Rurouni Kenshin Saishuushou: The Final

Plot

Sosok pemuda misterius pedagang senjata ilegal datang dari kota Shanghai China untuk mencari Hittokiri Battosai.
Di Tokyo, Himura Kenshin (Satoh Takeru) sudah meninggalkan masa lalunya sebagai Hittokiri Battosai dan hidup damai di rumah Kamiya Kaoru (Takei Emi) bersama teman-temannya. Kedamaian Kenshin mulai terusik oleh teror terhadap teman-temannya, dimulai dengan terbakarnya restoran Akabeko.

Kenshin akhirnya sadar kalau yang datang mencarinya adalah Yukishiro Enishi (Arata Mackenyu), pemuda dari masa lalu yang muncul untuk membalas dendam. Masa lalu Kenshin yang selalu menghantuinya selama ini dan meninggalkan luka silang di pipi kirinya.

Komentar

Film ini adalah adaptasi Jinchuu Arch dari serial manga Rurouni Kenshin dengan musuh utama Enishi.

Mengingat film ini digarap sutradara yang sama dengan 3 film sebelumnya, aku tak punya harapan berlebih untuk mendapatkan pengembangan plot dan karakter yang lebih kaya. Dari sekian banyak karakter original yang lalu lalang di sepanjang film, hanya 3 karakter yang memiliki waktu untuk berkembang yaitu Kenshin, Kaoru dan Enishi. Sayangnya hanya Enishi seorang yang punya pengembangan karakter yang cukup signifikan.

Sosok Kenshin tak berkembang lebih jauh dibandingkan dengan karakternya dalam 3 film sebelumnya. Kenshin masih tetap jago pedang yang terperangkap dalam lingkaran kekerasan dari masa lalunya yang kelam. Bahkan masa depresi ketika Enishi menculik Kaoru dan membuat batin Kenshin tersiksa, hanya lewat begitu saja tanpa membuat karakter Kenshin terlihat bagaikan berada di dalam neraka dunia. Sedangkan Kaoru sendiri menjadi titik paling lemah dalam film ini, jauh lebih buruk dibandingkan 3 film sebelumnya.

Kalau mau menilik versi manga, Kaoru adalah titik temu dimana hubungan Kenshin dan Enishi bisa berdamai dari konflik masa lalu mereka. Kaoru adalah representasi Tomoe di masa sekarang yang bisa membuat Kenshin tenang dan membuat Enishi bisa mengubur dendamnya atas nama Tomoe. Sayangnya penampilan Takei Emi terlalu melempem dan skenario juga hanya membuat tokoh Kaoru hanya sekadar Damsel in Distress. Kaoru tak terlihat memiliki keinginan kuat dan keras hati seperti di manga, kemampuan bertarungnya pun masih kelas cemen. Entah apa sebabnya ada orang yang datang ke Dojo Kamiya Kanshin untuk belajar pedang pada Kaoru, jangan-jangan mereka berharap diajar oleh Kenshin. Interaksi antara Kaoru dan Enishi juga terlalu singkat untuk membuat si psikopat Enishi yang dibutakan oleh dendam bisa melek dan melihat kenyataan.

Tak usah ditanya karakter lainnya walaupun mereka semua datang dan muncul di film ini. Hanya Saito Hajime yang agak menonjol, itu pun karena dia kapten polisi yang menyelidiki kasus Enishi. Sisanya hanya sekadar numpang lewat seperti Sanosuke, Yahiko hingga Megumi. Tokoh Sanosuke di dalam manga yang biasanya bertarung bahu membahu dengan Kenshin, di versi film hanya muncul buat jadi sansak banyak bacot yang babak belur dihajar musuh demi efek komedi. Tokoh Yahiko dan Megumi bahkan bisa dieliminasi tanpa menimbukan efek apapun pada cerita. Masih mending nasib karakter Misao dan Aoshi yang mendapat porsi pertarungan seru, setidaknya kemunculan mereka di tengah film masih ada gunanya.

Dengan pace yang agak dragging, film ini sebenarnya lumayan membosankan di paruh awal. Tapi ketika pertarungan dimulai, barulah film ini menemukan ritme yang dinanti.

Untuk adegan aksi dan tata laga, Tanigaki Kenji kembali lagi menangani bagian penting ini. Bagaimanapun juga yang menjadi sorotan utama 3 serial awal Rurouni Kenshin adalah tata laga yang dengan apik dikoreografi oleh Tanigaki Kenji dan kali ini Tanigaki memberikan kepuasan maksimal dengan koreografi menawan, terutama pada pertarungan antara Kenshin vs Enishi.

Tanigaki dikenal bertahun-tahun sebagai stuntman anggota grup stuntman Donnie Yen di Hongkong. Berbekal pengetahuannya akan ilmu beladiri China, Tanigaki mampu menampilkan Watojutsu hasil imajinasi Nobuhiro Watsuki kreator manga Rurouni Kenshin. Watojutsu adalah campuran ilmu pedang Jepang yang mengandalkan kecepatan dan ilmu pedang China yang mengutamakan kekuatan dan kelenturan. Dengan menggunakan pedang Wato (pedang China bergaya katana) gaya tarung Enishi terlihat kontras dengan Kenshin yang mengandalkan kecepatan sabetan katana. Apalagi karakter Enishi dibawakan oleh Mackenyu yang berotot dan mengandalkan power dibanding Kenshin diperankan oleh Satoh Takeru yang bertubuh langsing dan mengandalkan kecepatan.

Kenshin vs Enishi adalah salah satu duel terbaik dalam dunia sinema yang pernah kutonton.

Adegan laga lain juga disajikan dengan apik. Misalnya duel Kenshin dan si lengan meriam Kujiranami yang cepat dan lugas, maupun duel Kenshin vs Yatsume di ruangan sempit dan tentunya gaya tarung a la Ninja Misao yang gesit.

Acungan jempol juga harus ditujukan pada aktor dan aktris yang memainkan sendiri stunt pertarungan demi pertarungan dalam film. Terlihat Satoh Takeru, Mackenyu, Iseya Yusuke hingga Tsuchiya Tao berlatih keras dalam koreografi tarung yang diarahkan oleh Tanigaki. Hasilnya memang sama sekali tak mengecewakan.

Sekali lagi, highlight film ini memang ada pada adegan aksinya yang menawan. Jangan lewatkan nonton film ini demi mendapatkan hiburan maksimal, terutama bagi yang menggemari film laga dengan koreografi apik.

6 Responses to “Rurouni Kenshin Saishuushou: The Final”


  1. 1 Alisarbi May 18, 2021 at 3:12 pm

    Gak sabar nonton tapi gak tau deh apa bakal ada di bioskop. Mana abis lebaran kayakya bakal serem lagi kasus naik. Paling cuma bisa nungguin donlotannya aja nanti 🙂

    • 2 AnDo May 21, 2021 at 3:12 pm

      Gw nonton juga pas hari kerja, sengaja supaya sepi. Yang nonton cuma 10 orang, semua ngambil kursi jauh2an 😂

      • 3 Alisarbi May 22, 2021 at 3:58 am

        Kemaren gw nonton Cut Nyak Dien juga cuma 9 orang. Eh ada yang keluar di tengah2. Awalnya 1 orang, trus ada ibu2 bawa anak keluar gak balik lagi. Tau2 pas selesai filmnya ternyata tinggal ber-5 aja :))

  2. 4 Dwi Okta Nugroho June 25, 2021 at 6:27 am

    Arata Mackenyu mencuri perhatian bangets..
    Alhamdulilah baru bisa nonton di pertengahan Juni 2021 ini. Penantian panjang..


  1. 1 Rurouni Kenshin Saishuushou: The Beginning | Toumei Ningen - The Reviews Trackback on July 20, 2021 at 9:24 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




Ando-kun

Live Traffic


%d bloggers like this: