The Hardy Boys (2020 TV Series)

Era aku duduk di bangku SMP adalah masa-masa aku sedang gila membaca. Selain buku cerita silat (Kho Ping Hoo, Chin Yung, dll) dan genre petualangan (Lima Sekawan, buku karya Karl May, dll), salah satu buku fiksi yang kugemari saat itu adalah buku dengan genre detektif. Secara masih usia SMP, tentu saja aku paling suka buku detektif remaja dan favoritku saat itu adalah serial Trio Detektif. Kebetulan ketika buku Trio Detektif yang ada sudah habis kubaca, aku mendapatkan pinjaman beberapa buku serial detektif lain dari perpustakaan yang bertitel The Hardy Boys.

Sayangnya aku merasa kurang cocok dengan buku The Hardy Boys. Gaya berceritanya terlalu mengglorifikasi American dream dan maskulinitas, tokoh duo bersaudara Hardy juga tipikal anak muda kulit putih di Amerika, belum lagi cerita misterinya terlalu simpel dan gampang ditebak anak SMP sekalipun. Terus terang saja aku merasa Trio Detektif terlalu bagus untuk dibandingkan dengan The Hardy Boys ini karena Trio Detektif lebih imajinatif dan membumi buat imajinasi anak SMP kala itu. Belakangan aku baru tahu kalau buku yang kubaca itu serial The Hardy Boys era 1950an-1970an karena ternyata serial The Hardy Boys terbit dalam 3 edisi waktu dengan gaya penulisan, latar belakang tokoh dan kondisi latar Amerika berbeda dengan era yang semakin modern. Buku-buku yang kubaca masih terasa aroma rasialis orang kulit putih di Amerika.

Ketika serial The Hardy Boys buatan Hulu tayang, aku iseng menontonnya demi kenangan masa SMP. Bagaimanakah kualitasnya dibanding novel yang diadaptasi?


Plot

Frank Hardy (Rohan Campbell) dan adiknya Joe Hardy (Alexander Elliot) hidup bersama ayah mereka Fenton Hardy (James Tupper) seorang detektif polisi dan ibu mereka Laura Hardy (Janes Porter) seorang jurnalis.

Kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan Laura tewas membuat Fenton memaksa kedua anaknya untuk pindah ke kampung halaman Fenton dan Laura di kota kecil Bridgeport. Frank dan Joe tinggal bersama bibi mereka Trudy Hardy (Bea Santos) sambil berusaha untuk beradaptasi dengan kehidupan di kota kecil. Mereka mulai mendapatkan teman-teman baru dan mulai merasa betah dengan suasana Bridgeport hingga tanpa sengaja mendapatkan kabar bahwa tewasnya ibu mereka bukan karena kecelakaan biasa melainkan karena dibunuh. Walau ayah dan bibi mereka berusaha mencegah, Frank dan Joe mencari jalan sendiri untuk menyelidiki kematian Laura dengan bantuan teman-teman baru mereka.

Joe Hardy (Alexander Elliot) dan abangnya Frank Hardy (Ronan Campbell))

Komentar

Terus terang saja, kalau aku nonton serial ini pas masih SMP, aku yakin akan menyukai serial buatan Hulu ini. Petualangan, misteri serta penyelidikan a la detektif remaja yang lumayan simpel terasa pas dan seimbang untuk ukuran penonton anak remaja. Secara tak langsung aku membandingkan dengan dengan serial buku Trio Detektif. Seandainya Trio Detektif dibuat serial tv, aku merasa gaya yang diusung oleh serial The Hardy Boys buatan Hulu ini cukup pas. Film live action Trio Detektif buatan Jerman yang pernah kubahas di sini, sangat jauh melenceng dari semangat serial novelnya. Semoga saja Hulu atau media vod streaming lain mau mengadaptasi serial Trio Detektif dan setidaknya dibuat dengan gaya seperti The Hardy Boys.

Serial Hulu ini lebih terasa modern dibandingkan buku yang kubaca di masa SMP. Isu rasial sudah tidak ada dengan munculnya beberapa karakter kulit berwarna yang memiliki peranan penting seperti Asia timur, Asia barat dan Afro Amerika. Beberapa karakter diubah untuk mengikuti selera zaman. Bahkan usia Joe dibuat lebih muda beberapa tahun (Joe versi Hulu ini masih SMP) dibanding Frank yang hampir lulus SMA, sedangkan versi novelnya mereka hanya beda 1 tahun.

Karena aku sudah dewasa dan cukup banyak membaca buku-buku detektif dewasa, memang bisa dirasakan misteri yang dibahas dalam serial ini agak cemen. Bahkan ada beberapa plot hole, terutama untuk memudahkan para remaja ini bisa memecahkan misteri tanpa perlu menempuh bahaya berlebih. Alurnya juga dibikin lurus kayak jalan tol dengan tebaran adegan serba kebetulan yang menguntungkan duo Hardy, maklumlah serial ini memang ditujukan untuk konsumen penonton remaja. Tapi setidaknya tak selebay live action Trio Detektidf buatan Jerman yang lebay dan sok keren.

My verdict, karena memang tak memiliki ekspektasi berlebih, aku lumayan puas dengan The Hardy Boys buatan Hulu ini, walaupun hitungannya hanya sekadar kenangan masa remaja.

0 Responses to “The Hardy Boys (2020 TV Series)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




Ando-kun

Live Traffic


%d bloggers like this: