Archive for the 'Resensi Musik' Category

10 Ear-worm Film (Bagian Dua)

Sambungan dari tulisan pertama.

 

6. All About Lily Chou Chou.

Berkisah tentang 2 remaja penggemar berat rocker kharismatik nan misterius bernama Lily Chou Chou, serta pengaruh musik Liky Chou Chou pada kedua karakter.
Film ini bernuansa kelam dan depresif, berisi kenakalan dan permasalahan kriminal remaja Jepang seperti bully, enjo kosai (pelacuran pelajar), pelecehan seksual, hingga bunuh diri akibat depresi.

Ini satu-satunya film yang semua lagu dalam album soundtrack kumasukkan dalam playlist dan rutin kudengar hingga lebih dari 3-4 bulan, rekor.

Lagu-lagu yang dibawakan tokoh penyanyi fiktif Lily Chou Chou dinyanyikan oleh penyanyi Jepang Salyu. Suara Salyu yang mendayu terdengar beraura mistis ketika dipadukan dengan suasana depresif film, sampai-sampai bikin ketagihan untuk didengar setelah film habis.
Ketika sedang merasa melankolis, lagu-lagi Lily Chou Chou ini cocok menemani kupingku.

Film Lily Chou Chou pernah kubahas di sini.

 

lilychou

7. That Things You Do.

Bercerita tentang band anak SMA lokal tahun 1960an yang ingin diorbitkan oleh seorang produser musik profesional menjadi band terkenal, gara-gara satu lagu mereka mendadak ngetop akibat diputar terus menerus di radio.

Nonton film ini di bioskop 21 BIP waktu masih zaman kuliah di Bandung.
Plot cerita filmnya lumayan, tapi lagu-lagu dalam filmnya catchy dan langsung nempel di kepala.
Dalam album OST-nya ada 5 lagu yang dibawakan The Wonders, band fiktif dalam film. Semuanya asyik didengar, baik yang rock n roll buat joget twist and shout maupun yang slow buat dansa dansi. Aku masih ingat sampai bela-belain ngerekam lagu-lagu mereka ke dalam kaset rekaman kompilasi lagu-lagu yang kusuka saat itu.

 

ThatThingYouDo

8. Ada Apa Dengan Cinta.

Tentang seorang gadis SMA bernama Cinta, persahabatannya dengan geng teman akrabnya, serta hubungan romantisnya dengan cowok penggemar puisi bernama Rangga.

Ini adalah satu-satunya film Indonesia dengan soundtrack yang bisa bikin aku earworm.
Lagu-lagu buatan Melly Goeslow yang di aransemen suaminya Anto Hoed ini memang pantas dan wajib masuk dalam datar 10 film ear-worm ku ini.
Lagu favoritku dalam album soundtracknya adalah Bahagia dan Tentang Seseorang.

 

9. (500) Days of Summer.

Plot film ini sebenarnya sangat sederhana. Cuma tentang pasang surutnya hubungan cinta antara Tom dan Summer. Yang membuat film ini berbeda adalah bagaimana sutradara mengemas cerita sederhana dengan cara membolak balik alur timeline penceritaan.

Ini film yang membuatku mencari-cari kembali lagu-lagu grup lawas The Smiths gara-gara lagu There is a Light that Never Goes Out terputar ulang tanpa henti di dalam kepala setelah menonton film ini. Hal sama juga berlaku setelah mendengan lagu Here Comes Your Man dari band Pixies.
Selain itu juga film ini sukses membuatku nyanyi karaoke kedua lagu di atas.
Oh iya, tak lupa aku juga mencari lagu-lagu lain dari duo Hal and Oates setelah menonton Tom menari di taman diiringi lagu You Make my Dreams dari mereka.
Salah satu romcom terbaik dengan soundtrack asyik.

 

 

10. Bohemian Rapsody.

Daftar 10 besar film ear-worm ini diakhiri dengan film autobiografi kelompok musik Rock Queen dengan vokalis flamboyannya Freddie Mercury.

Film yang diiringi lagu-lagu hits Queen ini bukan hanya mampu membuatku bernostalgia melainkan juga membuat mulutku ikut bersenandung kecil mengikuti irama lagu dan lirik yang dinyanyikan Freddie. Tak lupa setelah nonton, daftar lagu spotify-ku bertambah dengan lagu-lagu Queen favoritku hingga aku menulis daftar film ear-worm ini.

 

bohemian-rhapsody-movie-poster-review-2018

10 Ear-worm Film (Bagian Satu)

Saya suka nonton film dan saya juga suka musik, karena itu genre film musikal maupun film yang diisi banyak lagu merupakan salah satu genre yang kusuka.
Gara-gara heboh film Bohemian Rhapsody, saya jadi earworm (lagu yang sama terngiang-ngiang dalam kepala) sama lagu-lagu Queen dan memutarnya selama seminggu terakhir.
Di dalam pikiran, saya malah sudah menyusun daftar beberapa film yang bikin saya earworm sehabis nonton dan akhirnya sukses bikin saya memutar lagu-lagu dari film maupun lagu-lagu yang dibawakan musisi dalam filmnya hingga berminggu-minggu. Daftar ini cuma sekedar nomor urut, tidak ada hubungan dengan yang mana yang lebih favorit. Ini tulisan bagian pertama.

Continue reading ’10 Ear-worm Film (Bagian Satu)’

Pat Torpey, in Memoriam…

Ketika Pat Torpey, drummer salah satu band rock favoritku Mr. Big, diberitakan meninggal dunia akibat komplikasi penyakit Alzheimer, aku sempat merasa melankolis hingga beberapa hari. Setiap hari pergi pulang kerja, lagu-lagu Mr. Big selalu kuputar untuk menemaniku di perjalanan. Ketika ada waktu, aku nonton wawancara Mr. Big di youtube tentang cara mereka mengatasi krisis saat Pat dinyatakan mengidap penyakit Alzheimer.

Pat didiagnosa terkena Alzheimer sekitar bulan Juli 2014, saat mereka sedang merampungkan album Mr. Big ke delapan “The Stories We Could Tell”.

 

Mr. Big bersama penonton Japan Tour 2017 di Nippon Budokan akhir September 2017. Kiri-kanan: Paul Gilbert, Matt Starr, Pat Torpey, Eric Martin, Billy Sheehan

 

 

Continue reading ‘Pat Torpey, in Memoriam…’

L’25 Tokyo Dome


Tulisan ini memuat pernak-pernik sewaktu aku nonton konser ulang tahun ke 25 L’Arc~en~Ciel atau dikenal dengan nama 25th L’Anniversary di Tokyo Dome pada hari minggu tanggal 9 April 2017.

Continue reading ‘L’25 Tokyo Dome’

30 Day Music Challenge (part 2)

Lanjutan dari bagian 1 untuk 10 lagu selanjutnya.
Continue reading ’30 Day Music Challenge (part 2)’

30 Day Music Challenge (part 1)

Ini cuma kompilasi iseng gara-gara Jensen memulai di facebook sejak tanggal 1 Maret kemarin  dan Amed mulai memasukkan lagu-lagu pilihannya di blog. Karena saya tidak serajin Amed membahas lagu satu per satu, saya memilih membahas per 10 hari dari lagu-lagu per hari yang pernah saya tulis di laman facebook. Hanya beberapa lagu tertentu saja yang saya bahas latarnya dan merupakan campuran lagu-lagu berbagai bahasa walaupun tentu saja didominasi lagu berbahasa Inggris, Indonesia dan Jepang. Sebisa mungkin saya memasukkan hanya satu artis untuk selama 30 hari.  Ini adalah bagian pertama dari 3 bagian.

30days music

Continue reading ’30 Day Music Challenge (part 1)’

Quruli – Highway

4e8f259199f2e

Lagu ini adalah lagu yang terus menemaniku di perjalanan karena selalu kuputar dan kutempatkan paling atas di playlist mp3 playerku.

Tidak seperti Kagerou dengan chord progress yang menarik, Highway cenderung sederhana. Sederhana chord preogress-nya, sederhana komposisinya, juga tak banyak menggunakan instrumen pemanis. Yang paling spesial buatku dalam lagu ini adalah liriknya.

Highway secara literal dan eksplisit menceritakan tentang perjalanan yang ditempuh seseorang menggunakan mobil. Tapi aku menangkap bahwa perjalan yang dilakukan sang “karakter” dalam lagu bukan hanya perjalanan fisik dalam arti literal melainkan juga perjalanan spiritual dalam bahasa metafora, apakah itu perjalanan karir ataukan itu perjalanan cinta, intinya lebih ke perjalanan hidup secara personal.

Continue reading ‘Quruli – Highway’


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: