The Fatal Encounter

IMG_2189.JPG

Plot:
Raja Jeongjeo, penguasa ke-22 dinasti Joseon Korea dikenal sebagai raja yang kurang beruntung. Umur 10 tahun, Jeongjeo harus melihat ayahnya Putra Mahkota Sado dieksekusi hukuman mati atas perintah kakeknya Raja Yeongjo. Sewaktu berusia 24 tahun, Raja Yeongjo wafat dan Jeongjeo otomatis menjadi satu-satunya pewaris tahta langsung karena sang kakek tak punya anak maupun cucu yang lain. Sejak diangkat sebagai raja, Jeongjeo harus berhadapan dengan pertikaian politik sengit antara faksi Noron dan Soron dalam istana. Faksi Noron yang memiliki kekuatan paling besar dan ikut terlibat dalam mempengaruhi keputusan eksekusi Putra Mahkota Sado khawatir jika Jeongjeo akan menuntut balas, sehingga merencanakan untuk membunuh Jeongjeo dan melakukan kudeta. Dalam satu tahun pertama Jeongjeo berkuasa, tercatat 10 kali percobaan pembunuhan pernah dilakukan untuk menghabisi Raja Jeongjeo. Film ini berisi 24 jam terakhir salah satu upaya pembunuhan paling berbahaya terhadap Raja Jeongjeo dalam satu tahun pertama era kekuasaannya.

Komentar:
Walaupun kisah upaya pembunuhan Raja Jeongjeo menarik untuk disimak, sayangnya eksekusi film ini lumayan dragging dan agak membosankan. Terlalu banyak tokoh politik yang lalu lalang dan saling berseteru sampai aku bingung siapa saja yang punya pangkat dan pengaruh besar. Bagi orang Korea yang belajar sejarah kerajaan mereka sendiri, mungkin tak terlalu masalah mengetahui tokoh-tokoh yang bertikai. Tapi bagi orang luar yang tak paham sejarah Korea, film ini tuturannya bertele-tele tanpa memberikan penjelasan signifikan atas karakter yang aslinya memang ada dalam sejarah. Belum lagi subtitle film yang bikin aku pusing karena semua orang dipanggil dengan istilah bahasa Korea nama panggilan kehormatan yang mungkin artinya tak jauh dari “Tuanku Baginda Raja”, “Yang Mulia Ibu Suri” atau apalah itu.

Karena itu, aku mau tidak mau terpaksa nonton sambil buka-buka wikipedia dan beberapa artikel sejarah tentang Raja Jeongjeo. Ribet sih, tapi aku jadi paham kalau karakter sang Raja memang menarik untuk disimak. Sejak kecil, Jeongjeo tahu hidup dan nyawanya ada dalam bahaya besar sehingga mulai mencari sekutu yang bisa dipercaya untuk meredam pertikaian Noron dan Soron sekaligus mengambil alih kekuasaan penuh yang tadinya terbagi antar politisi dan para Jenderal. Jeongjeo membaca banyak buku, baik filsafat maupun taktik dan siasat politik untuk mengantisipasi kondisi pertikaian. Jeongjeo juga berlatih bela diri (terutama memanah) dan olah tubuh agar secara fisik dirinya siap untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk jika ada yang mencoba menghabisinya. Hasilnya bisa diketahui, 10 percobaan pembunuhan dalam satu tahun pertama bisa diantisipasi tanpa dirinya kehilangan nyawa.

Tata artistik dan kostum yang digunakan film ini bagus, aku suka dengan dekografi ruang dalam istana dinasti Joseon terutama ruang perpustakaan yang dijadikan Raja Jeongjeo sebagai ruang dirinya melatih diri. Tata laganya juga tidak jelek-jelek amat. Sayangnya akting para pemerannya tak terlalu menarik, padahal hubungan antara karakter Raja Jeongjeo dan pelayan pribadinya Kasim Sang-chek menarik untuk disimak lebih jauh.

Rating: 3.25/5.0

Catatan: Jika nonton dan paham sejarah Raja Jeongjeo, film ini jauh lebih menarik.

0 Responses to “The Fatal Encounter”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: