Almost Human – The (not yet) Complete Season One

Biasanya aku paling malas menulis review serial yang belum habis masa tayang selama satu musim, soalnya banyak hal yang bisa terjadi sebelum episode final ditayangkan. Tapi untuk Almost Human ini kukasih pengecualian. Mengapa? Karena Almost Human terancam akan di-cancel oleh Fox sebagai saluran yang menayangkannya. Belum habis satu musim ditayangkan, tiba-tiba saja slot penayangan Almost Human diisi oleh serial Bones yang mendapatkan kontrak baru untuk musim tayang kesembilan. Akibatnya hingga sekarang, tayangan Almost Human mentok di episode ke-13. Apakah memang serial ini sedemikian jeleknya sampai direncanakan harus dibatalkan tayangan satu musimnya?

Tahun 2048, akibat kemajuan teknologi modern tanpa kendali, kejahatan meningkat pesat hingga 4 kali lipat. Untuk mengantisipasinya, pihak kepolisian menetapkan aturan baru yaitu memberikan pasangan polisi android bagi setiap polisi manusia. John Kennex (Karl Urban) adalah polisi yang mengalami depresi setelah kejadian 2 tahun sebelumnya. Serbuan polisi ke markas gembong narkotika mengalami kegagalan akibat pengkhianatan pacar Kennex. Hasilnya satu unit pasukan polisi tewas, kecuali Kennex yang luka parah hingga kakinya diamputasi. Kennex menganggap polisi android yang diminta menyelamatkan partner-nya (tapi ditolak) sebagai penyebab kematian karibnya.

Setelah bangun dari kondisi koma selama 17 bulan dan kakinya diganti dengan kaki android, Kennex diminta untuk kembali bertugas. Kebenciannya terhadap polisi android menyebabkan Kennex menolak untuk dipasangkan dengan android. Ketika komandannya Kapten Sandra Maldonado (Lili Taylor) memaksanya menerima polisi android MX-43, yang menjadi standar polisi android pasangan untuk semua polisi manusia, Kennex malah menghancurkannya. Akhirnya Kennex diberikan partner seorang android DRN, android model lama yang katanya mengalami masalah karena memiliki “synthetic soul” yang berakibat DRN memiliki emosi. DRN yang menjadi pasangan Kennex dikenal dengan nama Dorian (Michael Ealy), dan Dorian ingin membuktikan bahwa dirinya mampu diandalkan dan cocok untuk berpasangan dengan Kennex.

Akhir-akhir ini serial sci-fi semakin jarang dibuat dan kalaupun ada, kualitas masih kurang memuaskan jika ditinjau dari segi eksekusi cerita. Almost Human memang terlihat seperti drama prosedur penyelidikan polisi biasa seperti kebanyakan serial prosedural penyelidikan kayak NYPD Blue, CSI, NCIS dan banyak lagi serial sejenis. Yang membedakan Almost Human dengan drama prosedural polisi lainnya adalah kasusnya yang berhubungan dengan teknologi masa depan. Teknologi masa depan yang digunakan oleh para kriminal dalam serial ini tidak muluk-muluk dan kalau dipikir secara logika, teknologinya masih masuk akal. Malah kalau dilihat dari kaca mata teknologi yang digunakan pada masa kini, teknologi yang digunakan pada Almost Human merupakan pengembangan lebih lanjut teknologi masa sekarang. Misalnya saja Genetically Engineering Human yang merupakan hasil akhir teknologi rekayasa genetika untuk menciptakan manusia sempurna lewat alterasi DNA. Yang agak over the top mungkin soal “synthetic soul” yang rada mengawang-awang, tapi karena synthetic soul merupakan teknologi penting untuk karakterisasi tokoh Dorian, jadinya aku masih bisa pura-pura memakluminya hehehe….

Almost Human sendiri memiliki 2 story-arc yang berjalan berkesinambungan pada setiap episode diantara kasus-kasus prosedural yang ditangani Kennex dan Dorian. Yang pertama adalah penyelidikan personal Kennex terhadap gang narkotik (dan juga mantan pacarnya) yang telah mencelakai unitnya 2 tahun yang lalu. Yang kedua adalah benda misterius di dalam ruang penyimpanan barang bukti yang menjadi incaran kriminal bersenjata berat. Kedua story-arc ini sama-sama menarik dan membuka beberapa beberapa tabir kondisi dunia pada tahun 2048. Misalnya saja, ternyata kota tempat tinggal Kennex dikelilingi tembok tinggi hingga timbul pertanyaan… Mengapa dibangun tembok dan bagaimana situasi di luar tembok?

Yang paling kusukai dari Almost Human adalah bromance antara Kennex dan Dorian. Ketika bromance Sam-Dean (Supernatural) semakin dingin, ketika bromance Nick-Monroe (Grimm) semakin sedikit kuantitasnya, ketika bromance Finch-Reese (Person of Interest) hilang tanpa bekas di musim ketiganya, bromance duet Kennex-Dorian benar-benar bagaikan pemuas dahaga. Barter dialog filosofi berat hingga celetukan ringan keduanya sangat menarik untuk diikuti. Karl Urban dan Michael Ealy memiliki chemistry unik yang bisa membuat hubungan Kennex-Dorian selalu menarik untuk diikuti. Casting lain mungkin tak terlalu kuperhatikan kecuali Mackenzie Crook yang bermain sebagai teknisi Rudy Lom dan Minka Kelly yang berperan sebagai Detektif Valerie Stahl. Mackenzie Crook kadang mencuri perhatian lewat gaya nerd si teknisi Rudy yang mimpi untuk menjadi petugas lapangan. Sedangkan Minka Kelly? Hey… Lupakah kalian pada si Autumn yang berkenalan dengan Tom Hansen pada scene terakhir (500) Days of Summer? Tokoh Valerie di sini kelihatan terlalu cantik dan anggun untuk menjadi seorang polisi, tapi rupanya penulis Almost Human sudah menyiapkan penjelasan tentang hal tersebut.

Masih banyak hal yang bisa dieksplorasi oleh Almost Human, baik dari segi plot cerita, pengembangan karakterisasi tokoh, hingga pemecahan misteri-misteri yang muncul di setiap episode. Jadi, alangkah sayang jika Almost Human dihentikan tayangannya begitu saja. Dari segi rating, Almost Human sebenarnya tidak jelek-jelek amat dan lumayan tinggi dibandingkan beberapa serial tayangan Fox yang mendapat kontrak baru. Masalahnya ongkos produksi Almost Human lumayan tinggi dan itu menjadi pertimbangan Fox untuk tidak memperbaharui tayangannya.

Jadi kesimpulannya, aku berharap Almost Human dapat diteruskan, setidaknya sampai habis tayang satu season. Kalaupun bisa tayang hingga 2 season, kemungkinan besar Almost Human akan mampu mengumpulkan die-hard fans yang akan membuat status serial Almost Human menjadi cult series.

2 Responses to “Almost Human – The (not yet) Complete Season One”


  1. 1 jensen99 April 5, 2014 at 7:20 pm

    Sexbot itu kalo bisa dibuat di dunia nyata keren ya?:mrgreen:


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: