Archive for January, 2020

Nonton konser L'Arc~en~Ciel Arena Tour MMXX di Nagoya.

Ketika pengumuman tur nasional keluar dan nama kota Nagoya juga tercantum dalam daftar tur, aku langsung berniat berburu tiket. Sudah 8 tahun mereka tidak mampir di Nagoya, jadinya pengen nonton konser mereka tanpa perlu jauh-jauh ke Tokyo.

Nyatanya 3 kali ikut undian tiket, baru kali ini aku gagal dapat semua. Yang paling nyesek adalah undian pertama untuk member fansclub Le Ciel, baru kali ini sebagai member Le Ciel sejak 2009 gagal dapat tiket dari undian untuk fansclub. Tiket berhasil didapat setelah setsunavie, teman sesama fans Laruku, mendapatkan 4 tiket untuk konser hari pertama tanggal 18 Januari 2020. Jadilah kebagian 3 tiket dari dia untukku, istriku dan Apretz teman kami yang sengaja jauh-jauh dari Finlandia demi nonton konser L’Arc~en~Ciel.

Air mineral cap Laruku

Pada hari H, kami datang ke Nagoya Sky Expo sedikit terlambat dari rencana. Gate buka pada pukul 4 sore dan kami baru datang pukul 3:30 sore. Untunglah sejak awal tak ada niat ngantri beli merchandise konser, jadinya setelah narsis floto sana sini kami langsung antri masuk gerbang venue setelah beli air mineral “cap Laruku” yang berhadiah strap Laruku. Di dalam gedung konser kami bertemu setsunavie yang ternyata sengaja datang bawa oleh-oleh dari Indonesia, aduh jadi gak enak ngerepotin. Aku sendiri ngasih setsunavie hadiah cooling gel dari original goods Le Ciel karena sudah mau berbagi tiket konser dengan kami.

Cooling gel original goods dari Le Ciel fansclub

Konsep panggung konser kali ini adalah center stage, adanya di tengah ruangan venue dengan 4 jalur hanamichi (semacam catwalk) di 4 penjuru. Hyde sendiri bilang kalau center stage seperti ini baru pertama kali untuk konser L’Arc~en~Ciel setelah 29 tahun berdiri. Panggung berbentuk bundar ini bisa berputar ke 4 penjuru. Setiap kali L’Arc~en~Ciel selesai membawakan 3-4 lagu, panggung diputar 90 derajat ke arah berbeda sebelum akhirnya balik kembali ke arah semula. Bahkan ketika membawakan lagu Pretty Girl, panggung berputar 360 derajat penuh secara perlahan mengiringi lagu Pretty Girl hingga selesai.

Kalau melihat kondisi venue konser, wajar sekali sulit mendapatkan tiket untuk konser di Nagoya ini. Venue kecil dengan seat terbatas terbagi atas 4 blok ABCD dengan lantai mendatar sehingga cukup sulit melihat langsung ke atas panggung yang di luar dugaanku, tinggi stage lumayan rendah. Selain itu ada pilihan layar raksasa di atas panggung bagi penonton yang sulit melihat L’Arc~en~Ciel di atas panggung karena ketutupan kepala penonton lain. Tapi karena dibuat melingkar dengan stage berada di tengah, memang semua penonton terlihat lebih dekat dibandingkan panggung di depan yang membuat penonton di barisan belakang seperti melihat semut di atas panggung.

Foto suasana konser dari instagram Hyde

Hari ini venue memainkan lagu-lagu Yukihiro selection untuk menemani para penonton menunggu konser dimulai. Lagu-lagu pilihan Yukkie kebanyakan berirama electro-industrial music genre dengan satu-dua pengecualian seperti lagu Fix You dari Coldplay dan LoveSong dari The Cure. Lagu-lagu pilihan Yukkie diselingi iklan merchandise goods konser yang dikemas dengan gaya opening film Star Wars, itu tuh deretan huruf berjalan dengan latar ruang angkasa.

Konser dimulai dengan lagu Driver’s High dan semua terlihat berjalan normal seperti biasa. Yukihiro memakai baju putih rapi dengan kepala ditutup bandana, Ken dengan jersey slenge’an, Tetsuya yang modis, dan Hyde memakai bandana ditutupi topi serta kaca mata hitam. Yang paling menarik adalah Hyde memegang microphone stand tanpa kaki yang dipopulerkan oleh Freddie Mercury, hanya saja tangkainya berpedar cahaya biru sehingga ketika Hyde mengayunkannya jadi mirip Light Saber milik ksatria Jedi dalam Star Wars.

Blok D tempat kami duduk, lumayan jauh dari stage. Lantai venue yang datar bikin sulit melihat musisi di atas stage, apalagi ketika semua penonton berdiri.

Di pertengahan lagu tiba-tiba aku tersadar kalau suara Hyde terdengar serak dan bindeng, rupanya sedang Hyde sakit tenggorokan tapi dengan professional tetap naik panggung menyanyi hingga 20 lagu hari itu. Hyde sendiri mengaku kondisi tenggorokannya sedang kurang fit tapi dia tetap berusaha maksimal untuk mengeluarkan suaranya sebaik mungkin. Memang untuk suara rendah suara Hyde memang terdengar serak dan kadang kurang stabil, tapi untuk suara tinggi masih bisa clear walau napasnya lebih pendek dari biasanya. Bahkan kadang-kadang Hyde terdiam karena suaranya mendadak pecah, dari raut wajahnya terlihat dia kesal sediri dengan suaranya.

Beberapa kali Ken dan Tetsuya terdengar menyanyi untuk membantu Hyde yang memang suaranya kurang maksimal, seperti misalnya lagu Love Flies yang butuh suara powerful, Ken beberapa kali terus menyanyi untuk menutupi suara Hyde yang pecah. Terkadang Hyde malah menyerahkan pada penonton konser untuk ikut menyanyi beberapa bagian reffrain dan bridge lagu lebih panjang dari biasanya.

Ketika mendapat kesempatan MC, Ken awalnya cerita tentang hatsu yume (mimpi pertama di awal tahun baru), lalu berakhir ngomel soal peraturan gak boleh ngerokok di dalam gedung. Katanya, “kalau gak boleh ngerokok, gue berak di atas panggung aja deh karena gak ada aturannya. ” 😂

Dan setelah itu Ken keterusan ngomongin berak dan tinja tiap MC termasuk ngusilin Hyde dengan nama band diubah jadi Unko~en~Ciel (catatan: unko artinya tinja).

Yukkie juga ditanya soal hatsu yume. Awalnya cuma menjawab pendek “lupa”, tapi setelah didesak untuk menjelaskan, akhirnya Yukkie ngomong, “Gue kalau bangun tidur selalu lupa. Kalau pun mimpi, gitu bangun udah gak ingat lagi mimpi apa. ” dan Ken nyeletuk, “Akhirnya kali ini Yukkie gak cuma ngomong satu dua patah kata tapi mau ngomong satu kalimat penuh. ” 😂😂😂

Yang paling menyebalkan dari konser hari ini adalah sound mixing yang terdengar berbenturan. Entah karena efek akustik ruang venue yang buruk atau memang teknisi sound tidak becus mengatisipasi kondisi venue. Terlihat 2 kali seorang staff lari lalu lalang sambil membawa alat pengukur suara untuk mengecek decible suara musik sampai ke belakang. Sound baru mulai membaik setelah jeda istirahat konser dan suara musik untuk 5 lagu encore terakhir bisa terdengar lebih jernih.

Pasca istirahat, sambil menyanyi Hyde terlihat menyiapkan paper cup (sepertinya berisi air hangat) sambil sesekali minum untuk membantu tenggorokannya mengurangi suara serak.

Encore dimulai dengan Ken memainkan bluesy solo guitar. Sempat terpikir lagu selanjutnya adalah My Heart Draws a Dream yang biasanya diawali dengan Ken memainkan solo guitar. Ternyata itu adalah awal dari lagu Garasu Dama. Di sini Hyde menyanyi dengan baik, mungkin satu-satunya lagu yang dinyanyikan Hyde hari ini dengan sempurna. Suasana panggung dengan efek animasi membuat suasana konser terlihat magis.
Selesai garasu Dama, Hyde, Ken dan Tetsuya duduk di depan drumset lalu mereka mulai memainkan lagu Time Slip yang jarang sekali dibawakan secara live. Suara Hyde kembali serak walau dia tetap memaksakan diri untuk menyanyikannya dengan baik.

Pas menyanyikan lagu I’m So Happy, kelihatan sekali tampang Hyde meringis kesakitan ketika menyanyi. Ironisnya I’m So Happy adalah lagu bucin tentang derita cinta yang tersakiti tapi masih merasa bahagia atas cinta tersebut, cocok sekali dengan ekspresi Hyde yang menyanyi sambil meringis menahan sakit. Bahkan ketika menyanyikan lagu terakhir All Years Around Falling in Love, Hyde terlihat terus menenteng paper cup kesana kemari sambil menyanyi. Sebelum menyanyikan lagu final, Hyde sempat minta maaf soal suaranya yang tidak maksimal walau sudah usaha keras memberikan yang terbaik sekaligus berterima kasih pada para penonton yang sudah menyemangati dan bahkan ikut bantu menyanyi.

Terus terang saja, konser hari ini memang bukan konser L’Arc~en~Ciel terbaik. Tapi apa yang ditunjukkan Hyde hari ini menunjukkan bahwa dirinya adalah entertainer profesional sejati. Dengan kondisi suara yang tidak maksimal, Hyde masih mampu menyanyi 20 lagu dalam 2 jam. Untungnya rekan-rekannya turut membantu dengan ikut menyanyi lebih banyak dari biasanya dan para penonton yang hapal lirik di luar kepala tak segan menyanyi bersama ketika Hyde seringkali menyodorkan mic ke arah mereka.

Entah karena merasa bersalah atau bagaimana, di akhir konser ketika 3 member lain sudah meninggalkan panggung, Hyde masih berkeliling berjalan melambaikan tangan melewati hanamichi ke empat penjuru stage sambil mengucapkan terimakasih berkali-kali.
Lalu seperti biasa Tetsu kembali untuk bagi-bagi pisang.


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: