Archive for September, 2014

The Little House

IMG_2026.JPG

Judul asli: Chiisai Ouchi

Plot:
Setelah wafat, nenek Taki Nunomiya meninggalkan catatan otobiografi dirinya untuk cucu keponakannya Takeshi (Satoshi Tsumabuki), yang meminta nenek Taki menceritakan tentang riwayat hidupnya. Lewat cerita flashback berdasarkan catatan yang dibaca Takeshi, pada tahun 1930an Taki muda (Haru Kuroki) pergi meninggalkan kampung halamannya di Yamagata untuk menjadi seorang pembantu asisten rumah tangga di ibu kota Tokyo. Taki bekerja pada keluarga Hirai yang tinggal di rumah mungil beratap merah. Keluarga Hirai yang terdiri dari suami Masaki (Takataro Kataoka), istrinya yang cantik Tokiko (Takako Matsui) dan anak mereka Kyoichi yang berusia 5 tahun, hidup tentram dan bahagia. Keharmonisan rumah tangga keluarga Hirai mulai diguncang affair, ketika rekan kerja Masaki yang masih muda bernama Itakura (Hidetaka Yoshioka) datang berkunjung dan menarik perhatian Tokiko.

Continue reading ‘The Little House’

Advertisements

Brotherhood of Blades

IMG_2015.JPG

Mulai hari ini, aku akan menulis beberapa review pendek seperti tulisan di bawah ini.

Plot
Tiga orang saudara angkat Lu Jianxing, Shen Lian, dan Yichuan bekerja sebagai petugas Jinyiwei diperintahkan pemimpin Dong Chang untuk menangkap kasim Wei Zhongxian. Setelah mereka berhasil melaksanakan tugas, barulah mereka bertiga sadar kalau telah diperalat. Dilain pihak, ketiga saudara angkat tersebut memiliki masalah pribadi masing-masing. Lu Jianxing ingin naik pangkat hingga terpaksa menyogok petinggi kerajaan, Shen Lian jatuh cinta pada wanita penghibur dan ingin membebaskannya dari rumah bordil, sedangkan Yichuan jatuh cinta pada anak seorang tabib.

Komentar
Tadinya aku menyangka film ini hanyalah film silat biasa yang mengandalkan adegan aksi dan pertarungan kungfu semata. Nyatanya adegan aksinya tak bagus-bagus amat walau tak bisa dibilang jelek. Yang menjadi jualan film ini justru drama yang diakibatkan konflik antar elit penguasa yang menyeret ketiga tokoh saudara angkat ke jurang kehancuran. Aku baru sadar di pertengahan film kalau film ini adalah film drama tragedi, bukan cuma drama silat biasa.

Film ini bersetting pada masa kaisar Chongzen, kaisar terakhir dari dinasti Ming. Plot ceritanya sendiri memang berdasarkan sejarah dimana pada tahun 1627, kaisar Chongzen mengutus Jinyiwei untuk menangkap kasim Wei Zhongxian untuk dimintai pertanggungjawabannya atas korupsi yang dilakukan.

Tragedi yang ditampilkan oleh film ini akan lebih terasa jika penonton mengetahui latar sejarah pemerintahan kaisar Chongzen. Chongzen naik tahta pada usia 17 tahun menggantikan kakaknya kaisar Tianqi yang tak punya anak, dan pada saat itu dinasti Ming sudah keropos dari dalam akibat korupsi dan besarnya kekuasaan kasim. Dari luar, ancaman bangsa Manchu di utara sudah mencapai perbatasan dan hanya bisa dihalangi oleh penjagaan intensif di tembok besar. Sementara itu, di selatan sedang berkobar pemberontakan petani yang tidak tahan dengan pemerintahan korup dinasti Ming yang sudah parah. Pada akhirnya, ibukota Peking jatuh ke tangan pemberontakan petani pimpinan Li Zicheng. Agar keluarganya tak mengalami penghinaan berat, Chongzen memutuskan membunuh seluruh anggota keluarganya sebelum akhirnya bunuh diri.

Tulisan ringkasku tentang hubungan Jinyiwei dan Dong Chang (Biro Timur) bisa dilihat di link ini

Rating: 3.5/5

Rurouni Kenshin: Densetsu no Saigo Hen (The Legend Ends)

IMG_2010.JPG

Baru kali ini saya nonton film di bioskop yang terisi penuh tanpa ada kursi kosong. Bahkan ketika saya membeli tiket nonton sehari sebelum penayangan, kursi bagian tengah tinggal tersisa sedikit dan saya beruntung masih bisa mendapatkan bagian aminah (agak minggir di tengah). Teman saya yang nonton dan membeli tiket pada hari H, harus puas mendapatkan kursi di depan layar. Rupanya penonton yang ingin melihat lanjutan Rurouni Kenshi: Kyoto Inferno, cukup antusias datang menonton pada penayangan premier hari pertama. Bagaimanakah kelanjutannya?

Terlebih dahulu, saya ingin mengingatkan bahwa review kali ini mengandung spoiler. Tapi bagi penggemar manga/anime Rurouni Kenshin, sepertinya spoiler yang saya tulis tak akan berpengaruh banyak.

Continue reading ‘Rurouni Kenshin: Densetsu no Saigo Hen (The Legend Ends)’


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: