juga berkolaborasi menulis skenario The Borrower Arriety. Mungkin hal ini sebagai pertanda mulai membaiknya hubungan ayah dan anak yang sudah lama dingin. Bagaimanakah hasilnya? Continue reading ‘Kokurikozaka Kara – Proyek Ghibli pembuktian Miyazaki’

Advertisements

Colorful – Jangan sia-siakan hidupmu!

Mati adalah kepastian, namun hidup adalah pilihan

Film anime ini tadinya memang sudah menjadi incaranku sejak tahun lalu, sayangnya penayangannya di bioskop terlewat dari pandanganku. Tapi tak apalah, toh nonton lewat media DVD tak mengurangi bagusnya film ini. Yang menjadi sorotan utama anime ini adalah warna-warni kehidupan, sesuai dengan judulnya Colorful. Warna-warni seperti apakah yang hendak dibahas? Sutradara film ini adalah Keiichi Hara yang dikenal sebagai sutradara sebagian besar film versi layar lebar Doraemon dan Crayon Shinchan, dan itu agak membuatku menyangsikan keseriusan tema film. Namun dengan raihan berbagai penghargaan termasuk animasi terbaik Mainichi Film Award, anime yang merupakan adaptasi novel karya Mori Eto ini lebih dari cukup untuk mendapatkan perhatian lebih. Continue reading ‘Colorful – Jangan sia-siakan hidupmu!’

Giant Killing

Pada postingan tentang anime sepakbola sebelumya yang membahas SHOOT!, aku hanya memuji versi manganya saja. Versi anime Aoki Densetsu Shoot! menurutku tak bisa menjejeri kualitas manganya yang lebih keren. Tapi untuk kasus Giant Killing, anime yang dibuat Studio DEEN berdasarkan manga karya Masaya Tsunamoto ini berhasil menerjemahkan energi yang berlimpah dari versi manganya. Walaupun masih bertema olah raga yang paling digemari seluruh dunia, Giant Killing menjadi menarik karena tidak menampilkan tokoh utama pemain sepakbola melainkan seorang manajer klub. Continue reading ‘Giant Killing’

Ho-kago Tea Time II – K-On insert song album

Hokago Tea Time II album cover

Anime K-On! memang fenomenal. Bukan hanya animenya saja yang laku, melainkan juga CD single dan album soundtrack yang dikeluarkan oleh label Pony Canyon laris manis di pasaran. Malahan single opening dan ending theme song anime K-On! season pertama yang berjudul Cagayake! Girls dan Don’t Say Lazy sempat memuncaki posisi satu dan dua tangga teratas Oricon top chart tahun lalu. Continue reading ‘Ho-kago Tea Time II – K-On insert song album’

BECK The Movie – We are the BECK!

Oretachi wa tada no nakayoshi bando jyanai da
(Kita ini bukan band yang dibentuk buat iseng main antar kawan doang!)
~Ryusuke Minami~

Akhirnya! Aku nonton juga film yang sudah kutunggu-tunggu pemutarannya pada bulan-bulan terakhir ini. BECK the movie memang bukan film berat kelas festival dengan plot cerita rumit, melainkan hanya sebuah film hiburan yang diangkat dari salah satu manga favoritku karya Harold Sakuishi. Karena itu, sebelum menontonnya pun aku tidak berharap pada kualitas film berbobot, yang penting bisa menghibur dan mampu mengadopsi semangat manga/anime nya sendiri ke layar lebar. Menurut laporan box office Jepang, film ini mampu meraup lebih dari 300 juta Yen pada pemutaran hari pertama dan kedua di 316 layar seluruh bioskop Jepang sehingga bertengger dipuncak tangga film terlaris Jepang hingga 2 hari. Sayangnya tak sampai seminggu, BECK turun ke peringkat 3 karena harus kalah bersaing dengan film Akunin yang menyalip diposisi nomor satu.

Bagi yang pernah baca manga ataupun nonton animenya, tentunya sudah mengetahui kalau BECK bercerita tentang kisah 5 pemuda yang berjuang dari bawah untuk menggapai mimpi mereka membentuk band terhebat dan diakui penggemar musik Rock seluruh dunia. Fokus film lebih mengarah ke sosok Koyuki sang gitaris pemula dan Ryusuke aka Ray sang gitaris berbakat yang menjadi leader BECK, dengan karakter lainnya sebagai pendukung. Film live action ini mengambil story-arc manga dari awal pertemuan Koyuki dan Ray hingga puncaknya berakhir di konser besar-besaran Greatful Sound. Boleh dibilang versi film layar lebar ini mengambil porsi yang sama dengan versi animenya.
Continue reading ‘BECK The Movie – We are the BECK!’

SHOOT! Profil tim Kakegawa (bagian 3)

Jika anda teliti membaca manga SHOOT!, tentu anda akan menemukan siapakah idola sang kapten Yoshiharu Kubo. Salah satunya adalah Johann Cruijff sang jenderal Total Football, sehingga permainan Kakegawa sangat terasa spirit total footballnya bahkan setelah ditinggal Kubo sekalipun. Berikut ini adalah profil dari Miracle Team Kakegawa yang memakai pakem offensive 4-3-3 ala Total Football Ajax/Belanda.

Continue reading ‘SHOOT! Profil tim Kakegawa (bagian 3)’

SHOOT! Live Action Movie adaptasi manga (bagian 2)

Toshi, Sakka suki ka? (Toshi, kau suka sepak bola?)
~ Yoshiharu Kubo ~

Setelah membahas Shoot! versi manga dan anime, kelanjutannya kali ini adalah review Shoot! versi live action movie. Film ini sendiri sebenarnya bukan film yang dibuat untuk ditayangkan di bioskop, melainkan TV movie yang diproduksi oleh Fuji Television. Ditayangkan oleh Fuji TV pertama kali pada bulan Maret 1994, satu tahun sebelum aku membaca versi manga di Bandung (maklumlah, sulit mencari taman bacaan lengkap di kota kecil di kampung halamanku). Keberadaan film ini sendiri baru kuketahui setelah berada di Jepang dan baru menemukannya 4 tahun kemudian. Memang DVD film ini telah dirilis dan dijual sejak lama, hanya saja karena produksi lawas agak sulit menemukannya di rental-rental DVD. Jadinya mendapatkan film ini bagiku seperti mendapatkan durian runtuh. Pada tanggal 4 Januari 2010, film ini tayangkan ulang oleh Fuji TV dalam bentuk remaster HD untuk peringatan acara tahunan SMAP x SMAP. Kira-kira apa jadinya jika Shoot! dibuat versi live actionnya?
Continue reading ‘SHOOT! Live Action Movie adaptasi manga (bagian 2)’


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: