10 Ear-worm Film (Bagian Satu)

Saya suka nonton film dan saya juga suka musik, karena itu genre film musikal maupun film yang diisi banyak lagu merupakan salah satu genre yang kusuka.
Gara-gara heboh film Bohemian Rhapsody, saya jadi earworm (lagu yang sama terngiang-ngiang dalam kepala) sama lagu-lagu Queen dan memutarnya selama seminggu terakhir.
Di dalam pikiran, saya malah sudah menyusun daftar beberapa film yang bikin saya earworm sehabis nonton dan akhirnya sukses bikin saya memutar lagu-lagu dari film maupun lagu-lagu yang dibawakan musisi dalam filmnya hingga berminggu-minggu. Daftar ini cuma sekedar nomor urut, tidak ada hubungan dengan yang mana yang lebih favorit. Ini tulisan bagian pertama.

1. La La Land

Nonton di komputer dan sukses membuat saya menyesal gak nonton di bioskop. Kenapa? Karena sound bioskop pasti bikin gendang telinga saya lebih puas mendengarkan alunan lagu-lagu Jazz yang mengisi filmnya, baik lagu instrumentalnya pakai piano dan brassband, maupun yang diisi vokal penyanyi.
Sehabis nonton, spotify langsung diisi lagu-lagu soundtrack La La Land dan diputar selama nyetir mobil hampir sebulan penuh.
Review filmnya pernah kutulis di tulisan review ini.

LLL_Poster

2. Sakuran

Adaptasi manga berjudul sama ini mengisahkan perjalanan suka duka seorang Oiran (pelacur Jepang zaman Edo yang sering disangka Geisha oleh orang barat).

Musical director film ini adalah Shiina Ringo, vokalis band Jazz Rock favoritku Tokyo Jihen. Awalnya Tokyo Jihen akan menggarap album soundtrack tapi rencana jadi berantakan gara-gara Toshiki Hata (drummer Tokyo Jihen) patah kaki akibat kecelakaan lalu lintas. Akhirnya Shiina memutuskan menggarap album solo untuk soundtrack film Sakuran dibantu oleh 3 member Tokyo Jihen yang lain dan konduktor orkestra Saito Neko.
Gabungan lagu-lagu jazz bigband, latin jazz, hingga pop jazz dengan megahnya suara orkestra mengiringi perjalanan sang Oiran muda mengarungi kehidupan keras di kawasan lampu merah Tokyo pada zaman Edo.

PS. Selain musiknya, aku juga suka sinematografi Sakuran yang warna warni cerah.

 

Image result for sakuran film

3. Almost Famous

Film garapan Cameron Crow ini bercerita tentang jurnalis anak SMA yang mendapat kesempatan meliput tur konser band rock yang sedang melejit namanya. Setting awal 1970an, geng cewek groupies hingga drug abuse para rocker memberikan pelajaran hidup yang berharga bagi sang jurnalis remaja.

Film ini dipenuhi lagu-lagu classic rock tahun 1970an hingga 1980an dari band-band terkenal seperti Led Zeppelin, Lynyrd Skynyrd, Yes, The Who, hingga lagu-lagu original band fiktif dalam film. Hasilnya selain film mendapatkan penghargaan 4 nominasi Oscar, album soundtrack film ini meraih penghargaan album soundtrack terbaik.
Gara-gara film ini, 1/4 dari isi playlist mp3 playerku saat itu penuh dengan lagu-lagu classic rock.

 

4. The Liar and His Lover

Adaptasi dari manga shojo ini bercerita tentang cewek SMA yang jatuh hati pada pemusik misterius tanpa sadar siapa cowok yang ditaksirnya tersebut.

Film ini menampilkan 3 lagu yang dibawakan oleh grup Rock fiktif Crudeplay. Ketiga lagu tersebut catchy dan dengan cepat nempel di kepala sehingga sehabis nonton, langsung kucari mp3 ketiga lagu tersebut. Ternyata musical director film sekaligus pencipta dan arranger lagu-lagunya adalah Seiji Kameda, bassist Tokyo Jihen. Pantesan saja alur bass lagu-lagunya familiar di kuping. 3 lagu tersebut sampai sekarang masih nongkrong di playlist mp3 playerku.

Film ini pernah kubahas di tulisan review ini.

 

5. Guardians of the Galaxy

Cerita aksi kelompok superhero yang dipadu dengan lagu-lagu pop tahun 1960an hingga 1970an ini keren abis.

Selain lagu-lagu yang dipilih pas banget sama tiap adegan yang diiringi, keberadaan lagu-lagu ini juga turut membangun suasana film.
Habis nonton filmnya aku langsung download sealbum penuh, lalu diputar berulang kali hingga seminggu penuh. Setelah seminggu nongkrong di playlist akhirnya semakin jarang diputar karena bosan. Lagu-lagu ini emang lebih berkesan didengar pas nonton filmnya sih.

Bersambung dengan bagian kedua

6 Responses to “10 Ear-worm Film (Bagian Satu)”


  1. 1 Kasamago December 10, 2018 at 6:28 am

    Beck ,Deadpool termasuk g y?

  2. 3 Alisarbi December 23, 2018 at 10:57 am

    Gak ada yang tahu, hehe.. Yaa, emang gak gitu suka film musikal. Tapi kalo ost yg sampe earworm itu ost nya Battle of Surabaya. Remember You. Sedih banget lagunya, akhir ceritanya Surabaya ancur, apalagi pas nonton cuma ada 5 orang aja. Film animasi Indonesia pertama, emang kalah di semua hal dari negara lain, tapi masa cuma 5 orang yg nonton 😭
    Kalo yg akhir2 ini gw nonton ost sampe earworm itu film Mereka yang Tak Terlihat. Tapi emang lagunya Bunda karya Melly Goeslaw sih

    • 4 AnDo December 27, 2018 at 6:57 pm

      Ear-worm di sini sebenarnya yang bikin aku keterusan mendengarkan lebih dari 3 lagu yang hadir dalam film, malah ada yang sampai satu album soundtrack kumasukkan ke dalam playlist mp3 maupun spotify.

      • 5 Alisarbi December 28, 2018 at 2:25 am

        Owh, kirain earworm dalam artian lagu itu stuck dikepala. Bikin senandung lagu itu mulu kadang tanpa sadar 😬

      • 6 AnDo December 28, 2018 at 3:29 am

        Iya, emang itu maksudnya stuck in the head. Tapi ada lanjutannya yaitu sampai bikin nyari lagunya buat didengarkan terus menerus sehabis nonton filmnya.
        Kalau cuma stuck in the head tapi gak sampai tertarik nyari2 lagunya sih ada lebih dari 10 😛


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: