Fathers and Daughters

fathers-and-daughters-poster

 

Plot:
Jake Davis (Russel Crowe), seorang penulis pemenang pulitzer mengalami mental breakdown setelah kecelakaan yang merenggut nyawa istrinya. Dia harus membesarkan anak perempuan satu-satunya Katie (Kylie Rogers) sambil berusaha bertahan dari masalah keuangan dan gangguan penyakit mentalnya. Sementara itu, adik kandung mendiang istrinya yang kaya raya Elizabeth (Diane Kruger), berusaha untuk mengambil hak asuh keponakannya dari tangan Jake.

 

Di bagian lain, Katie dewasa (Amanda Seyfried) seorang calon psikolog yang juga mengalami masalah mental berkaitan dengan relationship dengan lelaki, berusaha untuk berhubungan serius dengan seorang penulis baik hati bernama Cameron (Aaron Paul).

Komentar:

Film ini membagi satu film menjadi 2 bagian yang saling tumpang tindih dengan gaya flashback, tapi justru membuat film ini jadi tak jelas ke arah mana yang diinginkan sutradaranya.

Ada bagian yang bagus, terutama di bagian awal masa-masa sang ayah berusaha reconnect dengan anak perempuan satu-satunya yang masih kecil. Tapi setelah itu, film ini terjun bebas, terutama pada bagian Katie dewasa dengan kisah cintanya bersama sang kekasih Cameron.
Aku gak tau, ini film maunya apa sih? Mau membahas kisah kasih ayah dan anak perempuannya koq ya gak tuntas, boro-boro aku pengen menitikkan air mata, menghabiskan film sampai tamat juga rada males-malesan. Bahas kisah Katie dewasa dengan kekasihnya? Justru di bagian ini yang membuatku  males nonton. Menyebalkan melihat perempuan yang punya masalah mental gak mau ditolong sama orang yang serius mencintainya. Malah setelah sang kekasih nyerah, dianya ngemis-ngemis minta balik. Kalau misalnya film ini alurnya dibuat lurus, selesai nonton bagian interaksi Jake dengan Katie cilik, bakalan ku fast forward ke bagian ending karena gak tertarik dengan romansa Katie-Cameron.

NB. Aku suka dengan interaksi Russel Crowe dan si cilik Kylie Rogers, setidaknya sedikit menyelamatkan film ini agar bisa kutonton sampai habis. Mengenai akting, ini bukan akting level Russel Crowe sang peraih Oscar. Cuma si imut Kylie Rogers saja yang menarik perhatianku, itu juga lebih karena mengingatkanku pada anak perempuanku.

6 Responses to “Fathers and Daughters”


  1. 1 jensen99 January 18, 2016 at 10:43 am

    Film Italia ya. Keknya keberatan bintang nih daripada naskah. Saya berusaha baca2 review2 yang ada memang agak meragukan ceritanya bagian Katie dewasa, terutama kehidupan seksual dia.🙄
    Mungkin akan kucari demi Amanda. Btw kenapa judulnya plural ya?

    • 2 AnDo January 18, 2016 at 11:41 am

      @Jensen99
      Kerjasama US-Italia kayaknya.
      Skenarionya sendiri emang udah lemah. Padahal pas adegan si kecil Katie dan ayahnya barengan nyanyi lagu The Carpenters, aku udah mulai berharap bakalan menarik, eh malah makin jauh dari harapan.
      Sex scene nya Amanda nggak eksplisit sih, cuma gitu2 doang. Bakalan ketipu kalau mau nonton tujuannya liat Amanda telanjang😛

      Judulnya itu mengacu pada judul buku karya karakternya Russel Crowe yang dapat Pulitzer.

  2. 5 kasamago.com January 21, 2016 at 3:01 am

    premisnya mengingatkan saya dg film drama korea ttg ayah yg mengalami gangguan mental dg putri semata wayangnya. Endingnya bener2 nguras air mata. judulnya klo g slah Miracle in Cell no. 7


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: