Archive for the 'Resensi Film Serial' Category

Signal (Korean Drama 2016)

signal-ost-2016

Plot

Letnan Park Hae-Yong (Lee Je-Hoon) bekerja sebagai criminal profiler kepolisian di tahun 2015, dia ditempatkan dalam divisi cold-case untuk menangani kasus-kasus lama yang tak terpecahkan di bawah pimpinan detektif senior Cha Soo-Hyun (Kim Hye-Soo). Suatu hari Park menemukan sebuah handie talkie (HT)/walkie talkie dan berbicara dengan detektif Lee Jae-Han (Cho Jin-Woong) yang berada di ujung HT. Lee berbicara seolah-olah sudah lama mengenal Park dan mereka membicarakan kasus penculikan di masa lalu yang lama tak terpecahkan. Berkat petunjuk Lee, tim cold-case bisa memecahkan kasus penculikan tersebut. Hingga Park Hae-Yong mengetahui bahwa detektif Lee Jae-Han ternyata hidup di tahun 1989, hubungan mereka berdua menjadi rumit dengan adanya kasus yang melibatkan masa lalu Park sebelum menjadi polisi.

Sementara itu di tahun 1989, kadet Cha Soo-Hyun yang baru masuk kepolisian ditempatkan di bawah bimbingan detektif senior Lee Jae-Han dan Cha muda mulai menyukai seniornya detektif Lee.

Continue reading ‘Signal (Korean Drama 2016)’

Advertisements

Stranger Things

st_payoff_us

 

Plot

Indiana di tahun 1983. Selesai bermain bersama 3 temannya, bocah SD bernama Will Bryers (Noah Schnapp) pulang ke rumah lalu menghilang tanpa jejak. Ibunya Joyce Bryers (Winona Ryder) dan abangnya Jonathan Bryers (Charlie Heaton) kalang kabut mencari tanpa hasil. Kepala polisi lokal Chief Jim Hopper (David Harbour) memimpin pencarian massal, hasilnya tetap nihil. Tiga teman Will yaitu Mike (Finn Wolfhard), Lucas (Caleb McLaughlin) dan Dustin (Gaten Matarazzo) memutuskan untuk mencari teman mereka yang hilang dengan cara mereka sendiri.

Pada saat yang bersamaan, muncul seorang gadis cilik misterius bertato angka 11 (Millie Bobby Brown) yang memiliki kekuatan telekinetik. Nasib mempertemukan Mike dan teman-temannya dengan si gadis cilik misterius.

Sementara itu, ketika Will Bryers belum lagi ditemukan, korban orang hilang terus bertambah.

Continue reading ‘Stranger Things’

Wayward Pines

Plot:
Agen Secret Service Ethan Burke terbangun di sebuah rumah sakit lokal kota Wayward Pines dalam keadaan terluka. Menurut perawat dan dokter, Ethan mengalami kecelakaan mobil dan dibawa ke ke rumah sakit dalam keadaan tak sadarkan diri. Sebetulnya Ethan sedang menjalankan misi penyelidikan mencari 2 agen Secret Service yang hilang mendadak, salah satu agen yang hilang adalah mantan partnernya sekaligus selingkuhannya Kate Hewson.

Setelah mengamati situasi yang dihadapinya, Ethan jadi sadar kalau dirinya tak bisa keluar dari kota Wayward Pines. Bukan hanya dirinya, melainkan seluruh penduduk Wayward Pines tak bisa keluar dari tembok yang mengelilingi kota. Ethan makin merasa aneh ketika dia menemukan kamera dan mikrofon kecil yang tersebar diseluruh, baik di dalam rumah, tempat umum, maupun fasilitas publik untuk memata-matai aktivitas seluruh penduduk kota. Belum lagi hilang rasa penasarannya, Ethan malah bertemu Kate yang bilang dia sudah berada di Wayward Pines bertahun-tahun, bahkan telah menikah.

Di lain pihak, istri Ethan yang bernama Theresa beserta anak mereka Ben memutuskan pergi untuk mencari Ethan yang dikabarkan menghilang.
Continue reading ‘Wayward Pines’

Almost Human – The (not yet) Complete Season One

Biasanya aku paling malas menulis review serial yang belum habis masa tayang selama satu musim, soalnya banyak hal yang bisa terjadi sebelum episode final ditayangkan. Tapi untuk Almost Human ini kukasih pengecualian. Mengapa? Karena Almost Human terancam akan di-cancel oleh Fox sebagai saluran yang menayangkannya. Belum habis satu musim ditayangkan, tiba-tiba saja slot penayangan Almost Human diisi oleh serial Bones yang mendapatkan kontrak baru untuk musim tayang kesembilan. Akibatnya hingga sekarang, tayangan Almost Human mentok di episode ke-13. Apakah memang serial ini sedemikian jeleknya sampai direncanakan harus dibatalkan tayangan satu musimnya?

Continue reading ‘Almost Human – The (not yet) Complete Season One’

The Blacklist – Sebuah Opini

Ini adalah tulisan opini sebagai pengantar awal sebelum tulisan review lengkap yang akan kutulis nanti setelah The Blacklist rampung ditayangkan untuk satu musim.

Salah satu admin serial addicts memberikan link review The Blacklist di komentar facebook, aku jadi tertarik untuk membahas opini penulisnya. Ada tiga hal yang menarik perhatianku.

Continue reading ‘The Blacklist – Sebuah Opini’

True Detective – The Complete Season One

Serial ini berbentuk anthology alias mirip dengan miniseri yang plot ceritanya habis dalam satu musim tayang. Karena berbentuk anthology, tayangan untuk musim depan akan menghadirkan plot baru dan jejeran pemeran yang sama sekali berbeda dengan True Detective musim tayang pertama. Yang membuatku tertarik dengan serial ini adalah jejeran aktor yang termasuk mewah untuk ukuran serial TV, terutama duet pemeran utama Matthew McConaughey dan Woody Harrelson.
Continue reading ‘True Detective – The Complete Season One’

Person of Interest The Complete Season Two

Ada perbedaan antara serial drama dengan serial komedi dalam menarik minat pemirsa TV agar tetap ditunggu kehadirannya setiap minggu. Serial komedi biasanya fokus pada konflik cerita per episode tanpa terlalu fokus pada alur cerita utama (story arch) yang menghubungkan tiap episode. Malah kadang-kadang serial komedi tak memiliki story arch khusus untuk setiap musim tayangnya. Berbeda dengan serial drama yang lebih berfokus pada story arch, tapi tanpa melupakan konflik di setiap episode walaupun episode tersebut tak memiliki hubungan cerita dengan story arch (biasanya disebut episode filler). Tanpa story arch solid, sebuah serial drama bisa dihentikan penayangannya sebelum episode finale gara-gara rating jeblok. Tapi jangan remehkan pula episode filler yang berfungsi sebagai penyegar suasana agar tak mudah bosan dengan alur story arch. Menjaga keseimbangan kedua sisi ini bukan pekerjaan gampang sehingga biasanya episode filler selalu menampilkan bagian story arch walau bukan sebagai fokus utama. Bagi yang nonton serial drama secara marathon (makdsudnya nonton terus menerus, misalnya 3-4 episode sekali tonton), keseimbangan story arch dan episode filler ini lebih gampang dirasakan dalam sekali tontonan marathon. Cobalah tonton 4 episode awal sebuah serial drama secara marathon. Kalau serialnya menarik dan bikin adiktif untuk ditonton kelanjutannya, itu berarti keseimbangannya bagus. Season pertama Person of Interest (PoI) sangat menarik sampai-sampai aku ketagihan terus nonton tanpa jeda hingga 3-4 episode sekali tonton. Apakah season 2 PoI juga semenarik season pertamanya?
Continue reading ‘Person of Interest The Complete Season Two’


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: