Archive for the 'Recommended Movie' Category

Daftar film 2017 (Januari-Juni)

Ini adalah daftar film-film yang kutonton selama 6 bulan dari Januari hingga Juni tahun 2017. Dalam setengah tahun malah tak sampai jumlahnya mencapai 30 film. Sejak punya anak memang makin bertambah sibuk, hingga waktu nonton juga semakin berkurang.

 

Continue reading ‘Daftar film 2017 (Januari-Juni)’

La La Land

LLL_Poster

Plot

Mia (Emma Stone) seorang barista yang berambisi menjadi seorang aktris bertemu dengan pianis Jazz bernama Sebastian (Ryan Gosling). Cinta, amarah, dan ambisi mewarnai perjalanan cinta mereka berdua di atas panggung kota Los Angeles.

Continue reading ‘La La Land’

When Marnie Was There

Sejak berdiri tahun 1985, Film-film buatan Studio Ghibli didominasi oleh produk buatan duo sutradara Hayao Miyazaki dan Isao Takahata. Ketika mereka berdua mulai beranjak tua, perlahan-lahan Studio Ghibli mulai mencari sutradara muda berbakat untuk menggantikan kedua sutradara legenda Ghibli tersebut. Hingga kini, baru 2 sutradara muda yang diberikan oleh Studio Ghibli untuk menggarap film mereka hingga dua kali yaitu Goro Miyazaki dan Hiromasa Yonebayashi. Film Yonebayashi yang pertama adalah Arrietty yang dirilis pada tahun 2010 dan When Marnie Was There adalah film Studio Ghibli kedua yang digarap oleh Yonebayashi. Film yang berjudul asli Omoide no Marnie ini menjadi istimewa karena ini adalah film pertama Studio Ghibli yang tidak memberikan kredit sama sekali pada duo Miyazaki-Takahata. Biasanya ada saja campur tangan mereka berdua dalam film-film buatan Ghibli, kali ini Yonebayashi benar-benar diberikan keleluasaan penuh. Yonebayashi malah ikut menulis skenario yang diadaptasi dari novel When Marnie Was There buah karya penulis cerita anak-anak asal Inggris Joan G. Robinson. Bagaimanakah hasilnya?

Continue reading ‘When Marnie Was There’

Unforgiven (1992)

Pertama kalinya aku nonton film Unforgiven saat masih duduk di bangku SMA. Saat itu pengetahuanku tentang film boleh dibilang sangat minim, hasilnya Unforgiven berlalu sebagai film yang menurutku tidak mengesankan. Maklumlah, selera film koboyku jaman itu masih tak jauh dari film dar der dor kayak Young Guns (Emilio Estevez) dan Tombstone (Kurt Russel). Karena ingin menonton film Jepang terbaru berjudul Yurusarezaru Mono yang merupakan adaptasi ulang film Unforgiven original yang disutradarai ClintEastwood, aku memutuskan untuk menonton ulang Unforgiven aslinya. Hasilnya mencengangkan karena aku mendapatkan perspektif yang sama sekali berbeda dibandingkan waktu pertama kali nonton film ini jaman SMA.

Continue reading ‘Unforgiven (1992)’

Akunin (Villain)

Ketika Kokuhaku (Confessions) memenangkan Japanese Academy Prize (JAP) sebagai film terbaik, aku tadinya sama sekali tidak kaget karena sudah bisa menebaknya. Akan tetapi yang membuatku sedikit tercengang adalah direbutnya 4 kategori utama untuk para pelakon film oleh sebuah film yang berjudul Akunin. Satoshi Tsumabuki, Eri Fukatsu, Akira Emoto, dan Kirin Kiki berhasil menyapu bersih penghargaan masing-masing untuk kategori aktor utama terbaik, aktris utama terbaik, aktor pembantu terbaik, dan aktris pembantu terbaik dalam acara JAP 2011. Bahkan Eri Fukatsu mampu meraih predikat aktris terbaik dalam acara Montreal World Film Festival. Walaupun Eri Fukatsu bermain bagus dalam Akunin sehingga mampu menyingkirkan Takako Matsu untuk didaulat sebagai aktris terbaik, menurutku akting Takako Matsu masih lebih menggetarkan dalam Confessions. Disisi lain, Akunin menurutku merupakan satu-satunya saingan berat Confessions dalam JAP 2011 untuk penghargaan film terbaik. Kalaupun Akunin akhirnya harus mengakui kekalahannya, secara keseluruhan Akunin tidaklah kalah dibanding Confessions sebagai sebuah film yang bagus. Continue reading ‘Akunin (Villain)’

Ototo (Younger Brother)

Sekali adik tetaplah adik, walaupun dia melakukan hal yang menyusahkanmu

Pernahkah anda mendengar komentar yang kira-kira berbunyi, “Dalam sebuah keluarga biasanya ada saja satu orang yang jadi troublemaker menyusahkan anggota keluarga yang lain.” Aku pernah beberapa kali mendengarnya, malah salah satunya ditujukan untuk adik laki-lakiku sendiri. Karena itu, sambil menonton film ini, aku juga sekaligus merefleksi kehidupan dan pola pandanganku sendiri tentang keluarga. Kalimat dalam quote diatas adalah ucapan kakak sepupu sekaligus kakak angkatku almarhumah Ritati, ketika adikku yang satu itu terlibat hal yang menyusahkan kami sekeluarga. Paling tidak, apa yang dilakukan oleh tokoh-tokoh dalam film Ototo bisa kumaklumi karena tak jauh dari apa yang disampaikan oleh kakakku diatas. Ototo sendiri dalam bahasa Jepang berarti adik lelaki. Continue reading ‘Ototo (Younger Brother)’

Confessions (Kokuhaku)

Walaupun hukum melindungi kalian, aku tak bisa membiarkan kalian begitu saja
~Ibu guru Moriguchi~

Rasanya sudah cukup lama aku tak memberikan nilai rating lebih dari 4 untuk sebuah film. Memang harus ku akui bahwa akhir-akhir ini aku semakin pelit memberi nilai. Walaupun aku menyukai sebuah film dan kuanggap bagus, kadang kala ada unsur yang kurang memuaskanku untuk menempatkan film tersebut dibawah nilai 4. Kebetulan sekali aku menonton film yang menjadi wakil Jepang untuk beradu di ajang Academy Award tahun ini dan kali ini aku dengan suka rela memberikan nilai lebih dari 4 pertamaku di tahun 2011 untuk film yang berjudul asli Kokuhaku. Film garapan sutradara Tetsuya Nakashima (Kamikaze Girls, Memories of Matsuko) ini merupakan adaptasi novel 6 bab karya Minato Kanae yang skenarionya ditulis oleh Nakashima khusus untuk diperankan Takako Matsu. Kabarnya Nakashima tak mau membuat film ini jika bukan Takako Matsu yang berperan sebagai tokoh ibu guru Yuuko Moriguchi.
Continue reading ‘Confessions (Kokuhaku)’


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: