Monk Comes Down the Mountain

Plot:
Pendeta taoist muda He Anxia (Wang Baoxiang) diperintahkan gurunya turun gunung. Interaksi pertamanyanya adalah menjadi karyawan dokter Cui seorang dokter bedah baik hati, yang hidup bersama istrinya yang masih muda. He mulai melihat dunia yang berbeda ketika menemukan istri majikannya berselingkuh. Selanjutnya He bertemu dengan berbagai macam karakter, termasuk diantaranya pendeta taoist Zhou (Aaron Kwok) dan rekan bromance-nya Za (Chang Chen), juga pasangan ayah dan anak Peng (Yuen Wah dan Jaycee Chan).

Komentar
Film ini diawali dengan menarik yaitu adegan kompetisi antar pendeta taoist berebut makanan karena stok makanan menipis. He berhasil mengalahkan seluruh pendeta lainnya. Bukannya mendapatkan makanan, He malah diusir secara halus oleh gurunya dengan perintah turun gunung karena He dianggap mampu mencari makan sendiri hehehehe….

Pertemuan He dengan dokter Cui dan keluarganya juga lumayan menarik karena memperlihatkan interaksi He yang lugu dengan para pendosa sehingga membuka mata He akan kompleksnya moralitas kehidupan dunia.

Sayangnya alur plot selanjutnya jadi generik dan mulai ikut pakem cerita wuxia. Ada perguruan silat, rebutan jadi ketua perguruan, jago kungfu sedang menyepi, rebutan ilmu kanugaran terhebat, lengkap dengan jurus-jurus dengan nama heboh kayak pukulan sembilan naga. Walaupun adegan tata laga gaya dengan wire-fu (gerak kungfu pakai kawat) kurang kusukai, tata laga film ini tak jelek-jelek amat.

Seperti biasanya, film buatan Chen Kaige selalu memanjakan mata dengan gambar-gambar indah dan juga angle kamera yang menyenangkan untuk dilihat. Film inipun juga demikian. Walaupun setengah bagian akhir film ini mulai membuatku bosan, tetap saja sinematografinya layak untuk membuatku terus menonton hingga habis. Ya, memang setengah bagian akhir film ini agak membosankan. Chen Kaige banyak mengorbankan gaya penyutradaraannya selama ini yang menitik beratkan pada kedalaman karakter. Sebenarnya hubungan antara tokoh yang diperani Aaron Kwok dan Chang Chen menarik untuk digali lebih dalam. Mereka berdua mengingatkan pada duet Ledger-Gyllenhaal dalam Brokeback Mountain, tentunya minus hubungan homoseksual. Tapi yah, Chen Kaige lebih tertarik memperkenalkan mereka sebagai jago kungfu hebat dibanding menggali sisi psokologisnya.

Secara teknis, Monk Comes Down the Mountain bisa mendapat acungan jempol. Tapi dari segi penggarapan, karya sutradara Chen Kaige ini kurang mengesankan dibandingkan garapan Chen lainnya.

1 Response to “Monk Comes Down the Mountain”


  1. 1 kasamago August 31, 2015 at 4:31 am

    poster movie nya keren.. tk kira animasi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: