Ajin

ajin

 

Plot

Apakah itu Ajin? Ajin adalah ras baru manusia yang abadi tak bisa mati. Kalaupun terluka atau sakit, jika mati dia akan hidup kembali dalam keadaan sehat tanpa kekurangan apapun. Bangkit kembali ini disebut sebagai reset. Ajin dianggap berbahaya karena berpotensi melebihi manusia lainnya sehingga Ajin mulai ditangkap dan diteliti oleh pemerintah negara tempat Ajin berdomisili.

Kei Nagai (Takeru Satoh) tewas seketika ketika ditabrak bus, tapi dalam hitungan detik Kei hidup kembali tanpa luka maupun cedera. Kei dibawa oleh pemerintah ke laboratorium dan dijadikan kelinci percobaa untuk memahami Ajin, termasuk kemampuan reset dimana Kei dibunuh berulang kali untuk kemudian bangkit kembali.

Hingga seorang Ajin senior bernama Sato (Go Ayano) beserta tangan kanannya Tanaka (Yu Shirota) datang membebaskan Kei dan mengajak Kei bekerjasama untuk membela hak asasi Ajin hidup di antara manusia dengan menghalalkan segala cara, termasuk dengan kekerasan.

 

Komentar

Sudah lama aku tidak menonton film Jepang di bioskop, terakhir film Jepang yang kutonton di bioskop adalah Ruruoni Kenshin chapter 2 yang juga dibintangi Takeru Satoh. Walaupun aku nonton anime Ajin:Demi-Human (tanpa baca manga), aku tertarik nonton Aji live action ini lebih dikarenakan promosi yang mengatakan tim stunt choreographer Ajin sama dengan yang membuat Rurouni Kenshin. Walaupun Kenji Tanigaki yang bertindak sebagai stunt director Rurouni Kenshin tidak kembali menangani tim stunt kali ini, wakilnya Ouchi Takahito naik pangkat menjadi stunt director untuk menangani Ajin. Hasilnya tidak mengecewakan. Walaupun ada beberapa adegan over the top, menu aksi utama masih mampu memukau para penggemar film aksi.

 

Plot film sendiri banyak yang disederhanakan dengan cara mengeliminasi beberapa karakter utama agar cerita bisa dipendekkan sedemikian rupa untuk satu film berdurasi 109 menit, termasuk hilangnya Kaito, karakter penting dalam anime/manga. Terus terang saja, hilangnya tokoh Kaito ini mempengaruhi hilangnya konflik moral dan emosi dalam diri Kei karena sebagian besar hubungan Kei dengan manusia di dalam manga/anime, diwakili oleh hubungan tarik ulur Kei dan Kaito. Bahkan dengan memperbesar peran adik perempuannya Kei, Eriko Nagai sekalipun, belum mampu mengisi kekosongan ruang yang ditinggalkan tokoh Kai. Memang lebih enak nonton film ini tanpa ada sedikitpun pengetahuan akan anime/manga yang jadi bahan adaptasinya.

 

Hal lain yang mengganggu adalah kemampuan Kei yang notabene Ajin ingusan mampu melawan Sato seorang Ajin senior yang sudah berpengalaman makan asam garam dalam mengontrol kemampuan Ajin. Agaknya Kei terlalu cepat jadi jagoan, bahkan dengan bakat besar sekalipun sekiranya tak akan mampu menang duel dengan Sato. Lawan Tanaka saja belum tentu menang apalagi melawan Sato.

 

Soal casting, Satoh Takeru tidak terlalu mengecewakan bermain sebagai Kei Nagai, malah karakter yang dimainkan Satoh Takeru cenderung lebih lovable dibandingkan karakter Kei dalam anime/manga yang cenderung menyebalkan. Untuk antagonis utama Go Ayano didapuk sebagai Ajin psikopat bernama Sato, untung saja bukan Tetsuya Fujiwara lagi Tetsuya Fujiwara lagi. Go Ayano lumayan meyakinkan bermain sebagai teroris psikopat yang berbahaya. Sisanya tak terlalu menonjol termasuk mantan member AKB 48 Rina Kawei yang dikasting sebagai Ajin cewek Shimomura dan Tetsuji Tamayama yang bermain sebagai kepala divisi pemerintah anti-Ajin. Bahkan kehadiran Yu Shirota bisa diabaikan kemunculannya yang cuma sekedar mewakili aksi Go Ayano di lapangan.

 

Akhirnya yang jadi hiburanku nonton film ini adalah adegan aksi yang koreografinya ditangani tim stunt pimpinan Ouchi Takahito. Duel pamungkas Kei versus Sato memang keren, tapi yang paling keren adalah aksi Sato menghabisi satu kompi pasukan elit. Gayanya mirip aksi John Wick lengkap dengan style Gun-fu yang dikoreografi dengan ciamik. Lumayan menyenangkan untuk ditonton sebagai hiburan di akhir pekan.

Advertisements

3 Responses to “Ajin”


  1. 1 Kasamago October 30, 2017 at 6:22 am

    Masuk List Nonton !!
    Meski sulit utk di compare dg versi Movie nya yang goodable banget..
    Ngarepnya yg jadi Sato itu Joe Odagiri.. Go Ayano yg jadi Tanaka nya,
    Yu Shirota.. ugh, image nya udah pangeran tenis bgt.

    • 2 AnDo October 31, 2017 at 6:55 pm

      @Kasamago
      Ini lumayan lah buat hiburan terutama adegan action. Sayang Kenji Tanigaki sedang sibuk di Hongkong garap filmnya Donnie Yen, tapi Oouchi Takehito juga gak kalah jago garap adegan kelahinya.


  1. 1 Daftar film 2017 (Juli-Desember) | Toumei Ningen - The Reviews Trackback on December 30, 2017 at 6:57 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic

Advertisements

%d bloggers like this: