Attack on Titan – Live Action

Plot:
Sejak kemunculan para raksasa yang dipanggil titan, manusia hampir punah karena habis dimakan oleh titan. Manusia yang tersisa membangun tiga tembok tinggi untuk melindungi mereka dari serangan titan. Selama 100 tahun tidak ada tanda-tanda serangan titan sekalipun sehingga keberadaan titan mulai dianggap sebagai legenda. Eren (Haruma Miura), Mikasa (Kiko Mizuhara) dan Armin (Kanata Hongo) tinggal di balik tembok terluar. Mereka menyaksikan betapa satu titan paling besar berhasil menjebol tembok terluar dan membuat banyak titan lain leluasa masuk dan memakan manusia yang tinggal di balik tembok terluar. Trio Eren, Mikasa dan Armin harus menghadapi kenyataan betapa tinggal di balik tembok tinggi tidaklah membuat eksistensi manusia menjadi aman.

Komentar:
Terus terang saja aku kecewa.
Sebagai orang yang mengikuti manga dan menonton versi animenya, adaptasi live action ini justru berada di bawah standar. Aku masih mengerti kalau CGI dan spesial efek yang digunakan masih berada di bawah kualitas Hollywood dan aku tidak komplain dengan hal itu. Aku juga masih mengerti ketika setting film dipindahkan dari Eropa ke Jepang, demi memenuhi keberadaan para aktor Jepang. Tapi di luar itu, tetap saja film ini membuatku kecewa. Yang paling menggangguku adalah perubahan karakter dari 2 tokoh utama yaitu Eren dan Mikasa.

Pada dasarnya baik di manga maupun anime, Eren adalah tokoh utama yang sulit mendapatkan simpati karena sifatnya yang keras kepala, selalu merasa dirinya benar, terkadang terlihat sombong saking percaya dirinya. Satu-satunya hal yang membuatku bersimpati pada Eren adalah tragedi kematian ibunya. Bayangkan saja, ibunya mati dimakan titan di depan matanya sendiri. Dendam kesumat dan kemarahan yang mendalam bisa membuatku mengerti betapa bencinya Eren pada titan. Dan hal yang membuatku bersimpati pada tokoh Eren malah hilang dari adaptasi live action ini. Begitu juga dengan latar belakang betapa protektifnya Mikasa pada Eren karena seluruh keluarganya terbantai dan Eren adalah satu-satunya “anggota keluarga” yang tersisa bagi Mikasa. Hal itu juga hilang dalam adaptasi ini sehingga keberadaan sosok Mikasa tak terlalu penting lagi.
Ini belum lagi menghitung akting kaku para aktornya.

Komplain yang kedua adalah dari segi latar musik. Selain theme song utama yang dibawakan grup Sekai no Owari, musik yang digunakan dalam mengiringi film ini cukup menggangguku. Beberapa kali aku merasa sebal dengan musical background yang terkadang lebay kayak sinetron TV.

Komplain ketiga adalah hilangnya plot politik yang justru membuatku penasaran untuk terus mengikuti versi serial manga. Kesannya adaptasi Live Action ini melulu hanya bercerita tentang survival, cuma usaha para tokohnya demi bertahan hidup doang.

Jadinya, kalau anda belum pernah bersentuhan dengan Attack on Titan versi manga dan anime, mungkin beberapa aspek orisinil dalam adaptasi Live Action ini bisa membuat anda kagum. Bagi aku yang sudah kecanduan manga dan animenya, terpaksa harus bilang “ma’af, aku kecewa”.

4 Responses to “Attack on Titan – Live Action”


  1. 1 jensen99 August 20, 2015 at 1:47 am

    Ini ntah dah review keberapa yang bilang kalo AoT Part 1 mengecewakan. Sayang sekali. Kurasa jadi ada peluang reboot versi Hollywood berhubung kisah aslinya sangat Eropa. Kali ini 130 menit deh tuk part 1 sampai akhir yang sama. 180 menit extended ver.:mrgreen:

  2. 2 kasamago August 23, 2015 at 4:18 am

    Super kecewa bgt, serasa bertolak peluru dg originya. dan lg2, itu ngapain ad rongsongkan heli bell, setinya jd mirip post apolacypse

    shrsnya budaya eropa mendominasi set AOT live action. tp plng tidak sy bener2 menikmati action n keganasan para kaijuu melahap manusia..

  3. 3 AnDo August 24, 2015 at 1:20 am

    @jensen99
    Kalau Hollywood mau bikin juga, kayaknya reboot bakal butuh waktu beberapa tahun. Lagian emang AoT lebih ngetop di luar Jepang dibanding negara asalnya. Untuk sementara, tunggu aja dulu part 2 keluar dan lihat hasilnya.

    @kasamango
    Iya, rada kaget juga liat ada mobil segala. Soalnya setting versi originalnya cm pakai kuda dan gerobak buat alat angkut😛

  4. 4 santypyo September 2, 2015 at 2:32 am

    iya bener apalagi di attack on titan movie ini ada adegan cintanya? semenjak kapan…. karakter erennya kurang kuat dan mikasanya beda banget.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: