Daftar film 2017 (Januari-Juni)

Ini adalah daftar film-film yang kutonton selama 6 bulan dari Januari hingga Juni tahun 2017. Dalam setengah tahun malah tak sampai jumlahnya mencapai 30 film. Sejak punya anak memang makin bertambah sibuk, hingga waktu nonton juga semakin berkurang.

 

1. Rudolf the Black Cat.
Ditonton di dalam kapal udara bareng si bocil yang gak mau diam.
Pesan moral: selalu bersiap untuk kemungkinan terburuk, selalu sediakan plan b, plan c, etc.

2. Time Raiders.
Adaptasi dari novel tentang keluarga yang berprofesi sebagai penjarah makam kuno.
Idenya sebenarnya menarik, sayang eksekusinya mentah plus plotnya terlampau sederhana. CGI-nya garing, keliatan banget bo’ongnya.

Awalnya nonton di dalam pesawat tapi gak selesai, baru berhasil ditamatkan di daratan.

3. Operation Mekong.
Film aksi standar dibalut propaganda supremasi kekuatan militer Republik Rakyat China “demi” menjaga perdamaian di negara-negara tetangga China. Menariknya, sutradaranya orang Hongkong dan aktor utamanya Eddie Peng orang Taiwan. Kolaborasi keduanya membuat film bernuansa propaganda RRC lumayan bikin penasaran.

4. Doctor Strange
Gayanya beda kalo dibanding sama film superhero.
Gimana yah? Kayak Lord Voldemort datang muncul membantu si penyihir melawan para pasukan bunuh diri dalam pilem Suicide Squad gitu kan aneh-aneh sedap dikhayalkan.
btw, CGI gedung kelipet itu bikin ingat Insepsyon-nya Nolan.
Itung-itung penyegaran nonton pilem superhiro mainstream.
Namanya aja Dokter Aneh.

5. Sword Master.
Tuan muda ke-3 keluarga Xie dari partai pedang dewa, adalah pendekar pedang nomor satu yang tak terkalahkan. Lelah bertarung, si anak ke-3 ketua partai pedang dewa tersebut akhirnya merantau jadi gelandangan tak mau lagi bertarung dan membunuh. Di lain pihak, Yan Se-san si 13 walet mencarinya untuk menentukan pedang siapa yang lebih tangguh.

Ini film wuxia adaptasi novel silat karya Gu Long (Khu Lung).

6. Sky on Fire

Plot ceritanya tentang rebutan sel super untuk menyembuhkan segala macam penyakit, termasuk kanker. Biasa banget.
Sempat mulai seru di pertengahan, tapi tetap aja ujung-ujungnya tak istimewa. Lama tak menyutradarai, arahan Ringo Lam malah mengecewakan di film keduanya sejak hiatus. City on Fire jauh lebih menarik daripada Sky on Fire. Tampilnya aktor bagus sekelas Daniel Wu dan Zhang Jingchu jadi mubazir gara-gara skenario acak2an dan arahan yang medioker.
Semoga Ringo Lam menemukan sentuhan emasnya kembali.

7. Zootopia

Telat nonton.
Nonton bareng si bocil, tapi karena dia belum ngerti isi cerita, cuma betah 15 menit duduk dipangku sambil nonton.
Film bagus dan menarik, tema persahabatannya menyentuh, tema pluralismenya dibawakan dengan mulus.

8. XXX: The Return of Xander Cage

Film yang cuma ditonton buat ngabisin waktu tanpa perlu mikir. Pas adegan ngobrol di skip, jadinya gak tau film ini mau cerita apa kecuali rebutan device kotak item. Jagoannya rame-rame gak ada yang mati walau dihujani peluru, kayaknya mereka punya backup dukun sakti yang bisa bikin peluru ogah nancep di kepala mereka.

9. Resident Evil – The Final Chapter

Capek nontonnya.
Berantem bak bik buk -> lari -> kejar-kejaran -> dor dor dor tembak sana sini -> menang.
Ulangi lagi berantem bak bik buk -> lari -> kejar-kejaran -> dor dor dor tembak sana sini -> menang.
Ulangi lagi berantem bak bik buk…..dst.

Satu-satunya adegan yang menarik: Wesker dipecat. Hahahaha….

NB.
Lagu Laruku Don’t Be Afraid diputar di ending scroll, rupanya cuma khusus buat film yang tayang di Jepang saja. Untuk tayang di bioskop luar Jepang cuma pakai musik orkestra saja.

10. Headshot.
Plot ceritanya dangkal, akting para pemerannya juga pas-pasan. Tapi aksinya lumayan seru walau beberapa kali terjadi pengulangan koreografi tarung dari The Raid dan sequelnya, mengingat penata laganya masih Iko Uwais. Tapi yang paling menyebalkan adalah dialog gado-gado campur aduk bahasa Indonesia baku dan bahasa Inggris. Kenapa sih gak fokus bikin dialog satu bahasa doang?

11. Kungfu Yoga.

Jeki Cen sudah tua. Tadinya berharap pada sutradara Stanley Tong untuk membangkitkan rasa komedi aksi yang lebih fresh, seperti yang dilakukannya pada bagian ketiga dari Police Story: Super Cop. Nyataya gagal juga. Satu-satunya adegan menarik, Jeki Cen ngebut pake mobil bareng seekor Singa.

12. Solace.

Pertama tahu dari Jensen dan tertarik nonton karena dia bilang tokoh antagonisnya pintar.
Plot cerita lumayan, karakter biasa aja, yang istimewa cast dan duel akting duo Anthony Hopskins vs Collin Farrel. Chemistry mereka berdua keren dan jadi jangkar penolong film ini.

13. Logan.

Aku lumayan suka The Wolverine, dan kali ini sutradara James Mangold dan Hugh Jackman bekerja sama lagi membuat sequelnya Logan. Ternyata Logan melebihi ekspektasiku, boleh dibilang Logan melompati kualitas The Wolverine lumayan jauh ke depan. Chemistry Steward dan Jackman sebagai Prof. Xavier dan Logan yang sudah berusia senja benar-benar menggugah, mereka berdua berhasil membawakan peran superhero yang hampir tak pernah dibahas dalam film yaitu suka duka superhero bangkotan yang sudah bau tanah. Drama ayah-anak antara Logan-Laura memikat dan Dafne Keen yang berperan sebagai Laura patut mendapat pujian khusus.

14. Kong: Skull Island.

Gak nyangka, ternyata filmnya menyenangkan untuk ditonton. Aksinya seru, selipan komedinya cukup menarik, CGI juga lumayan keren. Plotnya standar tapi eksekusinya bagus dan pace film juga enak ditonton.

15. Split.

Semua orang yang nonton film ini bilang kalau filmnya bagus. Walau tadinya rada skeptis mengingat Baba Manoj Shyamalan banyak menumpuk dosa, tapi akhirnya nonton juga.
Eh ternyata emang bagus, Baba Manoj kayaknya udah taubat nasuha. Film terakhirnya The Visit udah lumayan bagus dan kualitas film Split meningkat lagi dari sekedar bagus.
Yang paling pantas mendapat acungan jempol adalah James McAvoy. McAvoy sepertinya mendapatkan panggung spesial untuk unjuk kebolehan akting memerankan 23 karakter berbeda dalam satu tubuh (walau yang tampil cuma 8 karakter). Bukan cuma mimik wajah, gerak tubuh 8 karakter berbeda tersebut juga bisa ditampilkan McAvoy dengan mulus. 4 jempol buat McAvoy.
O iya, kejutan manis di akhir film. Gak nyangka kalau film ini semi-sequel, atau setidaknya satu time-line dengan film buatan Baba Manoj sebelumnya.
Ditunggu sequelnya!

16. Ghost in the Shell.

Visualnya keren. Apa yang kubayangkan dari versi anime bisa dipaparkan dalam film ini dengan baik.
Saya sih sebenarnya gak terlalu masalah dengan casting mbak ScarJo, hanya saja yang maksa itu membuat sosok fisik si Major jadi orang asia timur dari ngitemin rambut sampai mengesankan mata ScarJo terlihat sipit. Kalau mau, bikin aja karakter baru dengan latar bule atau bikin fisik si Major tetap kaukasia. Soal Ghost orang Jepang gak masalah kalaupun fisik tetap kaukasia.
Soal plot cerita sih biasa banget. Gak ada istimewanya.

17. The Great Wall.

Seru dan menghibur sih, tapi sayangnya miskin plot. Gak biasanya Zhang Yimou bikin film epic monster-monsteran khusus buat konsumsi moviegoers yang doyan film blockbuster.
Dulu film epic berjudul Hero, digarap Zhang penuh dengan filosofi yang ditutupi dengan adegan kungfu artistik. The Great Wall justru lumayan gagal, mungkin karena terlalu fokus menjual CGI dan pertempuran melawan monster.
Yang paling kusuka justru bukan interaksi Matt Damon dan si jendral cantik Jing Tian, melainkan bromance Matt Damon dengan Pedro Pascal.
Soal white savior narrative, mau gimana lagi? Wong emang dari skenario plotnya dibikin kayak gitu koq.

dan nasib karakter Andy Lau sudah bisa ditebak, dan Matt Damon kembali harus diselamatkan seperti yang sudah-sudah.

18. Cashback.

Nontonnya sih skip-skip gitu, soalnya rada bosenin.
Tapi lagu theme song filmnya “She” enak didengar. Ternyata yang bawain Grand Avenue itu band Denmark. Jadi lebih ingat lagunya daripada filmnya.

19. Guardians.

Cerita mainstream banget, CGI pas-pasan, karakterisasi dangkal, banyak plot hole, aktingnya juga kelas sinetron.
Entah apa yang menarik dari film Russia ini, padahal promosinya lumayan jor-joran. Akhirnya aku nonton skip sana sini nunggu adegan eksyen doang yang terus terang aja kurang menarik.
Ya… Begitulah.

20: John Wick Chapter 2.
Lebih keren dari yang pertama, walaupun plotnya nggak seabsurd (dalam artian positif) prequelnya. Tapi adegan aksinya memang full entertaining. Best action film in this year movie so far.
21. Assassin’s Creed.
Lama ngedon nunggu diabisin gara-gara bosen pas nonton, akhirnya selesai juga.
Plot si Callum di dunia modern memang membosankan bikin ngantuk, tapi scene Aguillar di Granada abad pertengahan itu asyik. Kalau Assassin’s Creed mau bikin sequel, mending fokus aja sama era abad pertengahan.
22. Erased.
Beberapa detail plot dari manga originalnya berubah dan mengurangi serunya petualangan Satoru di tubuh dirinya sendiri ketika berusia 11 tahun. Lumayan sih walau aku lebih suka nonton animenya yang cuma berjumlah 12 episode itu.

23. CHiPs.

Plotnya campur aduk, acak kadut, lucunya slaptik, omongannya sexist. Kalau suka gaya guyonan kasar a la MacFarlane, film ini lumayan menghibur. Gak usah dipikirin sih, yang penting ketawa-ketawa gak jelas kayak nonton film warkop DKI.
Aku sih terhibur, lalu setelah nonton lupakan saja filmnya.

 

24. Finding Dory.

“You’re lucky! No memories, no problems.” ~ Hank

Another great adventure story with friendship and family theme from pixar. Love Love Love it so much.

25. Power Rangers.

Kalau niat nonton buat seriusan kayaknya gak cocok, cheesy banget. Tapi kalau cuma buat nostalgia sekedar nungguin waktu buka puasa, boleh juga.

 

26. La La Land.

Film terbaik yang saya tonton di tahun 2017 hingga bulan Juni. Besutan sutradara dan musiknya memang top markotop walau plot ceritanya standar.

Bisa dibaca review lengkap di sini

 

27. King Arthur: Legend of the Sword.

Nothing special. Tangan dingin Ritchie mulai meleleh. Baik pengembangan karakter maupun ceritanya gak ada yang menarik, biasa aja. Malah sempat kepikir, Guy Ritchie ini kandidat penerus Michael Bay untuk bikin sequel Transformers ke sekian.

 

28. Shock Wave.

Andy Lau main jadi penjinak bom berdedikasi tinggi. Ada beberapa plot drama tambahan yang rada maksa. Tapi adegan klimaks teror bom di dalam terowongan lumayan lah, gak jelek-jelek amat.
Tokoh utamanya dimainkan oleh Andy Lau dan bisa tebak sendiri nasib karakter utamanya di akhir film.
Andy Lau seperti biasa….

29. Wonder Woman.

Lumayan lah filmnya. Setidaknya jauh lebih mendingan dibanding Batman vs Superman yang over the top itu.
Dalam beberapa adegan, Wonder Woman ini bikin ingat sama Xena: Warrior Princess. Anggap aja Wonder Woman adalah Xena tanpa yell Aya ya ya ya ya…. 😛

Advertisements

8 Responses to “Daftar film 2017 (Januari-Juni)”


  1. 1 Saya Sayshi July 4, 2017 at 4:34 am

    banyak juga mas..wesker dipecat ya..sudah lama nggak nonton seri RE…

    • 2 AnDo July 4, 2017 at 4:39 am

      @Sayshi
      Dulu pas masih bujang, bisa nonton sampai 200 film setahun 😛
      Saya juga gak nonton semua seri RE, kebetulan aja kemarin nonton gara2 “katanya” udah seri final.

  2. 3 jensen99 July 4, 2017 at 6:55 am

    1, 2, 10, 11, 28 nanti cari ah. Nyari Resident Evil: Vendetta sekalian. 😁
    Dalam universe Kong, Godzilla sudah diselidiki Monarch sejak tahun 50an (bahkan dibom) tapi kok gak kesebut ya. Kesannya Monarch baru mau meneliti monster. Tapi ya seru banget itu petualangan di Skull Island.
    *baca ulang plot Godzilla 2014*

    • 4 AnDo July 6, 2017 at 4:29 am

      @jensen
      Kong itu filmnya menghibur, itu aja udah cukup. Kadang suka males baca kritikan orang yang berharap semua film harus terlihat serius dan detail.
      Selain franchise MJ sbg Alice, aku gak pernah nonton yang lain sih, males 😛

  3. 5 Alisarbi July 6, 2017 at 4:19 am

    Waw, banyak juga setengah tahun nonton filmnya! Dari daftar itu gw cuma nonton Zootopia, Finding Dori, Doctor Strange, Solace dan Split. Akhir-akhir ini kebawa sama temen nonton, tontonan gw kalo gak animasi, horor melulu. Penasaran sama WW, tapi keburu turun tayang. RE itu beneran terakhir?

    • 6 AnDo July 6, 2017 at 4:26 am

      @Alisarbi

      Dikit lah itu. Rekorku dulu 200an setahun.
      RE itu udah final petualangan MJ sebagai Alice, kalau mau bikin franchise baru dgn bitang dan karakter utama beda, ya biasanya dibikin reboot. Hollywood seperti biasa itu.

  4. 7 Kasamago July 6, 2017 at 8:46 am

    dari India belum ada ya.. Ghazi Attack, Dangal, Te3n wajib ditonton nih.. memorable bgt kisahnya

    jawara action masih kepegang John Wick 2.. GoG mlh over espectation

  5. 8 harga samsung July 10, 2017 at 7:15 pm

    kalo gak sempat nonton karena sibuk, tenang aja banyak situs film onlen gratisan. btw filem john wick spertinya menjadi pelem favorit tahun ini 😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: