BLEACH (2018)

Bleach_2018_0420_01

Plot

Mengambil adaptasi dari story arch pertama manga Bleach, film ini memperkenalkan tokoh utama Ichigo Kurosaki (Sota Fukushi), seorang anak SMA yang tanpa sengaja mendapat transfer kekuatan shinigami dari Rukia Kuchiki (Hana Sugisaki) agar bisa menyelamatkan adiknya dari serangan makhluk halus jahat yang disebut Hollow. Rukia terpaksa menetap di dunia manusia sambil menunggu Ichigo mampu mengendalikan kekuatan shinigami dan mengembalikannya kekuatan tersebut ke Rukia.

Di dunia Shinigami, Byakuya Kuchiki (Miyavi) kakak Rukia menyuruh anak buahnya Renji Abarai (Taichi Saotome) untuk mencari dan menjemput Rukia yang menghilang di dunia manusia.

Sementara itu Hollow dengan kekuatan tak biasa bernama Grand Fisher muncul mengincar keluarga Kurosaki.

Komentar

Terus terang saja film ini nanggung. Mau dibawa jadi film eksyen, adegan aksinya terlalu sedikit buat disebut film eksyen. Mau dibawa jadi film drama, plot yang dibawa terlalu dangkal dan banyak tokoh mubazir yang lalu lalang di sepanjang film.

Hanya ada 4 pertarungan yang menghiasi film ini dan 2 diantaranya berlangsung singkat tak menarik. Pertarungan Ichigo sebagai Shinigami melawan Hollow terlalu chaotic dan sulit dinikmati. Untunglah duel final antara Ichigo versus Renji mampu menjadi highlight film ini. Renji yang mengeluarkan Bankai pedang ekor ularnya bertarung dengan Ichigo yang mengandalkan semangat karena belum bisa menemukan bentuk Bankai pedangnya. Fight choreography duel Ichigo vs Renji yang digarap oleh Yuji Shimomura (penata laga terkenal Jepang anggota tim stuntmen Donnie Yen) keren dan seru, tak kalah dengan film-film kungfu Hongkong.

bleach duel

Duel Ichigo vs Renji

Di lain pihak, porsi drama film ini agak dragging dan kurang menarik untuk disimak karena kurang dalamnya penggalian karakter, ditambah dengan banyak tokoh numpang lewat.

Contohnya saja karakter Orihime dan Chado yang mendapat porsi lumayan banyak. Orihime dan Chado mungkin tokoh penting dalam story arch selanjutnya, tapi dalam story arch yang diadaptasi oleh film ini sebenarnya mereka cuma karakter numpang lewat. Apa tak lebih baik jika porsi drama mereka dialihkan untuk menambah porsi adegan aksi? Porsi drama yang kurang menarik ini sebenarnya berkaitan dengan kelanjutan story arch yang memiliki plot yang lebih rumit sehingga tampaknya memang sengajac disederhanakan.

Penjelasan istilah-istilah dalam dunia Bleach sendiri bisa disampaikan dengan cukup baik oleh sutradaranya dan tampaknya mudah dipahami oleh penonton yang buta sama sekali tentang manga Bleach. Posisi Shinigami, Hollow, Kanso hingga Quincy semuanya dijelaskan dengan sederhana dan mudah dimengerti.

CGI yang ditampilkan film ini walaupun dengan budget terbatas (dibanding Hollywood tentunya) lumayan bagus dan tidak terkesan murahan. Setidaknya Bankai zanpakuto milik Renji ditampilkan. Production design yang menata setting kota Karakura yang menjadi arena pertarungan Ichigo melawan Hollow dan Shinigami tidak terlalu mengecewakan.

Dari segi kasting dan akting sendiri ada yang cocok dan ada yang kurang pas.  Yang tampil paling menawan tentunya si imut mungil Hana Sugisaki dengan pas memerankan Rukia. Sota Fukushi, Ryo Yoshizawa (berperan sebagai Uryu) dan Yu Koyanagi (Chado) sendiri terlihat kelewatan umur untuk memerankan anak SMA, apalagi Erina Mano yang didapuk jadi Orihime tampangnya terlampau tua untuk jadi siswi SMA.

Taichi Saotome mampu memerankan Renji si shinigami berangasan dengan baik. Miyavi juga tampak sangar dan mengintimidasi dengan perannya sebagai Byakuya. Kalau anda membaca manga Bleach, anda akan sadar kalau Byakuya itu adalah sosok keseimbangan antara pria jantan, sangar dan jagoan sekaligus juga elegan, lembut dan anggun khas aristokrat dengan statusnya sebagai keturunan bangsawan. Miyavi memang bisa menampilkan sosok jantan dan jagoan tapi tampaknya bakalan canggung untuk menjadi sosok anggun dan lembut. Kalaupun ingin menampilkan rocker Jepang sebagai Byakuya, cuma ada satu nama yang bisa tampil jantan, sangar sekaligus anggun dan lembut: HYDE!

Bleach live action kali ini memang tidak sempurna, tapi setidaknya film yang dihiasi lagu-lagu rock milik Alexandros ini menghibur untuk tontonan akhir pekan. Ending film yang sengaja dibikin menggantung bisa jadi pertanda akan ada film sequel. Dengan story arch lanjutan berisi plot yang lebih rumit dan munculnya tokoh-tokoh penting dari Soul Society dipastikan akan membuat sequel Bleach menjadi film eksyen yang lebih seru dibanding film ini.

Semoga saja ada sequelnya.

4 Responses to “BLEACH (2018)”


  1. 1 jensen99 August 2, 2018 at 5:45 am

    Anggaplah Bleach maksimal jadi trilogi, maka dalam 2 film berikutnya harus mampu mengkompres seluruh Soul Society arc (sneak entry sub arc + rescue sub arc). Huft…

    • 2 AnDo August 2, 2018 at 1:24 pm

      Sulit mau dikompres jd 2 film apalagi tokoh2 penting yg ada di Soul Society story arc banyak, kayak 13 kapten plus 13 letnan. Belum lagi tokoh lain.
      Paling kalau mau plot disederhanakan dulu baru dikompres, kayak Rurouni Kenshin Kyoto arc. 10 Juppon Gatana cuma 2 orang yg dpt porsi, sisanya numpang lewat.

  2. 3 Kasamago August 7, 2018 at 2:53 am

    Lumayan menghibur dah.. meski lebih fantastis A Long with the gods, tp menyaksikan salah satu anime favorit di live action kan itu sudah kesenangan tersendiri..

    • 4 AnDo August 9, 2018 at 12:49 am

      Along with the Gods film korea itu?
      Konsepnya bagus dan keren, terutama visualisasi neraka yg beda2 berdasarkan hukuman.
      Tapi karakterisasi tokohnya norak dan plotnya dangkal banget. Kalau bukan karena CGI dan konsep nerakanya yang keren itu, udah saya fast forward itu film supaya cepat abis.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: