L’25 Tokyo Dome


Tulisan ini memuat pernak-pernik sewaktu aku nonton konser ulang tahun ke 25 L’Arc~en~Ciel atau dikenal dengan nama 25th L’Anniversary di Tokyo Dome pada hari minggu tanggal 9 April 2017.

Ticketing

Sistem pembelian tiket konser L’25 sungguh menyebalkan.

Awalnya aku membeli tiket Fans Club (FC) secara aku adalah member Le Ciel (fans club resmi L’Arc~en~Ciel). Selain aku dan istriku, ada teman yang nitip buat beli atas namaku, jadilah aku memesan 8 tiket untuk 2 hari. Karena sistem pembelian tiket FC berdasarkan undian, jadinya untung-untungan, dan ternyata aku cuma mendapatkan 2 tiket Le Ciel untuk konser hari minggu sedangkan semua pesanan tiket hari sabtu gagal total, hangus semua.


Karena temanku masih berharap untuk nonton konser L’25, jadilah aku membantu dia memesan tiket pre-order lewat agen pemesanan tiket lain. Ternyata penjualan tiket pre-order dibagi-bagi lagi per agen pemesanan. Awalnya lewat L’mobile (situs resmi berita L’Arc~en~Ciel via mobile phone) yang juga diundi. Lalu pre-order tiket online resmi dibuka lagi via Lawson, ticketpia dan e-plus dan semuanya diundi. Ketika hasil undian selesai diumumkan, ketiga penjual pre-order tiket online resmi tersebut membuka kembali pre-order tiket konser. Ngapain coba buka pre-order lebih dari sekali?
Belum lagi pre-order dibuka via yahoo-ticket dan kyodo, hitung-hitung ada 7 penjual pre-order tiket (belum lagi menghitung 3 diantaranya buka 2 kali) dan semuanya menggunakan sistem undian.
Selain itu, tiket calo mulai dijual-belikan secara online dengan harga berlipat.

Akibat permintaan tiket yang membelundak dan tiket regular sold out, pihak manajemen konser akhirnya menjual tiket di belakang panggung dengan harga hanya setengah dari tiket biasa, 4500 yen tanpa LED wristband. Ada juga yang beli walau aku tak tahu apakah sold iut atau tidak. Bayangkan, di belakang panggung cuma bisa lihat penonton yang hadir, artisnya sama sekali tak kelihatan, malah giant screen juga tak ada. Mereka cuma jual suasana konser saja.

Kursi kosong

Karena blok di sekitarku adalah blok untuk tiket FC Le Ciel, kukira tak akan ada kursi kosong karena member Le Ciel sendiri dibatasi mendapatkan tiket. Nyatanya ada beberapa kursi kosong. Di jejeran kursiku ada 2 kursi kosong, sedangkan jejeran di belakangku ada 2 kursi kosong. Aku jadi berasumsi, mungkin mereka berhalangan hadir, atau mungkin mereka calo yang gak berhasil menjual tiket dengan harga mahal.


Selain itu juga di jejeran lain aku menemukan ada kursi yang dilipat dan ditempeli tulisan yang menyatakan bahwa tiket untuk nomor kursi tersebut ditemukan telah dilelang oleh calo lewat situs auction, jadinya transaksi dibatalkan.

Konser

Walaupun ini konser untuk merayakan 25 tahun L’Arc~en~Ciel, rasanya koq ya kurang wah. Gak jelek sih, tapi dibandingkan konser perayaan ulang tahun ke 15 dan 20 tahun L’Arc~en~Ciel, konser L’25 ini terkesan kurang mewah.


Block tempat kami nonton letaknya di tengah Tokyo Dome, otomatis jauh dari panggung utama. Tadinya aku berharap mendapatkan tiket di arena, tapi yah namanya juga nomor tiket diundi, mau apa lagi. Walaupun demikian, block kami dekat  dengan second stage (panggung kecil tempat mereka membawakan 2 lagu di pertengahan konser) sekitar 10 meter dari kursiku, jadinya ada lebih kurang 20 menit bisa melihat tampang personil L’Arc~en~Ciel dengan jelas ketika mereka manggung membawakan lagu Kaze no Yukue dan XXX.

Penonton

Selain nonton konser, aku dan istri sempat memperhatikan tingkah polah penonton di sekitar kami.

Yang menarik, di sisi kanan kami ada bapak-bapak umur 50an tahun nonton tanpa ekspresi. Sepanjang dia nonton, mukanya serius sekali sambil kedua tangannya bersedekap di depan dada atau sesekali berkacak pinggang. Si bapak nontonnya hanya sampai pertengahan konser, lalu tiba-tiba pergi begitu saja.

Di kursi sebelah si bapak, ada seorang ibu usia 30-40an tahun masih berpakaian jas kerja yang datang terlambat 2-3 lagu di awal. Beliau nonton sambil tersenyum tanpa mengenakan LED wristband yang sudah disediakan panitia. Istriku sempat berkelakar, mungkin si ibu itu perempuan muda penonton yang ada di film dokumenter konser L’Arc~en~Ciel tahun 1995 yang diputar di jeda konser, dan sekarang datang untuk mengenang masa lalu, LOL.

Si ibu ini pulang sebelum konser berakhir, mungkin karena beliau kecapekan pulang dari kerja langsung nonton konser.

Di barisan depan, ada anak lelaki umur SMP yang nonton dengan lelaki tua yang kami kira bapaknya. Asumsi kami, mungkin anaknya pengen nonton tapi gak diijinkan nonton sendirian sehingga harus ditemani bapaknya.

Sisanya, cewek di depan dan belakang kami nonton dengan semangat, tak lupa menggerakkan tangan dengan ritme mengikuti irama lagu sambil sesekali bertepuk tangan dengan seru.

Balon

Beberapa buah balon besar dilemparkan oleh panitia ke penonton ketika lagu Stay Away dimainkan. Balon-balon besar warna-warni itu memantul ke sana sini ditepak-tepuk oleh para penonton (atau malah disundul kepala) menambah meriah suasana konser.
Salah satu balon mulai memantul ke arahku dan ketika memantul ke penonton beberapa baris di depanku balonnya tiba-tiba meletus. Lumayan bikin kaget juga, tapi penonton yang ada di lokasi balon meletus pasti lebih kaget lagi, atau mungkin mereka menganggap letusan balon besar itu sebagai kenangan tak terlupakan. LOL.

Confetti

Sewaktu L’Arc~en~Ciel memainkan lagu Ready Steady Go, seperti biasa terdengar ledakan dan pita-pita confetti meluncur memenuhi langit-langit Tokyo Dome. Confetti yang berjatuhan jadi bahan rebutan para penonton untuk memorabilia konser. Sebenarnya sih aku sama sekali gak punya niat untuk ikut rebutan confetti, hanya saja naluri sebagai penonton membuat tanganku tiba-tiba ikutan bergerak menjambak sana sini merebut confetti yang sedang melayang turun. Hasilnya 3 confetti berhasil kurebut, termasuk satu hasil jambak-jambakan berebut sama mbak-mbak di barisan belakangku. LOL

LED wristband

Sebuah LED wristband ditempel di kursi untuk dipakai penonton sebagai ganti light stick. Jeda setelah lagu Ready Steady Go, aku duduk dan menggulung confetti sambil menikmati film dokumenter tentang perjalanan L’Arc~en~Ciel, Tiba-tiba L’Arc~en~Ciel muncul di depan panggung membawakan lagu baru mereka Don’t be Afraid. Aku pun mendadak berdiri, lupa bahwa LED wristbandku sedang kulepas dan ada di pangkuanku. LED wristband jatahku jatuh bergelinding ke bawah tanpa bisa kucegah.


Daripada mencarinya padahal konser sudah dimulai lagi, kuambil saja wristband yang ditempel di kursi kosong sebelahku. Toh aku cuma membawa pulang satu LED wristband doang dan LED wristband di kursi kosong itu tak terpakai pula, dari pada mubazir. LOL

Baper

Ketika lagu terakhir Hitomi no Jyuunin dimainkan, suasana mulai terasa syahdu ditambah para penonton mengayun-ayunkan lengan mereka dengan lampu LED dari wristband yang menyala. Lagu terakhir dan para fans mungkin bertanya-tanya kapan member L’Arc~en~Ciel akan ngumpul lagi disela-sela kesibukan proyek solo masing-masing dan mengadakan tur konser.

Cewek-cewek di sekitarku mulai menangis, malah di barisan belakangku ada 3 cewek menangis sambil terisak. Jama’ah Larukuiyah akhirnya baper berjamaah di lagu penghujung sambil berlinang airmata.

L’Arc~en~Ciel

Rambut hyde sudah berhenti memakai rambut palsu tambahan, setidaknya rambut pendek bikin sosoknya lebih fresh. Sayang alisnya dicukur habis, malah jadi terlihat aneh 😦
Tetsuya masih sama seperti dulu, Masih modis, klimis dan tentunya masih suka bagi-bagi pisang.
Ken yang paling terlihat berubah. Keliatan banget Ken makin gemuk, pipinya makin tembem dan lehernya terlihat lebih berisi. Makin keliatan kayak om-om, mungkin efek mau jadi bapak tahun ini.

Yukihiro sama sekali tak berubah, masih cool dan pendiam. Sayang aksi solo gebuk drums agak singkat, cuma sekitar 1 menit lalu selesai. Padahal pas konser perayaan 20 tahun, Yukihiro memainkan stick dan drums sendirian lumayan lama, ditambah efek laser pula. 😦

Akhir cerita, semoga mereka rilis album baru dan mengadakan konser tur promosi supaya kita bisa nonton konser L’Arc~en~Ciel lagi.
Amiin…..

Advertisements

4 Responses to “L’25 Tokyo Dome”


  1. 1 Kasamago April 13, 2017 at 8:41 am

    Uggh… ngiler. L’Arc~en~Ciel bener2 legendaris n tetap eksis..
    Subarashii

  2. 3 setsunavie April 16, 2017 at 4:02 pm

    Terima kasih banyak atas segala bantuan kak Ando untukku & teman2ku. Walau belum pernah ketemu langsung, tapi bersedia membantu kami nonton di Jepang (walau akhirnya aku ga bisa nonton, hahaha). Semoga lain kali bisa ketemu entah di konser Laruku atau di kesempatan lain. Mau confettinya dong (tetep), hahaha

    • 4 AnDo April 17, 2017 at 1:30 am

      @setsunavie
      Sama-sama. Itu juga kebetulan karena aku ikut nonton konser dan emang lagi gak sibuk, kalau nggak ya gak tau juga bisa bantu atau nggak. Kalaupun nonton konser Laruku lagi, kayaknya bakalan milih area dekat domisili kayak Nagoya. Ke Tokyo rada ribet. Moga2 mereka tour nasional lagi supaya singgah ke Nagoya.
      Btw, confetti emang dapat 3. Pas nyampe rumah dan bongkar barang jarahan, baru sadar ketiga confetti warnanya sama merah semua hahaha
      Amiin.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: