Archive for July, 2021

Kenji Tanigaki

Kenji Tanigaki adalah action director dan fight choreographer seluruh seri Rurouni Kenshin The Movie. Selesai nonton wawancara Kenji Tanigaki, dari yang jadul sampai yang terbaru, saya merasa perjalanan hidupnya cukup menarik untuk saya tulis ringkasannya di sini.

Lahir di prefektur Nara, sejak SD Kenji bercita-cita ingin menjadi bintang film laga kayak Jackie Chan gara-gara sering nonton film Jackie Chan di TV. Masuk SMP, Kenji mulai ikut latihan bela diri Shorinji Kempo dan pernah juara turnamen tingkat prefektur. Lalu setelah lulus SMA, Kenji kuliah di Kansai Gakuin Daigaku sambil ikut kelas akting dan stunt Kurata Promotion milik Yasuaki Kurata (bintang film laga Jepang yang aktif di Hongkong era Bruce Lee). Selama 4 tahun aktif di Kurata Promotion, Kenji sering tampil di berbagai film dan acara TV sebagai anggota stunt team.

Sejak awal Kenji sudah berpikir kalau adegan action film Jepang terlalu cupu, terlihat palsu dan tidak semenarik film action Hongkong, Kalau mau jadi stuntman beneran, Hongkong lah jadi acuan. Karena itu pula ketika berumur 22 tahun setelah lulus kuliah, Kenji nekad pergi ke Hongkong untuk mencari kerja di dunia film, padahal saat itu Kenji sama sekali tidak bisa berbahasa Kanton.

Di Hongkong, sambil belajar otodidak bahasa Kanton, Kenji melamar untuk menjadi stuntman ke sekitar 200an perusahaan film di Hongkong. Saat itu Kenji baru sadar kalau profesi stuntman di Hongkong adalah profesi freelance yang dibayar per adegan stunt. Jadinya dia harus aktif mencari kesana kemari, tidak cuma menunggu panggilan jika ada perusahaan film butuh stuntman. Masalahnya tak ada yang mau menyewa jasanya karena kendala bahasa.

Continue reading ‘Kenji Tanigaki’

Rurouni Kenshin Saishuushou: The Beginning

Latar belakang

Pada masa Bakumatsu (akhir masa pemerintahan shogun Tokugawa), politik Jepang terbagi 2 menjadi pro-Shogun dan pro-kaisar Meiji yang saling bertikai. Kelompok pro-kaisar Meiji ini ingin menumbangkan kekuasaan Shogun Tokugawa dan mengembalikan kekuasaan politik pemerintah Jepang ke tangan kaisar Meiji.

Kelompok pro-kaisar Meiji ini disebut Ishin shishi, mayoritas berisi para samurai dari daerah Choshu, Satsuma dan Tosa (semua berasal dari selatan Jepang).

Ketika kelompok pro-Shogun membentuk pasukan keamanan khusus yang diberi nama Shinsengumi di Kyoto, Ishin Shishi yang pro-kaisar Meiji juga membentuk pasukan milisi bernama Kiheitai.

Awalnya Kenshin masuk Kiheitai, tapi Katsura Kogoro salah satu pimpinan Ishin Shishi daerah Choshu, melihat potensi Kenshin dan merekrutnya secara pribadi untuk menjadi pembunuh lawan politik Ishin Shishi.

Plot

Himura Kenshin (Satoh Takeru) yang bekerja di bawah perintah langsung Katsura Kogoro (Takahashi Issey) tak pernah gagal melaksanakan tugasnya, sosoknya yang menggentar lawan membuat Kenshin dijuluki Hitokiri Battosai. Suatu hari Kenshin dikirim untuk membunuh Shigekura Juubei, seorang samurai pro-Shogun. Baik Shigekura Juubei maupun pengawalnya bisa dihabisi Kenshin dengan mudah, kecuali salah satu pengawal yang masih muda tak disangka mampu melukai pipi Hitokiri Battosai.

Tak lama setelah misi tersebut, Kenshin dicegat pembunuh pro-Shogun di tengah jalan. Walau berhasil membunuh si pembunuh kiriman pro-Shogun, seorang perempuan muda bernama Yukishiro Tomoe (Arimura Kasumi) menyaksikan aksi Kenshin.

Bimbang antara melenyapkan saksi mata atau tidak, akhirnya Kenshin membawa Tomoe ke penginapan para samurai Ishin Shishi. Mulai lah hubungan tarik ulur antara Battosai muda dengan Tomoe. Sementara itu, Tomoe sendiri memiliki maksud tersembunyi dan latar belakang yang berkaitan dengan Kenshin.

Continue reading ‘Rurouni Kenshin Saishuushou: The Beginning’

Ando-kun

Live Traffic


%d bloggers like this: