Grim The Complete Season Two

Seperti yang telah kutulis dalam review season 1, Grimm memiliki premis cerita yang bagus tapi berjalan lamban sampai-sampai aku sempat mempertimbangkan untuk berhenti mengikutinya. Beberapa episode terakhir season 1 berhasil membuatku batal untuk berhenti karena pace cerita tiba-tiba saja menjadi cepat dan bikin aku penasaran untuk menanti episode-episode selanjutnya. Bagaimanakah dengan lanjutannya dalam season 2?

Tidak seperti season 1 yang terlihat mengulur-ngulur tempo, season 2 langsung tancap gas dan ngebut dari awal hingga episode terakhir. Dengan basis yang sudah dibangun dalam season 1, seluruh karakter mulai berkembang saling mendukung satu sama lain untuk menguatkan posisi masing-masing tokoh dalam cerita. Kisah cinta segi-tiga Nick-Juliette-Kapten Renard menjadi kompleks, Hank yang tadinya mirip side-kick semakin terseret ke dunia Wesen, hubungan Monroe dan Rosalee menjadi lebih menarik dengan percikan api cinta, dan tentunya jangan lupakan Adalind yang kelicikannya masih berbahaya walaupun kekuatan hexenbeast-nya sudah punah.

Karena season 2 serial Grimm memiliki kontinyuitas lebih baik dibanding season 1 yang banyak menampilkan episode lepas dan juga filler, season 2 menimbulkan rasa penasaran lebih kuat untuk membuat penonton menanti terus apa yang akan terjadi pada episode-episode selanjutnya. Ditambah lagi dengan ikut campurnya keluarga bangsawan Eropa dengan dunia Wesen di kota Portland, season 2 berjalan lebih menarik dan lugas.

Apakah ada kelemahan?
Ya ada, walaupun aku tak terlalu mempersalahkan beberapa plot-hole yang muncul. Misalnya saja dalam salah satu episode, Nick mendapatkan kekuatan baru yaitu telinga yang super-sensitif, yang bisa mendeteksi suara walaupun samar-samar. Tapi koq kemampuan ini tak terlihat di episode-episode selanjutnya, bahkan Nick bisa diserang mendadak dari belakang dengan mudahnya tanpa telinga super-sensitifnya bisa mendeteksi lawan yang bergerak mendekat.

So my final verdict, sulit sekali untuk tidak menyukai season 2 serial Grimm. Dengan pace cepat, story-arc yang solid, dan perkembangan karakter yang menarik, wajar saja rating season 2 serial Grimm melonjak tinggi. Dengan rating yang tinggi untuk season 2, perjudian pihak NBC untuk merampungkan season 2 secara penuh terbayar lunas. Tentu saja pihak NBC melihat prospek cerah serial ini dan memutuskan untuk melanjutkan pesanan sebanyak 22 episode untuk season 3 tahun depan. Tak sabar rasanya menanti petualangan Nick dan teman-temannya di musim ke-3.

TWO THUMBS UP!!

4 Responses to “Grim The Complete Season Two”


  1. 1 niken101 June 4, 2013 at 3:32 pm

    setuju banget… season 2 lebih menarik drpd season 1 dan makin bikin penasaran terlebih endingnya yang gantung abis.
    NBC malah memindahkan jadwal tayang dari tiap jum’at malam ke selasa malam. selama ini mitos jam tayang jum’at malam adalah untuk serial2 yang ratingnya buruk atau akan ‘dimatikan’. jarang sekali serial bisa dipindah ke jam tayang yang lebih baik. apalagi kalau bukan karena ratingnya yang melonjak tentunya…🙂

    • 2 AnDo June 9, 2013 at 9:17 am

      @niken101
      Berharap saja agar season 3 akan sama atau lebih menarik dibanding season 2. Jangan sampai letoy lagi kayak season 1

  2. 3 mistuankuhasyem November 1, 2014 at 3:19 am

    saya baru mulai nonton season 1. sumpah, ngebosanin bgt smpe skarang baru episode 3. itu pun nonton smbil d percepat. klo boleh tau, season 1 episode ke berapanya grimm sudah seru ??


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: