Harga

Siapa bilang kerja di luar negeri selalu enak?

Setiap nikmat pasti ada harga yang harus dibayar, termasuk kerja di Jepang. Dari kesulitan menjalankan ibadah sampai perlakuan diskriminasi.

Hari Ramadan terakhir tanggal 4 Juni kemarin misalnya, saya minta cuti ke leader (mandor produksi) supaya bisa tenang sholat idul fitri tanpa diburu waktu.

Bukan hanya ditolak malah kena caci maki, padahal saya sudah mencoba negosiasi hanya mau mengambil cuti 1/2 hari.

Yang bikin sakit hati dia bilang, “Emangnya di negaramu gampang ambil cuti sehari sebelumnya? Cuti itu harus minta minimal seminggu sebelumnya! Kalau mau banyak libur, sana pulang ke negaramu! Kamu ada di Jepang jadi harus ikut peraturan Jepang.

Pulang saja sana ke negaramu”

 

9 tahun kerja di Jepang, baru satu kali ini saya dibentak “Go home to your country!” Kukira teriakan itu hanya ada di negara rasis seperti Australia atau Amerika Serikat saja.

Pulang kerja saya langsung baca peraturan perusahaan. Walau dianjurkan minta cuti jauh hari sebelumnya, minta cuti mendadakpun diizinkan, termasuk minta cuti pada hari-H. Jadinya minta cuti mendadak juga tidak melanggar peraturan.

Saya tahu banyak pekerja Jepang tidak mengambil cuti hingga akhir tahun sampai cutinya hangus tak terpakai dengan berbagai alasan. Wajar saja banyak orang Jepang stress. Pemerintah Jepang memang menganjurkan agar karyawan ambil cuti supaya tidak stress, tapi perusahaan belum tentu mau mempermudah anjuran pemerintah.

Tapi yang bikin sakit hati itu sikap diskriminasi. 14 tahun tinggal di Jepang, baru satu orang teriak di depan muka “Pulang sana ke negaramu!”

Tadinya mau kulaporkan ke atasan yang lebih tinggi posisinya dari dia, tapi setelah kupikir karena masih suasana Ramadhan jadinya bersabar saja, mungkin kalau dia bersikap diskriminasi lagi di lain hari bakal benar-benar kulaporkan.

 

Akhirnya saya negosiasi dengan pekerja Jepang yang masuk siang supaya bisa ganti shift kerja dan untungnya dia mengerti. Akhirnya saya masuk siang setelah buru-buru pulang sehabis sholat ied tanpa sempat bersilaturrahmi maaf-maafan dengan teman lainnya.

Terakhir pas hari idul fitri ketemu para kenshusei (pekerja training). Ternyata mereka juga tak dikasih izin walau cuma 1/2 hari untuk sholat ied, sementara beberapa perusahaan Jepang lain yang kutahu malah kasih izin satu hari buat pekerja training.

Memang kerja di Jepang gajinya lumayan dan banyak fasilitas menarik dibanding di Indonesia. Tapi ya itu dia, ada harga yang harus dibayar.

 

NB.

Pada hari Idul Fitri tanggal 5 Juni, saya akhirnya masuk siang dan mendapatkan si mandor ternyata sudah pulang dengan alasan kepalanya pusing. Dia ambil cuti 1/2 hari pada hari-H!
Apanya peraturan Jepang?
Japanese rule my ass!
Semoga sakit kepalanya itu gara-gara kena tumor otak! Amiin!

3 Responses to “Harga”


  1. 1 Alisarbi June 17, 2019 at 2:15 am

    Wow, doanya sadis!
    Kebalikan sama saya yg guru di Indonesia tercintah, libur kali ini mecahin rekor libur terpanjang selama…ya selama saya ngajar. Kalo tahun2 kemarin saling timpa, kali ini nyerempet. Libur lebaran langsung dipepet libur akhir tahun. Jadi kita libur dari minggu terakhir Mei sampai pertengahan Juli!
    Eh, tapi si mandor begitu sama pekerja migran aja atau ke semuanya? Kalo ada indikasi diskriminasi, apa bisa dilaporin?

    • 2 AnDo June 18, 2019 at 3:29 pm

      Dia kayaknya emang rasis sih menurutku. Selain itu ada masalah sama kontrol emosi, soalnya banyak rekan kerja orang Jepang juga benci sama dia.
      Bisa dilaporin koq, malah aku tadinya pengen lapor langsung ke manager HRD biar ribut sekalian satu perusahaan, diskriminasi ini bisa jadi masalah besar secara perusahaan tempat kerjaku ini punya beberapa cabang di asia dan amerika utara.
      Tapi kemarin itu pas Ramadhan hari terakhir dan aku gak pengen ngerusak suasana, padahal udah setengah mati nahan2 marah.

  2. 3 Kasamago July 1, 2019 at 2:08 am

    klo istilah jawa nya.. Sawang Sinawang.
    Always grateful


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: