Brotherhood of Blades

IMG_2015.JPG

Mulai hari ini, aku akan menulis beberapa review pendek seperti tulisan di bawah ini.

Plot
Tiga orang saudara angkat Lu Jianxing, Shen Lian, dan Yichuan bekerja sebagai petugas Jinyiwei diperintahkan pemimpin Dong Chang untuk menangkap kasim Wei Zhongxian. Setelah mereka berhasil melaksanakan tugas, barulah mereka bertiga sadar kalau telah diperalat. Dilain pihak, ketiga saudara angkat tersebut memiliki masalah pribadi masing-masing. Lu Jianxing ingin naik pangkat hingga terpaksa menyogok petinggi kerajaan, Shen Lian jatuh cinta pada wanita penghibur dan ingin membebaskannya dari rumah bordil, sedangkan Yichuan jatuh cinta pada anak seorang tabib.

Komentar
Tadinya aku menyangka film ini hanyalah film silat biasa yang mengandalkan adegan aksi dan pertarungan kungfu semata. Nyatanya adegan aksinya tak bagus-bagus amat walau tak bisa dibilang jelek. Yang menjadi jualan film ini justru drama yang diakibatkan konflik antar elit penguasa yang menyeret ketiga tokoh saudara angkat ke jurang kehancuran. Aku baru sadar di pertengahan film kalau film ini adalah film drama tragedi, bukan cuma drama silat biasa.

Film ini bersetting pada masa kaisar Chongzen, kaisar terakhir dari dinasti Ming. Plot ceritanya sendiri memang berdasarkan sejarah dimana pada tahun 1627, kaisar Chongzen mengutus Jinyiwei untuk menangkap kasim Wei Zhongxian untuk dimintai pertanggungjawabannya atas korupsi yang dilakukan.

Tragedi yang ditampilkan oleh film ini akan lebih terasa jika penonton mengetahui latar sejarah pemerintahan kaisar Chongzen. Chongzen naik tahta pada usia 17 tahun menggantikan kakaknya kaisar Tianqi yang tak punya anak, dan pada saat itu dinasti Ming sudah keropos dari dalam akibat korupsi dan besarnya kekuasaan kasim. Dari luar, ancaman bangsa Manchu di utara sudah mencapai perbatasan dan hanya bisa dihalangi oleh penjagaan intensif di tembok besar. Sementara itu, di selatan sedang berkobar pemberontakan petani yang tidak tahan dengan pemerintahan korup dinasti Ming yang sudah parah. Pada akhirnya, ibukota Peking jatuh ke tangan pemberontakan petani pimpinan Li Zicheng. Agar keluarganya tak mengalami penghinaan berat, Chongzen memutuskan membunuh seluruh anggota keluarganya sebelum akhirnya bunuh diri.

Tulisan ringkasku tentang hubungan Jinyiwei dan Dong Chang (Biro Timur) bisa dilihat di link ini

Rating: 3.5/5

0 Responses to “Brotherhood of Blades”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: