Jian Ke Xing (Hikmah Pedang Hijau)

Cover terjemahan Jian Ke Xing terbitan Jepang, alih bahasa oleh Okazaki Yumi

JIAN KE XING (劍客行)

Swordsman’s Journey

Hikmah Pedang Hijau

Novel ini adalah novel wuxia panjang pertama yang ditulis seluruhnya oleh Gu Long hingga habis pada tahun 1961 (ada yang bilang 1962). Walau ada beberapa novel wuxia lain yang ditulis sebelumnya oleh Gu Long, novel-novel tersebut biasanya ada bagian yang ditulis ghostwriter, kalau bukan karya kolaborasi dengan penulis lain.

Pada tahun 1964, penerbit Minxiang mencetak ulang novel ini dengan judul Wuqing Bijian (Pedang Hijau Tanpa Perasaan) dan mungkin judul ini yang dipakai oleh penyadur dengan terjemahan Hikmah Pedang Hijau.

Plot

Pendekar pedang geledek Zhan Yutian tewas menggenaskan secara misterius. Sebelum mati, Zhan Yutian masih sempat mewariskan pedang dan sebuah kantong misterius pada putra satu-satunya Zhan Bai. Kantong tersebut berisi benda-benda kecil yang diyakini Zhan Bai milik orang-orang yang mengeroyok dan membunuh ayahnya.

Awalnya Zhan Bai hanya memiliki ilmu silat biasa saja hingga akhirnya mewarisi kitab pusaka berisi ilmu maha sakti peninggalan tokoh sakti masa lalu Zhiyan Langjun (Pria Ganteng Bermata Satu).

Dengan menguasai ilmu paling sakti sejagad, diiringi para cewek cantik jelita yang semuanya naksir dan tergila-gila padanya, mulailah kisah Zhan Bai si jago muda menuntaskan dendam dan menjadi jago nomor satu.

Karakter

Protogonis utamanya adalah Zhan Bai, seorang yatim piatu yang mewarisi pedang Wuqing Bijian (Pedang Hijau Tanpa Perasaan) milik ayahnya.

Dalam perjalanannya menuntaskan misinya membalas dendam, Zhan Bai sempat kesulitan dengan ilmu silat pasaran yang dikuasainya. Namun Zhan Bai memiliki 2 modal utama yaitu:Ilmu sakti mandraguna bernama hoki alias keberuntungan. yang kedua adalah wajah ganteng yang bikin klepek-klepek seluruh cewek cantik.

Kedua modal ini sangat bermanfaat dalam memuluskan langkahnya membalas dendam hingga menjadi pendekar paling jagoan seduniaHokinya besar sekali, dari mendapatkan kitab ilmu kesaktian Suo Gu Xiao Hun Tian Fu Juan berisi gambar porno, titik darah pentingnya dijebol musuh sehingga membuat tenaga saktinya hasil latihannya yang tadinya macet jadi melimpah ruah, bertemu tokoh agak sakti (iya, agak alias bukan paling sakti) yang mengajarkan ilmu sakti sementara sebagai batu loncatan sebelum belajar ilmu paling sakti dari kitab porno.

Zhan Bai ini punya hobi aneh nan menyebalkan, dia suka sekali pingsan. Pingsannya Zhan Bai ini bukan cuma sekali dua kali tapi sampai 6-7 kali, dan uniknya dia pingsan selalu pas sedang bertarung melawan musuh sakti mandraguna. Entah kena pukul sampai muntah darah dan pingsan, entah kena racun sampai teler, atau kena asap bius hingga tak sadarkan diri.Dan hebatnya dia selalu diselamatkan orang yang tak lain dan tak bukan, perempuan cantik yang naksir berat sama Zhan Bai. Ilmu hoki yang sangat berguna sekali bukan?

Dari seluruh wanita cantik yang datang menyelamatkan Zhan Bai the unconscious hero, Liu Cui Cui yang paling sering melakukannya. Cui Cui ini entah kenapa rela melakukan segalanya demi Zhan Bai, menyelamatkan Zhan Bai, menyerahkan tubuh dan kegadisannya untuk Zhan Bai, merawat Zhan Bai yang luka parah hingga berbulan-bulan, memberikan bunga usia ratusan tahun penambah tenaga dalam, dan yang paling utama membantu Zhan Bai memahami dan menguasai Suo Gu Xiao Hun Tian Fu Juan, ilmu paling sakti sejagad yang tersimpan dalam kitab porno. Tanpa bantuan Cui Cui, jangan harap ada yang bisa belajar ilmu ini, dan Cui Cui hanya mau memberikan bantuan untuk satu orang saja: Zhan Bai.

Sebagai anak berbakti, Zhan Bai tak pernah lupa pada balas dendam. Sebagai lelaki tampan dikelilingi cewek cantik, Zhan Bai kadang suka lupa balas budi. Segala pengorbanan Cui Cui dibalas Zhan Bai dengan melirik cewek lain, malah pas sedang dongkol Zhan Bai tak segan memaki kasar dan bersikap dingin pada Cui Cui. Memang jarang ada tokoh utama pria garapan Gu Long yang setia pada satu perempuan, tapi setidaknya mereka selalu bersikap manis pada perempuan, terutama yang cantik.

Tokoh-tokoh pendukung kebanyakan hanya terlihat hebat di awal kemunculan mereka. Banyak tokoh sakti yang datang dan pergi, semakin ke belakang semakin sakti tokoh yang datang sehingga membuat tokoh sakti yang hadir sebelumnya terlihat cupu dan terasa mubazir kehadirannya. Karakter menarik seperti si Keledai Sakti dan Monyet Sakti jadinya kurang tergali dan akhirnya terlupakan begitu saja.

Empat tuan muda dari 4 keluarga persilatan terkenal juga mendapat perlakuan yang sama, padahal ide penokohannya lumayan segar. Seiring dengan semakin banyak tokoh sakti yang muncul, 4 tuan muda ini jadi terlihat bagai remah-remah roti pelengkap penderita.

Komentar

Berhubung novel ini termasuk karya awal Gu Long, kelihatan sekali gaya berceritanya masih mengikuti gaya klasik seperti Liang Yusheng dan Jin Yong, walau dibandingkan mereka berdua terlihat nanggung. Ilmu silat yang ditampilkan juga cukup detail dengan penamaan jurus hingga gerakan serta kembangan jurus, kadang saking banyaknya sampai saya tak memperhatikan dan lupa namanya.

Gu Long terlihat sudah mulai menemukan gaya penulisan khasnya walau masih dalam taraf coba-coba. Dia mencoba memasukkan cerita misteri pembunuhan yang sayangnya gagal dan kurang misterius.

Lalu ada sisi bengal dan nakal dengan menempatkan ilmu paling sakti sejagad dalam kitab berisi gambar porno sebagai kamuflase. Uniknya lagi ilmu paling sakti itu hanya bisa dipelajari dengan bantuan orang yang menguasai gerakan erotis gambar porno dalam kitab pusaka tersebut.

Menarik bukan?

Fantasi Gu Long yang ini memang top.

Sayangnya protogonis utama novel ini sangat menyebalkan dan sulit mendapatkan simpati dari saya sebagai pembaca.

Meskipun berwatak pendekar, Zhan Bai juga angkuh, tinggi hati, keras kepala dan gampang berangasan, sering kali terlalu menuruti emosi tanpa berpikir panjang ke depan, malah kadang membalas air susu dengan air tuba. Bukannya bikin simpati malah menambah rasa antipati walau Zhan Bai digambarkan sebagai orang gagah dan pendekar lurus.

Lima karakter wanita cantik yang lalu lalang ngiler bertemu Zhan Bai juga, hanya Liu Cuicui yang lumayan mendapatkan perhatian lebih. Tokoh Wan-er masih lumayan tergali, tapi sisanya cuma muncul sebagai pelengkap genre harem dan poligami bagi Zhan Bai.

Sebagai novel wuxia pertama yang ditulis secara penuh, Jian Ke Xing memang masih jauh dari karya terbaik Gu Long. Apalagi mengingat gaya berceritanya yang masih mengikuti gaya klasik novel wuxia, terasa sekali Gu Long kurang pandai menyusun plot secara teratur, malah terasa agak berantakan.

Untung saja Gu Long dikemudian hari menyadari gaya penulisan ortodoks begini kurang cocok baginya lalu banting setir menulis dengan gaya modern yang lebih pas dengan kepribadiannya yang bebas.

Bagi penggemar Gu Long, Jian Ke Xing boleh dibaca untuk perbandingan dengan karya Gu Long di masa keemasan maupun karya di masa pertengahan seperti Juedai Shuangjiao . Tapi bagi pembaca yang baru pertama kalinya berkenalan dengan karya Gu Long, sebaiknya lewatkan saja dulu karena dikhawatirkan akan kehilangan selera dan rugi tak mau membaca karya-karya masa keemasan Gu Long yang fenomenal.

0 Responses to “Jian Ke Xing (Hikmah Pedang Hijau)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




Ando-kun

Live Traffic


%d bloggers like this: