Exodus: Gods and Kings

Plot:

Moses sang pangeran Mesir dipaksa meninggalkan istana oleh saudara angkatnya Ramses karena Moses diketahui sebagai Moishe anak orang Ibrani. Moses yang terusir berkelana ke daerah Midian, menikah dan memiliki anak di sana. Moses tiba-tiba mendapat perintah Tuhan untuk kembali ke Mesir memimpin orang Ibrani melawan Ramses yang tirani.

Komentar:

Di sini Moses tidak bertindak sebagai seorang Nabi ataupun Rasul, tidak menyerukan peringatan untuk tunduk pada Tuhannya Moses. Moses bertindak lebih ke seorang Jenderal perang dibanding seorang Nabi atau setidaknya pendakwah. Tak ada satupun kalimat dari mulut Moses untuk mengajak orang-orang disekelilingnya untuk menyembah Tuhan. Jadinya nuansa religius maupun biblikal dalam film ini menguap.

Pharaoh alias Fir’aun di sini adalah Ramses II, anak raja Mesir Seti I yang juga mengangkat Moses sebagai anak. Berbeda dengan tradisi Yahudi, Kristen maupun Islam yang menggambarkan sang Pharaoh sebagai orang yang menjadi orang tua angkat Moses. Jadinya wajar saja kalau Ramses II digambarkan tak jadi tewas tenggelam di akhir film, karena Ramses II sendiri dalam sejarah memang mati sakit diusia 90-an tahun.

Saya suka deskripsi 10 tulah Mesir yang lebih ditampilkan dalam bentuk bencana alam, bukan berupa azab yang datang tanpa sebab.

Kalau anda mau cari hiburan, bolehlah nonton film ini. Tapi kalau anda mau mencari pesan biblikal dan nuansa religius, mending datang ke tempat ibadah dan minta imam/pendeta/pastor/ustad/ulama yang bercerita soal Moses/Musa sang nabi, bukan Moses si jenderal perang, gerilyawan dan teroris.
Apa? Moses seorang TERORIS?
Ya.
Adegan Moses memimpin orang-orang Ibrani menyerang orang Mesir membakar lumbung, membunuh nelayan dan membakar kapalnya, bukankah itu tindakan yang dinyatakan pemerintah USA dan teman-temannya di jaman sekarang sebagai terorisme?
Lalu adegan tentara Ramses menyisir kawasan penampungan warga Ibrani untuk mencari Moses malah mengingatkanku pada tentara Israel menyisir rumah-rumah orang Palestina di Gaza Strip demi mencari gerilyawan Palestina.
Inside joke hah? Indeed!

Rating: 3.5/5

4 Responses to “Exodus: Gods and Kings”


  1. 1 kasamago February 4, 2015 at 12:13 pm

    terkadang memang mengngtkn friksi Israel vs palestine..

  2. 2 iza May 23, 2015 at 11:19 am

    konban wa……

    salam pecinta film.

    permisi, saya mau promosi blog review film juga.

    [ iza-anwar.blogspot.com ]

    mohon tambahkan dalam daftar blogroll Anda dan follow juga blog saya.

    maaf bila review saya masih amatiran dan saya ucapkan terima kasih sebelumnya🙂.

  3. 3 AL June 12, 2015 at 1:26 am

    Iya, saya juga suka sama penggambaran azabnya itu yang berupa bencana alam.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: