Person of Interest The Complete Season One

Dengan berakhirnya season terbaru dari Supernatural dan Grimm, aku mulai mencari serial TV lain sambil menanti tayangnya lanjutan serial Dexter dan Falling Sky. Beberapa serial sudah kucoba nonton beberapa episode season pertamanya, tapi koq ya gak cocok sehingga aku berhenti menonton setelah kurasa membosankan. Misalnya saja Arrow yang kuhentikan setelah nonton 7 episode, atau The Following yang tak kulanjutkan setelah habis episode 5. Aku berharap cukup banyak pada Person of Interest (PoI) lebih dikarenakan serial ini buatan Jonathan Nolan yang bekerja sama dengan J.J. Abrams. Anda tahu sendiri Nolan dikenal sebagai penulis yang sering menciptakan tokoh unik dan menarik. Masih ingat film Memento buatan abang Jonathan Nolan yang bernama Christopher Nolan? Film tersebut dibuat berdasarkan cerpen karya Jonathan yang menceritakan tentang tokoh berpenyakit anterograde amnesia yang mencoba mengingat kejadian dengan cara mentato tubuhnya. Soal J.J. Abrams, penggemar serial TV mana sih yang tak kenal dengan Abrams? Belum lagi proyek film layar lebar Abrams yang mulai menarik minat para penggemar sci-fi akhir-akhir ini. Dalam serial ini, Abrams mengajak beberapa aktor yang pernah bekerja bersamanya dalam serial Lost.
Bagaimana dengan kolaborasi keduanya dalam membuat PoI?

Seorang pria misterius, milyuner dan juga jenius komputer yang mengaku bernama Harold Finch (Michael Emerson) menawarkan pekerjaan pada seorang gelandangan yang juga misterius bernama John Reese (Jim Caviezel), untuk mencegah peristiwa kekerasan sebelum hal itu terjadi. Finch bisa memprediksi kejadian sebelum terjadi, lewat info yang didapat dari super komputer milik pemerintah USA yang diberi nama The Machine. Finch memiliki limpahan dana dan pengetahuan tapi tak memiliki keahlian untuk menginterverensi kekerasan. Kemampuan yang tak dimiliki oleh Finch justru dimiliki oleh si gelandangan Reese yang merupakan mantan anggota Green Berrets dan CIA. Kedua orang ini memiliki masa lalu misterius, sama-sama dinyatakan telah tewas dan hidup di masyarakat dengan menggunakan berbagai macam nama samaran.

Masalahnya, The Machine hanya memberikan info social security number seseorang (disebut sebagai Person of Interest) yang akan terlibat dalam peristiwa kekerasan tanpa ada info lain, berhubung Finch mendapatkannya lewat “jalan belakang”. Misalnya apakah orang tersebut korban? pelaku? atau cuma saksi? dimana akan terjadi? kapan? Bayangkan saja, seorang pembunuh berdarah dingin bisa saja muncul dan dianggap sebagai korban oleh mereka berdua. Hanya bermodal social security number, kedua sosok misterius ini bahu membahu mencegah kasus kekerasan sebelum terjadi.

Plot cerita PoI sebenarnya bukan hal baru. Ingat pada serial Early Edition yang mengetengahkan seorang broker saham yang tiap pagi menerima koran yang harusnya terbit keesokan harinya? Atau Quantum Leap yang bercerita tentang ahli fisika kuantum yang meloncat antar waktu untuk memperbaiki nasib seseorang? Premis cerita untuk mengubah nasib buruk seseorang juga diterapkan oleh PoI, hanya saja dalam hal ini info diperoleh lewat prediksi akurat sebuah super komputer.

Yang membuat serial ini sangat menarik adalah karakter-karakter yang saling berhubungan di dalamnya. Yang paling menarik tentunya 2 karakter utamanya yaitu Reese dan Finch. Reese yang selalu curiga terhadap Finch selalu mencari tahu latar belakang Finch yang misterius, hingga kadang kala membuat Finch sebal. Misalnya saja, Finch sengaja bekerja di perusahaan miliknya sendiri IFT sebagai pegawai rendahan demi kamuflasenya sehari-hari. Tak ada karyawan IFT yang mengetahui bahwa Finch yang kerja di kubikal seperti pegawai rendahan lainnya adalah boss besar mereka. Hingga akhirnya hal ini ditemukan Reese yang menyebabkan Finch terpaksa berhenti kerja dan mencari kerjaan lain sebagai kamuflase yang baru. Reese juga memiliki masa lalu yang sama misteriusnya dengan Finch. Masa lalu mereka diungkap perlahan-lahan lewat adegan flash-back sepanjang season 1. Seiring dengan berjalannya season 1, hubungan keduanya berubah menjadi sahabat karib, berhubung keduanya tak punya teman lain akibat latar belakang misterius yang mereka berdua miliki. Akting bagus Caviezel dan Emerson membuat hubungan bromance kedua tokoh utama menjadi semakin menarik.

Dua karakter pendukung tak kalah menarik, yaitu detektif Fusco (Kevin Chapman) dan detektif Carter (Taraji P. Henson) yang memiliki latar belakang berlawanan. Fusco adalah polisi korup yang dipaksa Reese untuk bekerja memberikan info dari dalam kepolisian. Sedangkan Carter adalah polisi lurus yang sejak awal season 1 berusaha untuk menangkap John Reese yang selalu muncul di sekitar kasus yang ditanganinya. Fusco dan Carter dipaksa oleh Reese untuk bekerja sama membantu Reese memecahkan kasus yang diberikan Finch, tanpa satupun dari kedua detektif tersebut tahu kalau keduanya bekerja membantu duo Reese-Finch. Uniknya baik Fusco maupun Carter saling curiga kalau satu sama lain bekerja pada pihak lawan. Dengan 4 karakter menarik, tentunya barter dialog antara mereka berempat jadi mengesankan. Cobalah tonton 2-3 episode awal dan kalian akan lihat sendiri betapa interaksi 4 tokoh ini berjalan sangat menarik.

Ada dua story-arch utama yang dijadikan wahana bagi pengembangan karakter keempat tokoh. Story-arch pertama melibatkan Mafia yang dikepalai sosok misterius bernama Elias. Elias bekerja sama dengan HR, kelompok rahasia para petinggi kepolisian New York yang korup, untuk menguasai dunia kriminal New York. Story-arch kedua menampilkan lawan berat Finch dalam sosok seorang hacker jenius dengan code-name Root. Sering kali setiap episodenya memberikan plot-twist yang kadang lumayan menyesatkan, mengingat info sosok Person of Interest yang diberikan The Machine sangat terbatas. Bersiap-siaplah terkecoh pada plot-twist yang disajikan PoI.

Pergerakan kamera serial ini menarik terutama untuk pergantian scene yang menggunakan pandangan The Machine lewat berbagai surveillance camera di semua lokasi. Hal ini memberikan kesan betapa gerak-gerik seluruh orang di Amerika tak ada yang luput dari pantauan pemerintah lewat intaian The Machine. Dengan keberadaan The Machine, tak ada lagi privasi bagi masing-masing penduduk dan kesan betapa paraniodnya pemerintah USA sangat kental terasa. Selain itu juga penggunaan ponsel yang “hampir selalu” dibawa oleh masing-masing orang, sangat memudahkan pendeteksian posisi sang pemakai ponsel dan juga menunjukkan betapa rentan kebocoran informasi pribadi lewat ponsel.

Tak seperti kebanyakan serial action, koreografi tarung tangan kosong yang dilakukan John Reese dalam menghadapi lawan-lawannya terlihat bagus, keren dan efektif. Bolehlah dibandingkan dengan film layar lebar seperti koreografi tarung Liam Neeson dalam Taken.

So my verdict, Person of Interest adalah serial yang sangat layak untuk ditunggu setiap minggu kehadirannya. Walaupun plot yang diusung bukanlah plot baru, developing characters menjadi nilai jual utama bagi serial ini dan menurutku sangat mengesankan.

7 Responses to “Person of Interest The Complete Season One”


  1. 1 niken101 June 9, 2013 at 11:55 am

    ayo lanjut season 2 nya baang… moga-moga aja season 3 nanti pun akan lebih seru lagi.

  2. 3 Zeph June 10, 2013 at 5:57 am

    sudah lama ga liat serial, PoI kayaknya boleh dicoba.

    • 4 AnDo June 13, 2013 at 12:54 pm

      @Zeph
      Cobalah, saya jamin kecanduan… kayak saya hehehehe…

      • 5 Zeph June 16, 2013 at 11:03 am

        saya baru season 1 episode 8 ini, dan benar-benar kecanduan🙄

        Pengaruh J Nolan di sini saya kira memang cukup besar, tidak suka basa-basi, to the point, dan beberapa cerita yang dia buat seringnya bermain-main di area “masa lalu / kenangan” yang menyertai peran tokoh utama, sebutlah memento, batman, inception dll.

        dan duet finch dan reese, so far… cukup seru, penokohan dan akting cukup bagus. keren.

      • 6 AnDo June 23, 2013 at 12:11 pm

        @Zeph
        Lanjutkan terus sampai season 2. Saya barusan habis nih dan penasaran sama season 3-nya😀

  3. 7 ahmad October 13, 2016 at 2:16 am

    wuih, maki npenasaran, pengen download dari season 1 ah,,,,,reviewnya bagus semua


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: