The Little House

IMG_2026.JPG

Judul asli: Chiisai Ouchi

Plot:
Setelah wafat, nenek Taki Nunomiya meninggalkan catatan otobiografi dirinya untuk cucu keponakannya Takeshi (Satoshi Tsumabuki), yang meminta nenek Taki menceritakan tentang riwayat hidupnya. Lewat cerita flashback berdasarkan catatan yang dibaca Takeshi, pada tahun 1930an Taki muda (Haru Kuroki) pergi meninggalkan kampung halamannya di Yamagata untuk menjadi seorang pembantu asisten rumah tangga di ibu kota Tokyo. Taki bekerja pada keluarga Hirai yang tinggal di rumah mungil beratap merah. Keluarga Hirai yang terdiri dari suami Masaki (Takataro Kataoka), istrinya yang cantik Tokiko (Takako Matsui) dan anak mereka Kyoichi yang berusia 5 tahun, hidup tentram dan bahagia. Keharmonisan rumah tangga keluarga Hirai mulai diguncang affair, ketika rekan kerja Masaki yang masih muda bernama Itakura (Hidetaka Yoshioka) datang berkunjung dan menarik perhatian Tokiko.

Komentar:
Film ini adalah adaptasi dari novel berjudul sama karya Kyoko Nakajima, sebuah karya yang banyak meraih penghargaan di Jepang. Yoji Yamada adalah sutradara senior yang CV-nya sudah berisi daftar panjang karya-karyanya sejak tahun 1950an hingga sekarang, dan masih aktif menyutradarai film. Sayangnya kali ini karyanya seperti tidak memiliki jiwa, hanya sekedar menuangkan apa yang ada di dalam buku ke layar lebar. Beberapa karakter minor yang di dalam buku mungkin memiliki pengaruh, justru di dalam film terlihat hanya sekedar numpang lewat. Beberapa scene dan dialog yang memikat, saya yakin berasal dari buku yang diadaptasi yang memang kemungkinan besar memang kualitasnya di atas rata-rata (saya sendiri belum pernah membacanya). Misalnya saja adegan Taki yang mau dijodohkan dengan lelaki tua gara-gara lelaki muda banyak yang diambil militer dijadikan tentara dan dikirim untuk berperang. Atau berita jatuhnya Nanking ke tangan Jepang disambut gembira para usahawan Jepang mengingat prospek bisnis di China yang berpenduduk banyak, yang ironisnya dikomentari sinis oleh Takeshi di masa sekarang yang tahu kalau terjadi pembantaian penduduk sipil pada saat jatuhnya Nanking.

Kekuatan film ini seharusnya berada pada kekuatan karakter Tokiko dan chemistry antara tokoh Taki dan majikannya Tokiko, tapi justru menjadi titik lemah. Tadinya saya berharap Tokiko menunjukkan dirinya sebagai wanita mandiri yang tegas pendiriannya, bisa mengayomi Taki sebagai seorang kakak bagi Taki. Mengecewakan sekali melihat Takako Matsu tak bisa tampil seperti yang kuharapkan, malah Haru Kuroki tampil penuh percaya diri dan mencuri setiap scene yang menampilkan tokoh Tokiko dan Taki. Memang tak diragukan lagi Haru Kuroki lah bintang penyelamat dari film ini, mengingat eksekusi yang lambat membuat penonton bosan dan mengantuk. Haru Kuroki sendiri berhasil menyabet penghargaan Silver Bear sebagai aktris terbaik di ajang Festival Film Berlin ke-64.

Satu hal yang bisa diacungi jempol buat Yoji Yamada. Setting Tokyo tahun 1930-40an tak perlu memakan banyak biaya untuk tata artistik karena Yamada membuat mayoritas adegan berada di dalam rumah mungil beratap merah tersebut. Untuk setting metropolitan Tokyo, Yamada hanya menampilkan foto Tokyo pada tahun 1930-40an sebagai ilustrasi dan ini cukup berhasil.

Rating: 3.5/5

0 Responses to “The Little House”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: