The Longest Day in Chang’an (Karakter Sejarah)

Sambungan dari tulisan review bagian pertama

Novel dan serial adaptasi The Longest Day in Chang’an (TLDIC) banyak menampilkan tokoh-tokoh sejarah yang pernah hidup pada era Tian Bao dinasti Tang, beberapa di antaranya malah menjadi tokoh utama. Pada tulisan ini, saya mengangkat biografi singkat beberapa tokoh-tokoh sejarah yang muncul dalam TLDIC supaya nonton serialnya lebih nikmat dengan mengetahui sosok asli para karakter sejarahnya.

Beberapa nama mereka diganti demi menghindari sensor ketat pemerintah China untuk tidak menggunakan beberapa nama tokoh sejarah dalam cerita fiksi dalam tayangan televisi. Untuk nama anak kaisar, mereka sering kali berganti nama setelah mendapatkan gelar maupun jabatan baru.

Li Bi

Li Bi sejak kecil dikenal sebagai anak jenius yang menguasai filsafat Konfusius, Buddhisme dan Taoisme sejak kecil hingga membuat kaisar Xuanzong kagum ketika Li Bi kecil diminta menghadap kaisar. Kaisar Xuanzong mempertemukan Li Bi dengan putranya Li Heng yang memiliki ketertarikan yang sama. Dengan cepat Li Bi akrab dengan Li Heng dan hubungan mereka berdua seperti sahabat karib yang tumbuh dewasa bersama. Semakin dewasa, Li Bi semakin tertarik lebih mendalami filsafat Taoisme dibandingkan yang lain dan mulai sering menyepi di kaki gunung dibanding berdiam di ibu kota.

Jackson Yee sebagai Li Bi, lengkap dengan detail pernak pernik pakaian taoist pada era dinasti Tang.

Keika Li Heng naik tahta sebagai kaisar Suzong dan meminta Li Bi menduduki posisi kanselir (posisi tertinggi pejabat sipil dinasti Tang), Li Bi menolak dijadikan kanselir.
“Saya merasa jauh lebih terhormat diperlakukan Yang Mulia Kaisar sebagai sahabat karib dibanding pejabat kanselir, kenapa Yang Mulia ingin memberikan saya posisi yang lebih rendah dari seorang sahabat?”

Persahabatan kaisar Suzong dan Li Bi ini memang legendaris.

Tulisan lebih lengkap tentang Li Bi bisa dibaca di tulisanku ini.

Li Bi merupakan salah satu dari 2 tokoh utama dalam serial TLDIC dan diperankan aktor muda Jackson Yee.

Li Linfu

Li Linfu adalah kanselir yang memiliki kekuasaan dan pengaruh kuat pada masa pemerintahan kaisar Xuangzong. Selama menjabat sebagai kanselir, Li Linfu dikenal dengan manuver politiknya untuk menjegal pejabat lain agar tidak ada yang memiliki kekuasaan lebih dari dirinya, bahkan Li Linfu juga sampai menghalangi karir pejabat menengah yang cemerlang agar mereka tak bisa naik pangkat lebih jauh.

Manuvernya ini menyebabkan dia bisa berkuasa lama sebagai kanselir selama 18 tahun. Akan tetapi efek buruknya, banyak calon pejabat berpotensi bagus keburu dijegal karirnya sehingga pemerintahan dinasti Tang pada era Tianbao kekurangan pejabat cakap dan kompeten yang mengakibatkan kemunduran signifikan dan menjadi awal keruntuhan pemerintahan dinasti Tang.

Yin Zhusheng sebagai karakter Lin Jiulang, yang dalam sejarah aslinya bernama Li Linfu

Salah satu manuver Li Linfu adalah selalu menghalangi pejabat cakap etnis Han untuk duduk di posisi strategis dan selalu merekomendasikan etnis non-Han sebagai pengganti karena Li Linfu merasa pejabat etnis Han lebih membahayakan kekuasaannya sebagai kanselir. Salah satu orang yang menikmati hasil manuver Li Linfu adalah An Lushan, jendral keturunan Persia-Turki yang menjaga perbatasan utara. Berkat kebijakan Li Linfu dan kecakapan An Lushan yang pandai membawa diri, An Lushan mampu memiliki militer terkuat dalam jajaran militer dinasti Tang pada era Tianbao sehingga kekuatan militer dinasti Tang lebih terkonsentrasi di perbatasan.

Puncaknya setelah Li Linfu meninggal dunia, penggantinya sebagai kanselir Yang Guozhong dan saingan An Lushan di ibu kota jendral Geshu Han mulai bersekutu memusuhi An Lushan. An Lushan kemudian memberontak lalu menyerang Chang’an dan merebut ibu kota dinasti Tang tersebut hingga kaisar Xuanzong terpaksa melarikan diri mengungsi.

Sadar dan merasa menyesal terlampau mempercayai Li Linfu, kaisar Xuanzong mencabut semua penghargaan untuk Li Linfu, lalu jenazahnya dikubur ulang layaknya rakyat jelata dalam peti mati sempit.

Li Linfu dikenal mulai berseteru dengan putera mahkota Li Heng gara-gara Li Linfu mendukung Li Mao putera ke 18 kaisar dari selir kesayangannya Selir Wu, untuk menggantikan posisi Li Heng sebagai putera mahkota

Ketika Li Heng naik tahta menjadi kaisar bergelar Suzong, kaisar Suzong sempat ingin membongkar kuburan dan membakar jenazah Li Linfu lalu membuang abunya begitu saja, hanya saja Li Bi mencegahnya dan kaisar Suzong urung melakukan penghinaan lebih lanjut terhadap jenazah Li Linfu.

Li Linfu muncul dalam serial TLDIC dinamai ulang sebagai Lin Jiulang si kanselir kanan dan diperankan oleh aktor Yin Zhusheng.

Kaisar Xuanzong

Kaisar Xuanzong berkuasa selama 43 tahun, menjadikan dirinya sebagai penguasa dinasti Tang paling lama.

Awal masa pemerintahannya yang dikenal dengan nama era Kaiyuan, kaisar Xuanzong yang masih muda terkenal sebagai kaisar yang bijak, rajin turun langsung memimpin pemerintahan dan melakukan pengecekan ke bawah. Para kanselir bawahannya juga sangat kompeten dan mampu membantunya menjalankan pemerintahan hingga dinasti Tang raya di bawah kekuasaan kaisar Xuanzong mencapai puncak kejayaannya sehingga dikenal sebagai masa keemasan dinasti Tang.

Feng Jiayi bermain sebagai kaisar Xuanzong yang mulai lanjut usia.

Sayangnya semakin berumur, kaisar Xuanzong tua menjadi malas dan mulai mempercayakan segala urusan pemerintahan pada kanselir bawahannya. Apalagi kaisar Xuanzong mulai tenggelam dalam kesenangan bersama selir kesayangannya selir Wu, yang juga mulai menebar pengaruh ikut mengontrol para pejabat pemerintahan.

Selir Wu ingin agar anaknya Li Mao dijadikan putra mahkota dan bekerja sama dengan kanselir Li Linfu untuk menjatuhkan putra mahkota Li Ying. Dengan muslihat, selir Wu dan Li Linfu menuduh Li Ying dan 2 adiknya Li Yao dan Li Ju berkonspirasi ingin memberontak sehingga kaisar Xuanzong memerintahkan 3 anaknya tersebut untuk bunuh diri.

Ini dibahas dalam adegan flashback episode 25 ketika putra mahkota, Li Bi dan gubernur Han berdiskusi.
Gubernur Han, “Bagaimanapun juga putra mahkota Li Heng adalah putra Kaisar. Kaisar pasti membela putranya!”
Lalu Li Bi menjawab, “Apa bedanya? Kaisar pernah membunuh 3 orang putranya, memangnya Kaisar peduli dengan anak-anaknya?”

Sebelum selir Wu sempat membujuk kaisar lebih lanjut agar anaknya Li Mao diangkat sebagai putera mahkota pengganti, selir Wu keburu wafat dan kaisar akhirnya malah mengangkat anaknya yang lain Li Heng sebagai putra mahkota yang baru.

Ketika era Tianbao menggantikan era Kaiyuan, kaisar Xuanzong mempercayakan sebagian besar urusan pemerintahan kepada kanselir Li Linfu dan mulai jarang menghadiri rapat dengan para pejabat bawahannya. Manuver Li Linfu menggerogoti masa keemasan yang dibangun sejak era Kaiyuan dengan cepat tanpa adanya pejabat kompeten untuk membantu kaisar membangun pemerintahan. Terlebih lagi kaisar Xuanzong mendapatkan Yang Yuhuan sebagai selir baru yang menjadi favoritnya menggantikan mendiang selir Wu, kaisar Xuanzong makin malas mengurusi pemerintahan.

Puncaknya, An Lushan yang menguasai militer terkuat dinasti Tang memberontak, malah pasukannya berhasil merebut ibu kota Chang’an sehingga kaisar Xuanzong terpaksa melarikan diri ke daerah Jiannan.

Putra mahkota Li Heng memilih melarikan diri ke kota Lingwu di arah berlawanan untuk memecah konsentrasi kejaran pasukan An Lushan. Di kota Lingwu, para perwira militer memohon Li Heng untuk naik tahta menjadi kaisar karena menganggap kaisar yang lebih muda akan lebih mampu memimpin serangan untuk merebut ibu kota dari tangan musuh.

Era Tianbao sekaligus masa kekuasaan kaisar Xuanzong berakhir dengan naik tahtanya Li Heng dengan nama kaisar Suzong.

Karakter kaisar Xuanzong tua dalam TLDIC dimainkan oleh aktor Feng Jiayi.

Gao Lishi

Pada masa pemerintahan kaisar Xuanzong, Gao Lishi adalah kasim yang paling berkuasa dan sarannya sering kali didengar oleh sang kaisar. Banyak keputusan kaisar diambil setelah berdiskusi terlebih dahulu dengan Gao Lishi. Gao sendiri memang sudah akrab dengan kaisar Xuanzong sejak muda, bahkan ketika Li Longji (nama personal kaisar Xuanzong) masih belum diangkat menjadi putra mahkota.

Sejak Li Linfu diangkat menjadi kanselir dan dipercaya oleh kaisar untuk mengurus banyak urusan pemerintahan, Gao mulai merasa tak cocok dengan manuver politik Li Linfu. Apalagi ketika Li Linfu berseteru dengan putra mahkota Li Heng, Gao dengan tegas memihak Li Heng dan selalu menghalangi Li Linfu berbicara buruk tentang Li Heng di depan kaisar Xuanzong.

Lu Liang sebagai kasim Guo Lishi, yang dalam sejarah aslinya bernama Gao Lishi.

Gao Lishi dikenal dengan kesetiaannya pada kaisar Xuanzong, bahkan beberapa kali mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan kaisar. Itu sebabnya kaisar Xuanzong banyak memberikan gelar kebangsawananan dan kedudukan tinggi pada kasim Gao.

Gao Lishi meninggal dunia pada usia 78 tahun karena sakit akibat kesehatannya yang terus memburuk setelah mendengar kabar kaisar Xuanzong dan kaisar Suzong meninggal dunia.

Kasim Gao Lishi muncul dalam serial TLDIC dengan nama Guo Lishi yang diperankan aktor Lu Liang.

He Zhizang

He Zhizang dikenal sebagai pejabat penting yang memulai masa baktinya sejak era kekuasaan kaisar wanita Wu Zetian hingga kaisar Xuanzong.

Han Tongsheng sebagai pak tua He, direktur divisi Jing’an

Dibandingkan karirnya sebagai menteri, pak tua He lebih dikenal sebagai sastrawan dan kecintaannya pada arak. Salah satu puisinya yang paling terkenal “Huí xiāng ǒu shū (Kembali ke Rumah)” muncul di akhir serial TLDIC yang ditulis ketika He pensiun dan pulang kampung di usianya yang ke 85 tahun.

Aktor Han Tongsheng memerankan sosok si tua He Zhizhang di penghujung karirnya.

Li Heng

Li Sisheng lahir sebagai putra ketiga kaisar Xuanzong. Sempat berganti nama menjadi Li Yu dan Li Shao sebelum akhirnya bernama Li Heng ketika diangkat menjadi putra mahkota.

Sejak kecil, Li Heng dikenal sebagai anak yang rajin belajar sehingga ayahnya kaisar Xuanzong meminta para pejabat yang berotak cemerlang untuk mengajari dan mendampingi Li Heng. Ketika masih muda, Li Heng diperkenalkan oleh kaisar kepada bocah jenius bernama Li Bi dan mereka berdua dengan cepat menjadi sahabat karib.

Zhou Lula sebagai putra mahkota Li Heng

Awalnya posisi putra mahkota dipegang oleh kakak keduanya Li Ying. Setelah Li Ying dihukum mati oleh kaisar akibat siasat selir Wu dan Li Linfu, Li Heng diangkat menjadi putra mahkota sehingga menyebabkan Li Heng berkonflik dengan Li Linfu yang mendukung Li Mao untuk diangkat sebagai putra mahkota.

Di kemudian hari, Li Heng diangkat oleh para panglima militer dinasti Tang menjadi kaisar dengan gelar Suzong menggantikan kaisar Xuanzong yang sudah tua.

Sebagian besar masa kekuasaan kaisar Suzong dihabiskan dengan upaya memadamkan pemberontakan. Pada masa Suzong ini pula kekuasaan kasim meningkat pesat. Bahkan kekuasaan kasim Li Fuguo pada akhirnya bisa menyaingi kekuasaan kanselir dan membuat takut kaisar.

Li Heng muncul dalam serial TLDIC dengan nama kecilnya Li Yu dan diperankan aktor Zhou Lula.

Yuan Zai

Karir politik Yuan Zai boleh dibilang unik tak seperti kanselir dinasti Tang lainnya. tak seperti misalnya saja Li Bi yang keturunan keluarga bangsawan, atau Di Renji dan Li Linfu yang keturunan pejabat tinggi, Yuan Zai hanya anak pejabat daerah kecil yang meninggal dunia saat Yuan Zai masih kecil. Demi ambisinya menjadi pejabat penting, sejak kecil Yuan Zai belajar dengan tekun dan rajin di tengah kemiskinan terutama bidang Taoisme yang menjadi favoritnya. Saking miskinnya, Yuan Zai harus jalan kaki untuk mengikuti ujian masuk pejabat pemerintah.

Setelah berkali-kali gagal lulus ujian masuk, keberuntungan Yuan Zai mulai datang ketika kaisar Xuanzong mulai menyukai Taoisme dan membuka ujian khusus di bidang filsafat Taoisme. Lulus ujian khusus ini, karir Yuan Zai mulai merangkak naik jadi pejabat daerah.

Perlahan pejabat tinggi di daerah melihat kemampuan Yuan Zai lalu menariknya untuk menjadi asisten sang pejabat tinggi. Pelan-pelan Yuan Zai naik pangkat lagi hingga ditransfer ke Luoyang (kota kedua terbesar dinasti Tang setelah ibu kota Chang’an).

Yu Ailei sebagai Yuan Zai muda, pejabat rendahan yang banyak akal dan penuh muslihat.

Ketika jendral penguasa perbatasan utara An Lushan memberontak dan merebut ibu kota Chang’an, Yuan melarikan diri ke daerah selatan sungai Yangtze. Setelah kaisar Suzong berhasil merebut Chang’an, Yuan Zai dipanggil ke ibu kota untuk membantu membangun kembali dinasti yang porak poranda akibat perang.

Pada dasarnya Yuan Zai adalah pejabat kompeten berotak cemerlang dan memiliki kemampuan menganalisa masalah serta mampu mengambil keputusan yang tepat. Kecakapan Yuan Zai ini membuat kaisar Suzong kagum dan menempatkannya sebagai wakil mentri. Berkat hubungan dekatnya dengan kasim Li Fuguo yang saat itu sangat berkuasa, karir politik Yuan Zai meroket hingga akhirnya mampu diangkat menjadi kanselir utama.

Setelah kaisar Suzong wafat dan digantikan anaknya kaisar Daizong, kekuasaan Yuan Zai semakin kuat dan dia mulai menghalangi pejabat-pejabat lain supaya tak memiliki posisi yang menyaingi kekuasaannya. banyak pejabat yang melihat Yuan Zai sebagai the next Li Linfu karena manuver yang dilakukan mereka berdua mirip.

Walaupun Yuan Zai merupakan pejabat kompeten, sayangnya dia juga licik dan koruptif. Harta kekayaannya bertumpuk, ditambah dengan kebiasaanya berfoya-foya bersama istri dan anak-anaknya. Kaisar Daizong merasa Yuan Zai mulai tak bisa dibiarkan akhirnya diam-diam memerintahkan untuk menagkap dan menginterogasinya. Sekian banyak bukti hasil korupsi membuat Yuan Zai tak bisa mengelak.

Yuan Zai yang membangun karirnya dari bawah hingga puncaknya berhasil menjadi kanselir utama dengan kekuasaan dan harta berlimpah, akhirnya dijatuhi hukuman mati bersama 3 anak lelakinya.

Aktor Yu Ailei berhasil menghidupkan peran pejabat rendahan Yuan Zai yang penuh tipu muslihat untuk menjadi pejabat tinggi di ibu kota Chang’an.

Wang Yuxiu

Putri jendral Wang Zhongsi ini dikenal dengan puisi-puisinya yang mampu menerobos dominasi sastrawan pria di dunia sastra dinasti Tang. Yuxiu menikah dengan Yuan Zai yang saat itu masih berposisi sebagai pejabat menengah dan sempat menjadi bahan ejekan betapa seorang putri jendral besar mau saja menikah dengan pejabat menengah yang relatif miskin.

Pada puncak karirnya, Yuan Zai berhasil menduduki posisi kanselir dan banyak mengumpulkan harta kekayaan di sepanjang masa kekuasaannya. Yuxiu dan anak-anaknya dikenal sering berfoya-foya menggunakan uang korupsi yang dikumpulkan Yuan Zai.

Aktris Ai Ru sebagai Wang Yuxiu

Ketika kaisar Daizong menemukan betapa korupnya Yuan Zai, kaisar memerintahkan agar Yuan Zai ditangkap dan dihukum mati beserta 3 anak lelakinya. Yuxiu dan anak perempuannya Yuan Zhenyi diberi ampunan, Zheyi masuk biara menjadi biksuni dan Yuxiu (yang dikenal kemampuan sastranya) diperintahkan kaisar masuk istana untuk menulis sajak kejayaan dinasti Tang.

Akan tetapi Yuxiu yang kehilangan suami dan anak-anaknya malah meratap dan menulis sajak berisi kesedihan meratapi nasib keluarganya yang malang. Hal ini dianggap melanggar titah kaisar sehingga membuat Yuxiu dieksekusi hukuman mati menyusul suami dan 3 anak lelakinya.

Wang Yunxiu muncul dalam serial TLDIC bukan sebagai ahli sastra melainkan putri jendral yang terlatih secara militer dan diperankan aktris Ai Ru.

Yang Yuhuan

Dalam literatur klasik China, Yang Yuhuan termasuk ke dalam 4 wanita cantik legendaris yang dikenal dengan kecantikan wajahnya bisa membuat semua lelaki terpana.

Yang Yuhuan awalnya dibesarkan pamannya Yang Xuanjiao seorang pejabat rendah. Umur 14 tahun kecantikannya menarik perhatian putra kaisar ke-18 Li Mao yang kemudian menikahi Yuhuan.

Ketika selir Wu, selir kesayangan kaisar Xuanzong sekaligus ibu Li Mao meninggal dunia, kaisar sempat dirundung duka mendalam. Sewaktu Li Mao dan istrinya Yuhuan datang untuk menghibur kaisar, saat itu kaisar Xuanzong melihat kecantikan Yuhuan dan memutuskan untuk menjadikan Yuhuan sebagai selir barunya menggantikan selir Wu yang telah tiada.

Agar tidak membuat heboh dan menghindari kritik, kaisar menyusun rencana. Yuhuan bercerai dengan Li Mao lalu kemudian Yuhuan masuk biara yang dibuat secara khusus oleh kaisar di dalam istana. Yuhuan sebagai biarawati Taoist diberikan gelar pendeta wanita Taizen.

Setelah 8 tahun berlalu, kaisar memberikan putri jendral Wei Zhaosun kepada Li Mao untuk diperistri dan tak lama kemudian Yang Yuhuan diresmikan posisinya sebagai selir terkasih kaisar Xuanzong dengan gelar Guifei.

Xu Lu bermain sebagai Lady taizen, gelar pendeta Taoist Yang Yuhuan sebelum diangkat sebagai selir kaisar.

Yang Yuhuan yang dikenal dengan gelarnya Yang Guifei memanfaatkan posisinya sebagai selir kesayangan kaisar Xuanzong untuk memperbaiki nasib keluarganya. Seluruh anggota keluarganya kecipratan rejeki nomplok karena kaisar ingin memanjakan dan menyenangkan selir terkasihnya. Semua pamannya dan sepupu laki-lakinya mendapatkan posisi pejabat tinggi, 3 kakak perempuannya diberi kedudukan dan gelar kebangsawanan terhormat. Anggota keluarga Yang paling beruntung dengan jalur nepotisme ini adalah sepupunya yang bernama Yang Guozhong. Walau bodoh dan tak kompeten tapi dengan kepandaiannya menjilat, jabatan Yang Guozhong dengan cepat meroket hingga akhirnya bisa menggantikan Li Linfu yang wafat sebagai kanselir utama.

Ketidakbecusan Yang Guozhong menghadapi manuver An Lushan menyebabkan An Lushan memberontak. Bodohnya Yang Guozhong yang tadinya meremehkan An Lushan sama sekali tak menyangka kekuatan militer An Lushan bisa merontokkan militer dinasti Tang hingga ibukota Chan’an bisa direbut pasukan An Lushan.

Ketika kaisar Xuanzong melarikan diri ke daerah Jiannan bersama para pejabat dan anggota keluarganya. Para perwira militer yang mengawal kaisar marah pada Yang Guozhong lalu membunuh Yang Guozhong di dalam perjalanan mengungsi. Selain itu juga para perwira menuduh Yang Guifei sebagai dalang menjadi lemahnya dinasti Tang dan meminta kaisar untuk menghukum mati selir Yang. Setelah kaisar yang dikepung pasukan pengawal dalam paviliunnya tak mampu membujuk pasukan pengawal untuk membebaskan Yang Guifei, akhirnya dengan berat hati kaisar Xuanzong menyetujui menghukum mati selir kesayangannya. Gao Lishi kasim kepercayaannya ditugasi untuk mencekik Yang Guifei hingga tewas.

Serial TLDIC bersetting pada awal era Tianbao, berarti saat itu Yang Yuhuan masih belum resmi diangkat sebagai selir Guifei sehingga masih dipanggil dengan gelar biarawatinya Lady Taizen. Lady Taizen diperankan oleh aktris Xu Lu.

Li Lin

Li Ze lahir sebagai putra ke 16 kaisar Xuanzong dan menjadi piatu pada usia balita karena ibunya meninggal dunia. Sejak itu Li Ze dibesarkan oleh kakaknya Li Sisheng yang nantinya menjadi putra mahkota bernama Li Heng.

Ketika kecil, Li Ze dikenal pintar walau bertampang jelek ditambah matanya yang juling. Setelah dewasa, kaisar Xuanzong mengangkat Li Ze sebagai pejabat tinggi dengan gelar Pangeran Yong dan namanya diperbaharui menjadi Li Lin.

Ge Zhao’en sebagai pangeran Yong, gelar bangsawan Li Lin. tak seperti tokoh aslinya, Li Lin terlihat ganteng dan tidak bermata juling.

Ketika An Lushan memberontak, Li Lin yang saat itu menguasai daerah timur Chang’an memutuskan untuk membentuk rezim pemerintahan tersendiri, bahkan menolak perintah kakaknya Li Heng yang baru saja naik tahta menjadi kaisar Suzong untuk pergi bergabung dengan ayahnya yang sedang mengungsi ke daerah Jianning.

Dengan berat hati kaisar Suzong memerintahkan jendralnya membawa pasukan untuk memadamkan pemberontakan Li Lin. Pasukan Li Lin akhirnya bisa dikalahkan dan Li Lin sendiri tertangkap dalam pertempuran lalu dibunuh secara diam-diam.

Karakter Pangeran Yong yang diperankan oleh aktor Ge Zhao’en dalam serial TLDIC merupakan gelar kebangsawanan Li Lin.

1 Response to “The Longest Day in Chang’an (Karakter Sejarah)”


  1. 1 Kasamago October 16, 2019 at 2:41 am

    wew.. tertarik dg hubungan Li Bi dan Li Heng, Li Bi tuntas dg nafsu materi dunia,
    sedang Li Heng begitu menghormati Persahabatan.

    dan yg menjadi inspirasi nya si karakter Yuan Zai, penuh perjuangan dan
    kerja keras mencapai karir yg di impikan sayang begitu berkuasa menjadi lupa daratan..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: