Archive for July, 2013

Kaze Tachinu

Para penggemar film-film animasi Studio Ghibli tentunya sudah terbiasa dengan pattern dua sutradara legendaris Ghibli. Hayao Miyazaki dikenal dengan film-filmnya yang berbau fantasi, terkadang supranatural. Counterpart-nya di Ghibli Isao Takahata lebih dikenal lewat film-filmnya yang bergaya neo-realism, natural dan lebih humanis. Tahun ini Studio Ghibli meluncurkan 2 film karya sutradara andalannya, tapi genre yang dipilih justru terbalik. Takahata membuat Kaguya Hime no Monogatari yang didasarkan pada legenda cerita rakyat Jepang, sedangkan Miyazaki memilih membuat film Kaze Tachinu yang bergaya neo-realism tanpa embel-embel supranatural. Untuk pertama kali Hayao Miyazaki membuat film biografi dan yang dipilihnya kali ini adalah Jiro Horikoshi, desainer pesawat Zero yang menjadi andalan angkatan perang Jepang jaman perang dunia kedua, termasuk diantaranya sukses berperan dalam menghancurkan pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbor, Hawaii.

Peringatan, beberapa bagian review kali ini berisi spoiler.

Continue reading ‘Kaze Tachinu’

Advertisements

New World

Film-film Hongkong bertema gangster dulunya laku keras sampai dibikin banyak sequel. Film-film ini dulunya lebih menampilkan sosok gangster yang gagah berani, solider terhadap teman hingga betapa jago mereka bertarung. Contohnya saja film-film kolaborasi John Woo – Chow Yuen-fat dan juga serial Young and Dangerous serta spin-off nya yang panjang itu. Tema glorifying gangster lama kelamaan meredup berganti dengan tema kehidupan gangster yang lebih gelap dan suram. Gaya baru ini mulai merambah ke tetangganya yaitu industri film Korea Selatan. Beberapa diantaranya sanggup menarik perhatianku seperti misalnya A Bittersweet Life (Kim Ji-won dengan aktor Lee Byung-hun) dan Dirty Carnival (Yoo Ha) karena eksekusinya yang unik dan menarik. Aku sendiri tertarik menonton film ini lebih dikarenakan kehadiran salah satu aktor Korea favoritku Choi Min-sik. Bagaimanakah hasilnya?

Continue reading ‘New World’

The Berlin File

Walaupun aku termasuk orang yang tak suka dan masa bodoh dengan drama TV Korea, tapi aku adalah penggemar film layar lebar Korea Selatan, terutama film-film thriller mereka. Boleh dibilang 80 persen film-film Korea yang kutonton adalah film-film bergenre thriller, baik itu berupa campuran thriller dengan sci-fi, perang, detektif, spy, horror ataupun komedi. Ketika sutradara Ryoo Seung-wan berencana membuat film bertema thriller-spionase dengan lokasi setting di Eropa, tentu saja aku menantikan kemunculan karyanya ini. Apalagi ketika beredar kabar kalau salah satu aktor yang namanya sedang mencuat saat ini Ha Jung-woo akan berperan sebagai karakter utamanya. Penggemar film thriller Korea tentunya tak akan melupakan 2 film brutal penuh darah hasil kerja sama trio Ha Jung-woo dengan Kim Yoon-seok dan sutradara Na Hong-jin, The Chaser dan The Yellow Sea.

Continue reading ‘The Berlin File’

Train Brain Express

Entah siapa yang mentranslasikan judul film ini ke dalam bahasa Inggris seperti judul di atas, tapi judul Jepangnya sendiri lebih pas karena mengacu pada salah satu lagu Jazz terbaik yang pernah dibawakan oleh sang bangsawan piano Jazz Duke Ellington, The the “A” Train. Kenapa demikian? Karena salah satu tokoh utamanya penggemar musik yang juga gemar naik kereta. Hal yang membuatku tertarik nonton film ini adalah 2 pemeran utamanya yang boleh dibilang termasuk aktor muda berbakat Jepang yaitu Kenichi Matsuyama dan Eita Nagayama. Bagimana jika 2 gunung (Yama = Gunung) bersatu, akankah menjulang lebih tinggi?
Continue reading ‘Train Brain Express’

Stupid Movie

Stupid movies made by stupid directors, played by stupid actors, for stupid audiences. Sometimes I am glad for being stupid enough, so I can enjoy to watch some of that stupid movies. For me, being a stupid audience is a gift and a curse altogether and it makes me feel the humanity of being not smart.


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: