The Berlin File

Walaupun aku termasuk orang yang tak suka dan masa bodoh dengan drama TV Korea, tapi aku adalah penggemar film layar lebar Korea Selatan, terutama film-film thriller mereka. Boleh dibilang 80 persen film-film Korea yang kutonton adalah film-film bergenre thriller, baik itu berupa campuran thriller dengan sci-fi, perang, detektif, spy, horror ataupun komedi. Ketika sutradara Ryoo Seung-wan berencana membuat film bertema thriller-spionase dengan lokasi setting di Eropa, tentu saja aku menantikan kemunculan karyanya ini. Apalagi ketika beredar kabar kalau salah satu aktor yang namanya sedang mencuat saat ini Ha Jung-woo akan berperan sebagai karakter utamanya. Penggemar film thriller Korea tentunya tak akan melupakan 2 film brutal penuh darah hasil kerja sama trio Ha Jung-woo dengan Kim Yoon-seok dan sutradara Na Hong-jin, The Chaser dan The Yellow Sea.

Pyo (Ha Jung-woo) adalah seorang mata-mata Korea Utara yang ditempatkan di Jerman, bersama istrinya Ryun (Jeon Ji-hyun) yang bekerja sebagai penerjemah bagi kedutaan Korea Utara di Berlin. Setelah negosiasi jual beli senjata pada kelompok teroris timur-tengah berakhir dengan tembak-tembakan sengit, keberadaan Pyo sebagai mata-mata Korea Utara terdeteksi oleh agen Korea Selatan Jung (Han Suk-kyu). Pihak Pyongyang mengirimkan seorang agen lain Dong (Ryoo Seung-bum) untuk menyelesaikan masalah dan Dong mencurigai Ryun akan menyebrang ke pihak Amerika, hal yang juga membuat Pyo dicurigai ikut berkhianat. Terpojok diantara pihak yang bertikai, Pyo terpaksa melarikan diri bersama istrinya sambil dikejar pihak Korea Utara, Korea Selatan dan organisasi teroris yang ingin membalas dendam.

Sebagai sebuah action-thriller, film ini boleh mendapatkan acungan jempol. Walaupun pace film berjalan agak lambat di paruh awal, paruh kedua mulai ngebut dengan adegan action bertubi-tubi. Plot cerita spionasenya juga lumayan menarik mengingat sergap menyergap dua faksi Korea Utara-Selatan berlangsung di Eropa, sehingga cicipan rasanya agak berbeda dibandingkan setting dalam Korea semisal film Shiri. Yang paling berhak mendapat pujian khusus adalah aktor-aktris yang sudah menampilkan permainan berkualitas, terutama tentunya akting Ha Jung-woo. Sosok Pyo seorang patriot Korea Utara dengan loyalitas tinggi pada partai tapi justru terjebak dituduh berkhianat pada negara, mampu dibawakan dengan sempurna oleh Ha Jung-woo. Han Jung-woo juga mampu menampilkan sosok Pyo yang kesepian dan tak bisa mempercayai siapapun, walaupun itu istrinya sendiri. Aku sampai mendapat kesan bahwa pekerjaan sebagai mata-mata adalah pekerjaan yang anti-sosial, selalu sendiri dan kesepian, pokoknya terlihat menderita. Han Suk-kyu dan adik sang sutradara Ryoo Seung-bum bermain apik sebagai dua agen intelejen Korea Selatan dan Utara yang saling berseteru mengejar Pyo. Jangan lupakan pula Jeon Ji-hyun, ah… saya selalu suka dengan artis ini di film manapun dia bermain😛

Sayangnya kecemerlangan akting Ha Jung-woo tidak diikuti dengan sempurna oleh Ryoo Seung-wan sebagai sutradara dan penulis cerita. Setpiece aksi memang keren, mulai dari kejar-kejaran, pertarungan tangan kosong, pakai senjata tajam/tumpul hingga senjata api. Tapi sayangnya dari sisi drama justru arahan Seung-wan agak kedodoran pada setengah bagian awal film walaupun bisa diperbaiki pada bagian paroh akhir. Eksekusi yang ngos-ngosan di bagian awal lumayan membosankan, apalagi dengan cukup banyak pihak yang bertikai membuat aku kebingungan siapa saja yang terlibat dan afiliasinya pada negara/organisasi apa. Hal ini tak bisa dilepaskan dari skenario tanggung yang ditulis Seung-wan. Untungnya aku lumayan kenal wajah Ha Jung-woo, Han Suk-kyu dan Ryoo Seung-bum, sehingga bisa lumayan cepat menghapal karakter dan conflict interest masing-masing tokoh.

The Berlin File adalah film action-thriller seru dengan drama spionase tanggung yang tertolong dengan akting para aktor utamanya. Terlepas dari beberapa kelemahan, film spionase a la Korea dengan setting Jerman ini termasuk karya yang menarik dari seorang sutradara film aksi sekelas Ryoo Seung-wan.

Rating: 3.75/5

1 Response to “The Berlin File”


  1. 1 jungsora July 30, 2015 at 5:37 pm

    kak mau nanya dong, walopun ini film lama ya sebenernya si agen korea selatan – aku lupa namanya – yg baca sms kalo blm dpt bantuan dari partai itu dari korsel apa korut sih yaa? apa jangan” dia sepupunya yg khianat. bener” deh bingung aku–“


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: