Shield of Straw

Akhir-akhir ini, film-film buatan Takashi Miike sutradara yang dikenal lewat film gory hanya lewat begitu saja tanpa meninggalkan kesan bagiku. Film terakhirnya yang menurutku lumayan menarik adalah remake Harakiri: Death of a Samurai, sisanya cuma jadi bahan cibiranku. Bahkan Aku no Kyoten (Lesson of Evil) yang menceritakan tentang serial killer berprofesi sebagai guru SMA agak absurd dan membosankan. Bagaimana dengan film berjudul asli Wara no Tate yang di adaptasi dari novel karangan Kazuhiro Kiuchi ini?

Kunihide Kiyomaru (Tatsuya Fujiwara) adalah seorang serial killer yang telah memperkosa dan membunuh banyak anak perempuan. Cucu perempuan dari salah satu politisi dan pengusaha kaya raya Ninagawa (Tsutomu Yamazaki) ditemukan tewas setelah diperkosa dan tes DNA polisi menunjukkan bahwa Kiyomaru adalah pelakunya. Tiga bulan usaha polisi nihil dalam menangkap Kiyomaru, Ninagawa memasang iklan dengan foto Kiyomaru di seluruh media yang isinya, “Bunuh pria ini Kunihide Kiyomaru dan saya akan bayar anda satu milyar yen!” Masyarakat gempar dan semua orang yang tertarik mendapatkan hadiah satu milyar yen mulai memburu Kiyomaru, termasuk teman-teman Kiyomaru sendiri. Panik karena tak bisa lari kemana-mana lagi, Kiyomaru menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat di Fukuoka. Karena tempat kejadian perkara berada di Tokyo, Kiyomaru akan ditransfer ke Tokyo. Masalahnya banyak orang yang mengincar nyawa Kiyomaru demi uang hadiah satu milyar, termasuk anggota polisi sendiri.

Pihak kepolisian pusat di Tokyo mengirim 4 petugas untuk mengawal transfer Kiyomaru dari Fukuoka ke Tokyo, 2 polisi Tokyo dan 2 anggota SP (Security Police, divisi khusus kepolisian Tokyo yang bertugas mengawal orang penting seperti perdana menteri, tamu VIP negara, dll, mirip dengan Secret Service USA).
Mereka adalah 2 anggota SP senior Mekari (Takao Osawa) dan Shiraiwa (Nanako Matsushima), serta polisi senior Okumura (Goro Kishitani) dan polisi muda berdarah panas Kanbashi (Kento Nagayama). Dipimpin Mekari mereka berempat dibantu Sekiya (Masato Ibu), seorang detektif senior kepolisan Fukuoka untuk mengawal Kiyomaru ke Tokyo. Setelah jalur udara dengan pesawat gagal dilaksanakan, terpaksa perjalanan dilakukan lewat darat. Mampukah lima polisi ini mengawal Kiyomaru sampai ke Tokyo dengan selamat?

Terus terang saja, film ini memiliki premis cerita yang menarik yaitu mengawal seorang keparat bejad dengan taruhan nyawa sambil membahas ambiguitas moral dan keserakahan. Sempat teringat film S.W.A.T.-nya Collin Farrell, tapi aku akhirnya menganggap ide Shield of Straw lebih menarik karena orang-orang yang ingin membunuh Kiyomaru lebih bervariasi tipenya. Sayangnya, begitu film memasuki cerita utama, premis awal film mulai luntur dengan banyaknya adegan absurd. Yang paling utama tentunya [spoiler] memikirkan betapa absurd demi mengantar seseorang untuk dihukum mati di Tokyo harus mengorbankan banyak nyawa. Belum lagi motivasi Mekari yang juga absurd mengingat dirinya memiliki pengalaman buruk dengan pembunuh istrinya tapi justru dipilih bertugas mengawal seorang pembunuh berantai. Makin absurd lagi dengan sikap para atasan kepolisian di Tokyo tentang usaha transfer Kiyomaru. Semua keanehan ini diakhiri dengan adegan finale yang juga absurd, Kiyomaru mengacungkan pedang terhunus tapi tak ada satupun polisi (bersenjata lengkap) bergerak untuk menghentikannya kecuali Mekari (yang justru bertangan kosong).[spoiler end]

Kepalaku sudah puyeng menonton film ini setengah jalan, dan ini ditambah kesebalanku karena sudah tahu bahwa Shield of Straw berdurasi 2 jam lebih. Film ini terlampau panjang untuk membahas mengantar tahanan dari Fukuoka ke Tokyo, padahal bisa diselesaikan kurang dari 80 menit. Paling-paling yang bisa kupuji hanya dari departemen akting khususnya Tatsuya Fujiwara. Gaya Fujiwara memainkan tokoh psikopat Kiyomaru lebih bagus daripada aktingnya sebagai Kira dalam Dead Note, lumayan meyakinkan. Takao Osawa sendiri sebenarnya bermain bagus, hanya saja karakter absurd yang dimainkannya membuatku tak bersimpati pada sosok Mekuri. Sisanya? Deretan para aktor bermain tanpa riak, bahkan lead actress Nanako Matsushima mempertunjukkan akting yang datar. Oh iya, jangan pula berharap mendapatkan suguhan adegan gory yang biasanya menghiasi film Miike karena kalian pasti kecewa.

Sayang sekali, padahal aku sudah berharap film ini akan mengangkat kembali rasa respekku pada Takashi Miike berkat premis cerita awal yang menarik. Walaupun akting Fujiwara menarik perhatian, tetap saja film ini jadinya hanya sekedar film action thriller standar yang cuma lewat tanpa kesan. Namun aku masih menaruh harapan, Miike bisa kembali membuatku terkesan lagi pada proyek filmnya di masa depan. Semoga.

Rating: 2.5/5

0 Responses to “Shield of Straw”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: