Pat Torpey, in Memoriam…

Ketika Pat Torpey, drummer salah satu band rock favoritku Mr. Big, diberitakan meninggal dunia akibat komplikasi penyakit Alzheimer, aku sempat merasa melankolis hingga beberapa hari. Setiap hari pergi pulang kerja, lagu-lagu Mr. Big selalu kuputar untuk menemaniku di perjalanan. Ketika ada waktu, aku nonton wawancara Mr. Big di youtube tentang cara mereka mengatasi krisis saat Pat dinyatakan mengidap penyakit Alzheimer.

Pat didiagnosa terkena Alzheimer sekitar bulan Juli 2014, saat mereka sedang merampungkan album Mr. Big ke delapan “The Stories We Could Tell”.

 

Mr. Big bersama penonton Japan Tour 2017 di Nippon Budokan akhir September 2017. Kiri-kanan: Paul Gilbert, Matt Starr, Pat Torpey, Eric Martin, Billy Sheehan

 

 

Dalam salah satu wawancara di New York City dalam mempromosikan album Mr. Big ke sembilan “Defying Gravity”, mewakili teman-temannya, Billy Sheehan mengungkapkan bagaimana mereka berempat menghadapi Alzheimer yang diderita Pat bersama-sama.

Billy pada dasarnya bilang, “Kami ini keluarga, saudara bagi satu sama lain. Bersama-sama sebagai anggota band sekaligus saudara, kami sadar apa yang menimpa Pat adalah masalah serius. Tapi aku, Eric dan Paul punya pikiran yang sama, kami tak mau meneruskan Mr. Big tanpa Pat. Kami akan lakukan apapun asal Pat tetap main bareng kami, kalau perlu kami akan membawakan drum dan stick untuk Pat, kami mainkan track lagu demi Pat, lalu kami cari pemain drum baru untuk mendukung Pat melakukan pekerjaan yang berat, dan syukurlah kami menemukan Matt Starr yang bisa melakukannya dengan baik. Apapun kami lakukan asal Pat tetap bisa bersama kami, karena tanpa Pat tak ada Mr. Big.

Alhasil Matt Starr masuk sebagai anggota Mr. Big yang baru mengisi posisi drummer untuk lagu-lagu yang butuh power dan kecepatan, sedangkan Pat Torpey pindah posisi menjadi pemain perkusi sekaligus backing vocal. Untuk lagu-lagu slow ballad, Torpey masih bisa memainkan drum. Sejak tur promosi album “The Stories We Could Tell”, Pat Torpey tetap manggung bersama Mr. Big walau kontribusinya tak semaksimal sebelumnya. Aku jadi terharu betapa Billy Sheehan, Eric Martin dan Paul Gilbert tak mau meninggalkan Pat Torpey berjuang sendirian di dunia musik dengan penyakit Alzheimernya, sekaligus kagum dengan semangat bermusik Pat Torpey yang padam begitu saja.

Aku jadi ingat dengan band-band rock lain yang dengan gampang memecat anggotanya karena sudah tak bisa bermain maksimal dengan bermacam alasan. Misalnya saja bagaimana Bon Jovi memecat Alec John Such yang permainan bass di atas panggung jadi kacau akibat depresi, juga memecat Richie Sambora yang alkoholik. Lalu Guns N’ Roses memecat drummer Steve Adler karena kasus narkotika.

Dengan meninggalnya Pat, kuharap Mr. Big masih terus meneruskan kiprah mereka dengan Matt Starr sebagai full drummer. Hanya saja aku agak ragu dengan kemampuan vokal Matt dalam mengisi bagian Pat untuk harmonisasi suara menyanyi karena Pat Torpey dikenal dengan range vokal yang lebih dari cukup untuk menyanyi solo. Seperti yang diketahui, salah satu kelebihan Mr. Big adalah harmonisasi vokal Billy, Paul dan Pat dalam mengiringi nyanyian Eric sebagai penyanyi utama.

Rest in Peace Pat Torpey.

 

Advertisements

3 Responses to “Pat Torpey, in Memoriam…”


  1. 1 Dwi Okta Nugroho February 25, 2018 at 9:46 am

    Jalinan kuat yang menjelma menjadi wadah persaudaraan jelas sangat sulit di kendorkan.

    Mr. BiG dg anggota baru akan membentuk harmonisasi yg berbeda dg sebelum nya. Hal yg lumrah selama mereka masing mengenang dan merasa Pat ada disekitar mereka kapan saja.

    • 2 AnDo February 26, 2018 at 3:30 pm

      @kasamago

      Harmonisasi di sini maksudku harmonisasi backing vocal. Mr. Big beruntung 4 membernya punya karakter vokal bagus buat nyanyi. Masalahnya Matt Starr gak pernah keliatan nyanyi pas konser, kayaknya suaranya kurang bagus.
      Paling ntar kayak Queen yang vokal John Deacon kurang bagus sehingga dia cuma main bass, backing vocal dikasih ke Bryan May dan Roger Taylor buat ngiringin lead vocal Freddie Mercury.

  2. 3 martedy May 13, 2018 at 12:06 am

    menyentuh bang artikelmu, mengharukan sekali persahabatan mereka ya. bukan hanya ngeband dari sisi bisnis saja. salut untuk MR BIG


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic

Advertisements

%d bloggers like this: