Person of Interest The Complete Season Two

Ada perbedaan antara serial drama dengan serial komedi dalam menarik minat pemirsa TV agar tetap ditunggu kehadirannya setiap minggu. Serial komedi biasanya fokus pada konflik cerita per episode tanpa terlalu fokus pada alur cerita utama (story arch) yang menghubungkan tiap episode. Malah kadang-kadang serial komedi tak memiliki story arch khusus untuk setiap musim tayangnya. Berbeda dengan serial drama yang lebih berfokus pada story arch, tapi tanpa melupakan konflik di setiap episode walaupun episode tersebut tak memiliki hubungan cerita dengan story arch (biasanya disebut episode filler). Tanpa story arch solid, sebuah serial drama bisa dihentikan penayangannya sebelum episode finale gara-gara rating jeblok. Tapi jangan remehkan pula episode filler yang berfungsi sebagai penyegar suasana agar tak mudah bosan dengan alur story arch. Menjaga keseimbangan kedua sisi ini bukan pekerjaan gampang sehingga biasanya episode filler selalu menampilkan bagian story arch walau bukan sebagai fokus utama. Bagi yang nonton serial drama secara marathon (makdsudnya nonton terus menerus, misalnya 3-4 episode sekali tonton), keseimbangan story arch dan episode filler ini lebih gampang dirasakan dalam sekali tontonan marathon. Cobalah tonton 4 episode awal sebuah serial drama secara marathon. Kalau serialnya menarik dan bikin adiktif untuk ditonton kelanjutannya, itu berarti keseimbangannya bagus. Season pertama Person of Interest (PoI) sangat menarik sampai-sampai aku ketagihan terus nonton tanpa jeda hingga 3-4 episode sekali tonton. Apakah season 2 PoI juga semenarik season pertamanya?

Seperti yang telah kureview pada tulisan PoI season pertama, kekuatan utama serial PoI adalah karakterisasi para tokohnya dan hubungan antar mereka. Ada perubahan mendasar pada season dua kali ini terutama pada karakter 2 tokoh utama Reese dan Finch. Awal season satu menampilkan hubungan kurang harmonis antara Reese dan Finch gara-gara Reese selalu curiga pada si jenius komputer Finch dan mencoba untuk mencari tahu masa lalu Finch baik dengan cara diam-diam maupun agak kasar. Season satu berakhir pada tingkat hubungan persahabatan yang saling mempercayai. Bagaimana dengan season dua?

Penonton akan mendapatkan John Reese jadi paranoid akan keselamatan Finch, malah Reese cenderung jadi over-protective. Itu semua gara-gara peristiwa penculikan Finch di episode finale season satu. Dari sini bisa dilihat betapa Reese mulai memiliki ketergantungan pada sosok Finch, jika Finch hilang dari sisinya maka Reese akan uring-uringan bagai orang yang tak punya tujuan hidup lagi. Cocok dengan kata-kata Finch di awal season satu, karena Finch lah yang memberikan Reese tujuan hidup. Karena itu pula Reese membawa pulang seekor anjing yang dilatih militer, khusus untuk menjaga Finch ketika Reese pergi tugas lapangan. Season dua juga menampilkan Finch pada wajah yang berbeda, kalau anda selama ini menganggap Finch sebagai orang cerdas tapi lugu, berarti anda salah besar. Finch tidaklah selugu yang dianggap orang, dia punya rencananya sendiri yang kadang tak bisa ditebak walaupun oleh orang sekaliber Reese sekalipun.

Dari departemen akting, Taraji P. Henson memberikan salah satu penampilan terbaiknya yang bahkan mengalahkan pamor akting duo pemeran utama. Akting Henson yang paling membuatku terkesan adalah pada story-arch saat Reese berhasil ditangkap oleh FBI. Sayangnya karakter Fusco tidak terlalu menonjol pada musim kedua. Hanya ada satu episode saja yang menampilkan Fusco sebagai pusat cerita, sisanya boeh dibilang Fusco cuma jadi karakter penggembira saja.

Season dua FoI menampilkan beberapa story-arch menarik seperti misalnya masa lalu Reese di CIA datang merongrong dirinya, HR yang sedang berusaha bangkit kembali, dan diakhiri dengan The Machine yang mengalami masalah seperti sering terlambat memberikan social security number sehingga membuat duo Reese/Finch terlambat menyelamatkan beberapa korban.

Menurutku, season dua PoI cukup berhasil menjaga kontinyuitas ritme cerita dalam setiap story-arch diantara beberapa episode filler, sehingga kesinambungan dan fokus cerita tetap terjaga. Walaupun tak sekuat episode finale season satu, ending season dua masih cukup membuat penasaran dan bertanya-tanya akan dibawa kemana arah serial ini di season ketiga. Singkat kata, saya harus mengakui kalau PoI masih lebih baik dibandingkan serial Grimm yang sama-sama akan memasuki season ketiganya. Jangan khawatir, CBS sudah mengkonfirmasikan bahwa season 3 sedang dibuat dan kita bisa menanti kelanjutan petualangan Reese dan Finch di tahun ketiga.

0 Responses to “Person of Interest The Complete Season Two”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: