Archive for the 'Resensi Film Serial' Category

Stranger Things Season 3

ST3

 

Plot

Tahun 1986 di kota Hawkins, Eleven, Mike, Lucas, Dustin, Will dan Max sudah tumbuh menjadi anak remaja.
Ketika benih cinta monyet mulai tumbuh di antara mereka, sebuah mall baru yang besar berdiri di kota Hawkins, lengkap dengan bioskop, toko busana hingga toko es krim yang menjadi lokasi keren buat kencan para remaja kasmaran.

Setelah lulus SMA, Steve bekerja di toko es krim dalam mall bersama partner penjual es krimnya Robin, sementara itu Nancy dan Jonathan kerja magang di kantor surat kabar lokal. Berbarengan dengan berdirinya mall, pusat kota Hawkins jadi sepi kehilangan pembeli yang lebih tertarik dengan mall megah.

Kota Hawkins yang berturut-turut mengalami teror monster dunia up-side down perlahan mulai ramai kembali. Apakah teror monster dunia up-side down telah berakhir?
Sepertinya belum.

Continue reading ‘Stranger Things Season 3’

Ramy (Season 1)

Ramy

 

Jarang sekali ada serial komedi yang mengetengahkan tentang minoritas muslim yang hidup di negara  mayoritas non-muslim. Kalau film action thriller sih banyak, terutama yang menampilkan minoritas muslim sebagai antagonis terutama yang berkaitan dengan terorisme dan Islamophobia.

Serial komedi terakhir jenis ini yang kutonton adalah serial Kanada berjudul Little Mosque in Prairie yang berakhir tayangannya pada tahun 2012 lalu.
Setelah sekian lama tak ada serial komedi genre ini tak ada yang menarik perhatian, baru serial Ramy ini membuatku tertarik untuk nonton serial dengan tema unik seperti ini.

Continue reading ‘Ramy (Season 1)’

Condor ( Serial TV 2018 )

Condor-Posters

Plot

Joe Turner (Max Irons), lulusan terbaik MIT,  direkrut pamannya Bob (William Hurt) untuk menjadi analis CIA.

Semakin lama bergelut dengan CIA, Joe yang idealis semakin merasa tak nyaman karena aksi CIA sering kali berlawanan dengan idealismenya. Hingga suatu hari program buatannya untuk mendeteksi aksi terorisme dipakai CIA dan berhasil mencegah teror yang berpotensi membunuh ribuan jiwa dalam DC Stadium yang penuh penonton.

Terlalu bersemangat mengungkap siapa orang dibalik teror tersebut malah membuat tim analis CIA tempat Joe bekerja didatangi pembunuh. Berhubung hanya Joe yang lolos hidup-hidup dari pembantaian di kantor analis CIA, Joe jadi buruan CIA yang menuduhnya terlibat pembantaian sekaligus juga diburu pihak yang tak mau plot terorisme mereka dibongkar oleh Joe.

Continue reading ‘Condor ( Serial TV 2018 )’

Your Highness

yourhighness

Plot.

Sebuah permainan Massively Multi Player Online Role Playing Game (MMPORPG) yang berdasarkan novel dan serial silat karya Jin Yong, Demi-Gods and Semi-Devils (DGSD) akan tepat berusia 10 tahun.

Qin Zhan (Kevin Kwan) termasuk gamer pertama yang bermain sejak awal dan tiap hari bisa menghabiskan waktu belasan jam untuk menyelesaikan misi demi misi untuk memperoleh senjata maupun ilmu silat. Hasilnya hampir semua ilmu silat tersakti dan senjata ampuh bisa diperolehnya sehingga dalam kurun hampir 10 tahun, namanya melegenda sebagai gamer Demi-Gods and Semi-Devils rangking nomer satu dengan level tanpa tanding.

Tak ada gamer yang berani berurusan dengan Qin Zhan mengingat levelnya sudah jauh di atas gamer lain, hingga ada gamer newbie Yu Chen (Sun Xu-Ning) yang minta bantuan Qin Zhan untuk menaikkan levelnya dengan menyelesaikan misi-misi sulit. Berhubung butuh item yang dimiliki Yu Chen untuk memperoleh item lain, Qin Zhan menyanggupi.
Dengan level tanpa tandingnya, tak ada misi sulit bagi Qin Zhan. Malah Biksu tukang sapu Shaolin yang menjadi tokoh paling sakti di dunia Demi-Gods and Semi-Devils sampai kena bully dan dipaksa Qin Zhan untuk memberikan tenaga dalamnya supaya level Yu Chen bisa naik puluhan kali lipat.

Ketika menghadiri peringatan anniversary game ke-10 bersama rekan gamer generasi pertama, Qin Zhan sadar kalau dalam geng generasi pertama, hanya dirinya yang tersisa masih main. Yang lainnya kalau bukan berhenti karena urusan dunia nyata, ada pula yang pindah main game lain.

Tepat pada waktu perayaan 10 tahun, Qin Zhan menemui hal yang aneh. Awalnya dia tak bisa membuka menu game, lalu tak bisa log out dari game, kemudian mulai merasa sakit jika terluka, puncaknya seluruh karakter game yang non-gamer mulai bertingkah bebas layaknya gamer.

Di dunia barunya ini Qin Zhan menjadi sosok iblis nomor satu yang dimusuhi seluruh kelompok bersih. Untunglah semua kesaktian yang diperolehnya selama bermain 10 tahun tak hilang sehingga bisa membantunya menghadapi ancaman kelompok bersih yang menginginkan kematiannya. Kelompok bersih ini memilih ketua baru yaitu Yu Chen, yang juga terjebak dalam dunia game. Kesaktian yang diperoleh Yu Chen lewat bantuan Qin Zhan juga tak hilang sehingga dia menjadi salah satu sosok sakti mandraguna walau belum mencapai level tanpa tanding Qin Zhan.
Lalu muncul tokoh aneh dengan kesaktian tak kalah dari Qin Zhan dengan misi misterius dan mulai membunuhi banyak tokoh game sekaligus gamer-gamer lain yang terperangkap dalam game tak bisa log out.

Continue reading ‘Your Highness’

Cobra Kai (season 1)

cobrakai

Anda sudah menonton Karate Kid?
Bukan! Bukan Kungfu Kid-nya bocah anak Will Smith yang main bareng Jackie Chan lalu diterjemahkan jadi Karate Kid.

Yang kumaksud adalah Karate Kid original yang menampilkan Ralph Macchio dan Pat Morita sebagai duo murid-sensei. Serial ini adalah sequel dari film originalnya dengan menampilkan 2 karakter utamanya yang dimainkan oleh aktor yang sama yaitu Daniel LaRusso ( Ralph Macchio) dan Johnny Lawrence (William Zabka) yang masih melanjutkan rivalitas mereka sejak masa SMA.

Continue reading ‘Cobra Kai (season 1)’

Stranger Things Season 2

2Strangerthings

 

Peringatan: Berisi spoiler bagi yang belum menonton season 1

Season 2 serial ini adalah serial anyar yang paling kutunggu kehadirannya tahun 2017 setelah season 7 Game of Thrones. Setelah season 1 yang fenomenal dan membuatku jatuh hati, jadwal tayang season 2 mau tak mau ditunggu-tunggu kehadirannya. Bagaimanakah hasilnya?

Continue reading ‘Stranger Things Season 2’

Signal (Korean Drama 2016)

signal-ost-2016

Plot

Letnan Park Hae-Yong (Lee Je-Hoon) bekerja sebagai criminal profiler kepolisian di tahun 2015, dia ditempatkan dalam divisi cold-case untuk menangani kasus-kasus lama yang tak terpecahkan di bawah pimpinan detektif senior Cha Soo-Hyun (Kim Hye-Soo). Suatu hari Park menemukan sebuah handie talkie (HT)/walkie talkie dan berbicara dengan detektif Lee Jae-Han (Cho Jin-Woong) yang berada di ujung HT. Lee berbicara seolah-olah sudah lama mengenal Park dan mereka membicarakan kasus penculikan di masa lalu yang lama tak terpecahkan. Berkat petunjuk Lee, tim cold-case bisa memecahkan kasus penculikan tersebut. Hingga Park Hae-Yong mengetahui bahwa detektif Lee Jae-Han ternyata hidup di tahun 1989, hubungan mereka berdua menjadi rumit dengan adanya kasus yang melibatkan masa lalu Park sebelum menjadi polisi.

Sementara itu di tahun 1989, kadet Cha Soo-Hyun yang baru masuk kepolisian ditempatkan di bawah bimbingan detektif senior Lee Jae-Han dan Cha muda mulai menyukai seniornya detektif Lee.

Continue reading ‘Signal (Korean Drama 2016)’


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: