Train Brain Express

Entah siapa yang mentranslasikan judul film ini ke dalam bahasa Inggris seperti judul di atas, tapi judul Jepangnya sendiri lebih pas karena mengacu pada salah satu lagu Jazz terbaik yang pernah dibawakan oleh sang bangsawan piano Jazz Duke Ellington, The the “A” Train. Kenapa demikian? Karena salah satu tokoh utamanya penggemar musik yang juga gemar naik kereta. Hal yang membuatku tertarik nonton film ini adalah 2 pemeran utamanya yang boleh dibilang termasuk aktor muda berbakat Jepang yaitu Kenichi Matsuyama dan Eita Nagayama. Bagimana jika 2 gunung (Yama = Gunung) bersatu, akankah menjulang lebih tinggi?

Dua orang otaku penggemar kereta (khususnya KRL) bertemu dan berinteraksi dalam satu gerbong yang sama yaitu Komachi (Kenichi Matsuyama) dan Kodama (Eita). Awalnya memang biasa saja. Tapi pada saat pertemuan kedua, juga dalam gerbong KRL yang sama, mereka dengan cepat menjadi akrab karena mempunyai hobi yang sama yaitu tergila-gila sama kereta. Komachi adalah seorang karyawan perusahaan konstruksi Nozomi Estate yang hobi naik kereta sambil mendengarkan musik. Sedangkan Kodama lebih tertarik pada struktur kereta, penyebabnya karena Kodama bekerja di perusahaan keluarga milik ayahnya yang bergerak di bidang manufaktur spare-part kereta. Karir Komachi berubah ketika dirinya dipindahkan ke pulau Kyushu di ujung selatan Jepang. Ketika Kodama datang berkunjung, mereka berdua bertemu dengan veteran otaku kereta lainnya Chikugo (Pierre Taki).

Film ini adalah karya terakhir sutradara senior Yoshimitsu Morita yang meninggal dunia di usia 61 tahun, tak lama setelah menyelesaikan syuting film Train Brain Express. Sayangnya, sutradara yang dikenal lewat banyak film bermutu ini (eg. The Family Game, Like Ashura, Keiho) justru menghasilkan sebuah film membosankan sebagai karya terakhirnya. Hal ini tak terlepas dari akting datar duo aktor utamanya Kenichi dan Eita. Entah kenapa, Kenichi dan Eita tak bisa bermain lepas sebagai sepasang otaku, yang kutangkap malah tokoh yang dibawakan keduanya lebih mirip sebagai sepasang gay yang malu-malu kucing dibandingkan awkward geek.

Dibantu dengan skenario yang tanpa riak, tujuan utama film yang sebenarnya ingin memberikan cita rasa komedi, justru berlalu lebay membosankan tanpa sedikitpun bisa membuatku tertawa. Bahkan segi dramanya sendiri sangat sinetron abis. Bayangkan saja, Chikugo yang baru mereka kenal sebentar itu “ternyata” salah satu orang paling kaya di Kyushu dan “kebetulan” perusahaan konstruksi tempat Komachi bekerja sedang mengadakan pendekatan bisnis dengan Chikugo. Apa gak ada ide cerita lain yang lebih dramatis?

Kalau anda tinggal di Jepang, tentunya ada hal lain dari film ini yang menarik perhatian. Hampir seluruh tokoh dan nama perusahaan dalam film ini mengacu pada nama jalur kereta di Jepang, dan ini tentunya cukup mengasyikkan bagi penonton yang suka kereta. Misalnya saja Kodama dan Nozomi adalah nama jalur Shinkansen penghubung Tokyo-Osaka-Hakata, Komachi adalah nama jalur Shinkansen antara Tokyo-Akita, Chikugo merupakan nama jalur kereta di daerah Saga, Fukuoka. Belum lagi nama tokoh lain seperti misalnya Midori, Azusa, Hayato, Ayame, Inaho, hingga Hakuto, semuanya merupakan nama jalur kereta listrik yang tersebar di seluruh Jepang. Disponsori oleh JR (Japan Railway) tentunya membuat film ini sangat berbau kereta. Sayangnya cuma sekedar itu saja tanpa didukung cerita dan akting yang kuat. Turut berduka bagi sang sutradara Morita yang menghasilkan film terakhirnya dibawah kualitas standar Morita.

My verdict, ternyata menyatukan dua gunung tak menjamin akan membuat produk keduanya akan menjulang tinggi. Film ini mungkin lumayan menarik bagi orang Jepang yang otaku kereta listrik, tapi bagi orang non-Jepang yang tak punya minat terhadap kereta dan gerbongnya, mending dilewatkan saja.

Rating: 2/5

3 Responses to “Train Brain Express”


  1. 1 niken101 July 17, 2013 at 5:52 am

    mengingatkan saya pada film Thailand berjudul Bangkok Traffic Love Story yang disponsori oleh perusahaan kereta BTS dalam rangka 10 thn ultahnya. Tapi plot cerita sih berbeda, hanya sama2 disponsori oleh perusahaan kereta aja.

    • 2 AnDo July 17, 2013 at 7:15 pm

      @niken
      Waktu mau main di bioskop, iklan promosi Train Brain Express banyak kutemui di stasiun2 kereta JR tuh. Mentang2 perusahaan kereta punya negara😛

  2. 3 Radira July 21, 2013 at 3:19 pm

    Wah.. membosankan, ya???
    Padahal pemainnya dua aktor favorit saya
    Nandeee???? #hikss..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: